Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Cabai Merah Naik, Harga Minyak Goreng Sulit Turun karena Plastik

Harga Cabai Merah Naik, Harga Minyak Goreng Sulit Turun karena Plastik
Cabai merah www.pixabay.com/JillWellington
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Harga cabai merah di Medan naik dari Rp20.600 menjadi Rp29.100 per Kg akibat pasokan menurun, terutama dari wilayah Batubara dan Aceh.
  • Harga daging ayam turun karena pasokan meningkat sementara permintaan melemah setelah Idul Fitri, membuat pedagang mengeluhkan serapan belanja yang rendah.
  • Harga minyak goreng curah naik meski harga CPO turun, diduga karena lonjakan harga plastik yang membuat biaya produksi dan distribusi tetap tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Mengacu kepada PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis), harga cabai merah di Kota Medan mengalami kenaikan.

Rata-rata harga cabai merah di Kota Medan naik setelah sempat berada dikisaran Rp20.600 per Kg di pekan lalu. Saat ini harga cabai merah di medan naik di harga Rp29.100 per Kg, dan level capaian harga tertinggi berada di pasar beringin Gunung Sitoli yang mencapai Rp35 ribu per Kg.

1. Kenaikan harga cabai dinilai dikarenakan pasokan yang mengalami penurunan

Cabai merah (IDNTimes/Wira Sanjiwani)
Cabai merah (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menilai kenaikan harga cabai merah ini akan disambut baik oleh petani, dan pemicu kenaikan harga cabai merah lebih dikarenakan pasokan yang mengalami penurunan.

"Panen di beberapa daerah sudah mulai habis seperti di wilayah batubara. Selain itu pasokan cabai juga mengalami penurunan dari wilayah aceh. Berbeda dengan harga cabai merah, harga daging ayam justru alami penurunan tajam," katanya pada Rabu (22/4/2026).

2. Pedagang dinilai mengeluhkan serapan belanja daging ayam yang melemah belakangan ini

ilustrasi mengulek cabai merah (freepik.com/jcomp)
ilustrasi mengulek cabai merah (freepik.com/jcomp)

Sedangkan untuk harga daging, salah satu pemicu penurunan harga daging ayam adalah peningkatan pasokan mingguan. Meskipun, disisi lainnya terjadi peningkatan harga pakan yang pada dasarnya mendorong HPP (harga pokok produksi), dan pedagang juga mengeluhkan serapan belanja daging ayam yang melemah belakangan ini.

"Aktifitas belanja masyarakat untuk kegiatan pesta melambat, yang membuat harga daging ayam turun sejalan dengan lemahnya permintaan," jelas Gunawan.

Dia juga menjelaskan, biasanya demand atau permintaan setelah Idul Fitri alami peningkatan. Seperti, hajatan pesta kerap mendorong terjadinya kenaikan permintaan untuk daging ayam, dan potensi tekanan harga daging ayam berpeluang berlanjut disaat supply atau pasokan ayam hidup justru alami kenaikan secara mingguan.

3. Kenaikan harga plastik diduga menjadi alasan utama sulitnya harga minyak goreng untuk turun

IMG_20260409_125022.jpg
Sambas Plastik di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Sementara itu, harga minyak goreng curah dalam tren naik meskipun harga CPO dalam tren turun belakangan ini. Mengacu kepada PIHPS harga rata-rata minyak goreng curah di Sumut naik dari Rp20.150 per Kg di pekan lalu, menjadi Rp21.300 per Kg pada hari ini. Padahal harga CPO (crude palm oil) di dunia alami penurunan dari kisaran Rp4.800-an ringgit per ton (3/4/2026) menjadi 4.550 ringgit per ton saat ini (22/4/2026). Pelemahan harga CPO yang menjadi bahan baku minyak goreng nyatanya tidak mendorong penurunan harga.

"Tren kenaikan harga plastik yang sampai dua kali lipat, diduga menjadi alasan utama sulitnya harga minyak goreng untuk turun. Dan kenaikan sejumlah bahan pokok (protein maupun hortikultura) saat ini belum sepenuhnya memperhitungkan kenaikan harga plastik mulsa, pupuk hingga pestisida. Karena kenaikan bahan baku untuk bercocok tanam tersebut baru akan dirasakan nanti saat panen selanjutnya," tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More