ilustrasi cuaca ekstrem (pexels.com/Ralph W. lambrecht)
Sebelumnya, Mualem juga telah mengingatkan masyarakat mengenai potensi bencana hidrometeorologi seiring masuknya musim hujan.
Imbauan itu disampaikan setelah terjadi banjir dan longsor di sejumlah wilayah tengah Aceh. Menurut Mualem, kondisi tanah di kawasan yang sebelumnya terdampak bencana masih rentan.
“Pak Gubernur menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil,” kata Nurlis, Senin (14/9/2026).
Pada 3 September 2026, Mualem juga mengingatkan bahwa kondisi musim hujan dapat meningkatkan risiko banjir, longsor, dan bencana lainnya di sejumlah wilayah.
Mualem menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur Forkopimda Aceh, termasuk TNI dan Polri, bersama pemerintah kabupaten/kota, instansi terkait, serta perguruan tinggi negeri dan swasta.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons di lapangan, dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas.