Deputi Panel Barus Sebut Ada 6 Variabel Disiapkan Sebelum Kopdes Beroperasi

- Panel Barus menjelaskan enam variabel disiapkan sebelum operasional Koperasi Desa Merah Putih, yang digagas Presiden Prabowo sejak 2025 dan kini memasuki tahap persiapan bisnis.
- Pemerintah tengah membangun infrastruktur serta merekrut 30 ribu kader terbaik sebagai manajer Kopdes untuk memperkuat kelembagaan dan mendorong aktivitas ekonomi desa.
- Kopdes diharapkan meningkatkan pendapatan petani dengan menekan peran tengkulak, sementara kampus seperti UMSU diajak berkolaborasi mendukung program strategis pemerintah.
Medan, IDN Times - Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Panel Barus menjelaskan untuk strategis pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) terdapat enam variabel yang harus disiapkan sebelum operasionalisasi bisnis dilakukan.
Hal ini dikatakannya usai kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dengan menyoroti program prioritas pemerintah, khususnya pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP), pada Kamis (30/4/2026).
"Ada enam variabel yang harus dilaksanakan pemerintah sebelum operasional bisnis Kopdes itu sendiri. Tapi saya mau menjelaskan program koperasi desa ini didorong oleh Presiden Prabowo sejak tahun 2025 dan sekarang baru akan masuk operasionalisasi. Bahkan belum," katanya.
1. Fase membentuk kelembagaan sudah selesai

Program ini, kata dia telah dimulai sejak tahun 2025 yang didorong oleh Presiden Prabowo Subianto dan kini akan memasuki operasional.
Fase pertama adalah pembentukan kelembagaan sudah dilaksanakan sejak Maret sampai Juli tahun 2025
"Dilaunching kelembagaan itu oleh Presiden di Klaten 2025. Lalu, setelah fase pertama selesai masuk ke fase kedua, mau didorong bisnis gak punya infrastruktur bisnis akhirnya presiden perintahkan supaya Kopdes punya infrastruktur bisnis sarana dan prasarana dibangun.
2. Infrastruktur sarana dan prasarana sedang tahap pembangunan

Menurutnya, saat ini infrastruktur sarana dan prasarana sedang tahap pembangunan agar masyarakat di program Kopdes memiliki sarana dan prasarana.
"Nanti kalau lembaga dan pengurus sudah ada, sarana dan prasarana sudah ada tinggal jalan bisnisnya. Nanti fase ketiga operasionalisasi, dan itu sedang disiapkan," ungkap Panel.
3. Fase operasional merekrut 30 ribu kader menjadi manajer kopdes

Lanjutnya, Pemerintah juga merekrut 30 ribu kader terbaik bangsa untuk menjadi manajer koperasi desa.
"Dengan di fase operasional ini merekrut 30 ribu kader-kader terbaik bangsa untuk memimpin perubahan di desa tersebut menjadi menejer. Jadi, ini harus direspon saya lihat ribuan orang sudah mendaftar dan ini suatu kesempatan pada seluruh anak bangsa yang berkomitmen untuk membangun desanya melalui koperasi desa," jelasnya.
Untuk wilayah Sumatera Utara, Panel Barus menyebut terdapat lebih dari 6.000 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran program.
Panel Barus juga menyampaikan, kehadirannya di UMSU merupakan bagian dari upaya pemerintah menyosialisasikan program strategis kepada kalangan kampus. Ia menilai, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program nasional.
“Ya, hari ini saya setelah kembali dari Aceh Selatan bersama Pak Menteri melaksanakan aktivitas. Hari ini saya diundang oleh kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara untuk melaksanakan kuliah umum. Tentu kuliah umum ini saya gunakan untuk menyampaikan apa yang menjadi concern pemerintah dan program prioritas pemerintah,” ujarnya, usai kuliah umum 'Membangun Koperasi, Membangun Desa Makmur Bebas Dari Kemiskinan," tuturnya.
Dia juga menegaskan pentingnya keterlibatan dunia kampus dalam menyukseskan program pemerintah. Menurutnya, kampus bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan.
“Ini penting untuk kita sampaikan ke kalangan kampus, karena saya pikir kampus juga punya peran penting untuk bisa bersama-sama mensukseskan program strategis pemerintah,” katanya.
4. Hasil panen tidak lagi dibeli murah oleh tengkulak

Koperasi desa, lanjutnya, juga dapat membantu menekan harga kebutuhan pokok, menyediakan akses kredit dengan bunga rendah, serta berperan sebagai off-taker hasil produksi masyarakat.
“Hasil panen anggota tidak lagi dibeli murah oleh tengkulak, sehingga pendapatan masyarakat desa bisa meningkat,” ujarnya.
Terkait dampak ekonomi, ia menilai pertumbuhan ekonomi desa berpotensi meningkat secara signifikan jika program dijalankan secara optimal. Namun, ia menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan dasar terlebih dahulu.
“Kita bereskan dulu masalah kemiskinan, tingkatkan daya beli. Kalau konsumsi rumah tangga meningkat, maka pertumbuhan ekonomi juga akan terjadi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi terus memberikan dukungan, mulai dari pembentukan kelembagaan, pelatihan, hingga pendampingan.
“Sebanyak 160 ribu pengurus sudah kita latih dari total kebutuhan 640 ribu. Kita akan terus dorong agar program ini berjalan optimal,” pungkasnya.
5. Rektor UMSU mendorong para alumni untuk berperan aktif dalam program Kopdes

Sementara itu, Rektor UMSU Prof Akrim menambahkan UMSU berkomitmen menjadi bagian dari penggerak Asta Cita Presiden, salah satunya melalui koperasi desa. Pihaknya mendorong para alumni untuk berperan aktif dalam program ini.
"Saat ini sedang dibuka penerimaan Kepala Koperasi Merah Putih, sehingga kami mengajak semua pihak untuk turut mendukung bersama-sama. Harapan kami kepada seluruh alumni agar dapat bersama-sama menyukseskan program Bapak Presiden yang dinilai sangat baik," tutupnya.
Turut Hadir mendampingi Tenaga Ahli Deputi Kemenkop RI Toni Kristiastomo, Muhammad Hadi Kawahyu. Dari UMSU, Ketua BPH UMSU, Prof. Agussani, Rektor, Prof Akrim, Warek I, Prof Muhammad Arifin, Warek II Assoc Prof Rudianto, dan Dekan dan Wakil Dekan Se-UMSU.

















