Sri Warsida Isdati salah satu calon jemaah haji kloter 2 asal Langkat (IDN Times/Indah Permata Sari)
Nek Sri juga pernah menjadi seorang guru honorer yang mendapatkan gaji Rp300 ribu per bulan, saat itu ia masih gadis sudah bekerja keras hingga kini berjualan sarapan pagi agar bisa menabung.
"Saya ambil kelas 1 dan kelas 2 jurusan IPS di SMP PAB waktu, dan balik ke Binjai. Saya juga pernah ditarik untuk mengajar di TD. Pardede tapi saya bilang gak sanggup karena murah kali (gajinya)," sambung perempuan kelahiran 1951 ini.
Dia mengatakan sejak menjadi guru belum bisa menabung, karena penghasilan yang belum mencukupi. Hingga akhirnya ia berjualan sarapan hingga sampai saat ini bisa menyisihkan rezekinya. Ibu 5 anak ini telah berjualan sarapan pagi sejak tahun 2004. Berbagai upaya dilakukannya menambah penghasilan. Selain berjualan sarapan pagi, Nek Sri juga menjahit bordiran.
Kini Nek Sri bisa tersenyum semringah karena perjuangannya terbayar lunas. Ia sudah siap menjalani berbagai rangkaian ibadah haji. Meski di usia fisik yang tak lagi kokoh, Nek Sri punya tekad yang kuat untuk sehat dalam menjalani ibadah in. "Penyakit tidak ada, paling tensi saya 160. Pas sakit segitu (tensi), gak sakit juga segitu," pungkas Nek Sri.