Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekspor Perdana ke Thailand, 40 Ton Terasi Udang Asahan Rambah Pasar Global
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor perdana 40 Ton Terasi Asahan ke Thailand di depan Kantor Bupati Asahan, Sabtu (24/10/2026). Ekspor tersebut semakin membuka peluang produk olahan lokal menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. (Foto Dok Wagub Sumut)
  • UMKM Asahan mengekspor 40 ton terasi udang rebon senilai Rp230 juta ke Thailand.

  • Produksi perikanan tangkap dan nilai ekspor terasi Asahan meningkat pada 2026.

  • Ekspor disertai dorongan pendampingan UMKM pesisir dan penyaluran bantuan beras bagi 164 keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Volume ekspor terasi Asahan mencapai 1.897,7 ton dengan nilai Rp21 miliar.

Hingga September 2026

Produksi perikanan tangkap Kabupaten Asahan menembus 50.658 ton.

2026

Volume ekspor terasi meningkat menjadi 2.758,5 ton dengan nilai Rp34 miliar.

Sabtu (24/10/2026)

Zulkifli Hasan bersama Surya melepas ekspor perdana 40 ton terasi udang rebon ke Thailand dari depan Kantor Bupati Asahan.

Oktober hingga Desember 2026

Sebanyak 164 keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan beras yang dirapel, masing-masing 30 kilogram.

April 2027

Pasokan tambahan satu juta ton beras SPHP disiapkan untuk menekan gejolak harga pangan hingga periode ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ekspor perdana 40 ton terasi udang rebon dari Kabupaten Asahan ke Thailand dengan nilai sekitar Rp230 juta.
  • Who?
    UMKM asal Kabupaten Asahan, Zulkifli Hasan, dan Wakil Gubernur Sumatra Utara Surya.
  • Where?
    Truk kontainer diberangkatkan dari depan Kantor Bupati Asahan menuju Thailand.
  • When?
    Sabtu, 24 Oktober 2026.
  • Why?
    Untuk membuka akses pasar hasil laut Asahan dan mengembangkan UMKM pesisir.
  • How?
    Ekspor dilakukan dengan memberangkatkan truk kontainer yang membawa 40 ton terasi udang rebon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pada Sabtu, Zulkifli Hasan dan Surya melepas 40 ton terasi udang dari Asahan ke Thailand. Terasi itu dibuat oleh UMKM dan nilainya Rp230 juta. Ada juga 164 keluarga yang mendapat beras. Setiap keluarga membawa 30 kilogram beras untuk bantuan bulan Oktober sampai Desember 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ekspor perdana ini menunjukkan produk UMKM Asahan telah memperoleh akses ke pasar internasional. Kegiatan tersebut juga disertai dorongan agar Bank Indonesia dan pemerintah daerah mendampingi UMKM pesisir. Dengan dukungan itu, hasil laut dan produksi terasi udang rebon mendapat ruang untuk terus dikembangkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Asahan, IDN Times – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kabupaten Asahan berhasil menembus pasar internasional. Sebanyak 40 ton terasi udang rebon senilai Rp230 juta diboyong ke Thailand.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Wakil Gubernur Sumatra Utara Surya melepas langsung ekspor perdana ini. Truk kontainer diberangkatkan dari depan Kantor Bupati Asahan, Selasa (27/10/2026).

“Hari ini kita melepas ekspor perdana produk UMKM asal Kabupaten Asahan, berupa terasi udang rebon sebanyak 40 ton ke Thailand, dengan nilai sekitar Rp230 juta,” kata Zulkifli dalam keterengan tertulis, Selasa (27/10/2026).

1. Nilai ekspor terasi meroket hingga Rp34 miliar pada 2026

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor perdana 40 Ton Terasi Asahan ke Thailand di depan Kantor Bupati Asahan, Sabtu (24/10/2026). Ekspor tersebut semakin membuka peluang produk olahan lokal menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. (Foto Dok Wagub Sumut)

Kabupaten Asahan memiliki garis pantai sepanjang 56 kilometer di perairan Selat Malaka. Wilayah ini menjadi lumbung perikanan tangkap raksasa di Sumatra Utara.

Hingga September 2026, produksi perikanan tangkap di sana menembus angka 50.658 ton. Hasil laut yang melimpah ini langsung disulap oleh nelayan setempat menjadi komoditas terasi udang rebon.

Angka ekspor komoditas ini pun diklaim terus meroket tajam. Jika pada 2025 volume ekspor menyentuh 1.897,7 ton senilai Rp21 miliar, angkanya melonjak pada 2026 menjadi 2.758,5 ton dengan nilai Rp34 miliar.

2. Zulhas desak Bank Indonesia dan bupati dampingi UMKM pesisir

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor perdana 40 Ton Terasi Asahan ke Thailand di depan Kantor Bupati Asahan, Sabtu (24/10/2026). Ekspor tersebut semakin membuka peluang produk olahan lokal menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. (Foto Dok Wagub Sumut)

Menteri Zulkifli Hasan menuntut pengiriman perdana ke Thailand ini tidak hanya berhenti pada acara seremonial. Akses pasar hasil laut Asahan harus terus dibuka lebar.

Ia mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk turun tangan membina dan mendampingi UMKM pesisir. “Dengan begini, setelah melepas ekspor terasi, akses pasar semakin terbuka. Kita minta Bank Indonesia, Pak Bupati, tolong didukung semua agar UMKM kita bisa berkembang,” tegas pria yang akrab disapa Zulhas tersebut.

3. Di sela ekspor terasi, kucurkan bantuan 30 kilogram beras per warga

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor perdana 40 Ton Terasi Asahan ke Thailand di depan Kantor Bupati Asahan, Sabtu (24/10/2026). Ekspor tersebut semakin membuka peluang produk olahan lokal menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan. (Foto Dok Wagub Sumut)

Tak sekadar mengurus ekspor hasil laut, Zulkifli turut membagikan bantuan pangan kepada 164 keluarga penerima manfaat di Asahan.

Warga kategori desil 1–4 menerima jatah 10 kilogram beras per bulan. Penyaluran ini langsung dirapel untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Alhasil, tiap keluarga membawa pulang 30 kilogram beras sekaligus.

Di luar itu, pemerintah menyiapkan tambahan satu juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pasokan cadangan ini disebar ke pasaran untuk menekan gejolak harga pangan hingga April 2027 mendatang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article