Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Farrah Santriwati Darul Hikmah Medan Raih Beasiswa ke Kairo
ilustrasi santriwati (unsplash.com/Muh Makhlad)
  • Farrah Adiba Sinaga, santriwati Darul Hikmah TPI Medan, meraih Beasiswa Indonesia Bangkit LPDP Kementerian Agama untuk akselerasi S1-S2 Bahasa Arab di UIN Sunan Ampel Surabaya.
  • Pada waktu hampir bersamaan, Farrah juga diterima di Fakultas Syariah Islamiyah Universitas Al-Azhar Kairo; ia menyebut doa orang tua dan bimbingan guru sebagai kekuatan utama.
  • Pihak pesantren dan Kementerian Agama Medan menilai prestasi Farrah mencerminkan pendidikan pesantren yang memadukan akademik, disiplin, ilmu agama, dan akhlak untuk bersaing nasional-internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
7 Agustus 2026

Farrah Adiba Sinaga diumumkan sebagai penerima Beasiswa Indonesia Bangkit LPDP Kementerian Agama untuk Program Akselerasi S1 dan S2 Bahasa Arab di UIN Sunan Ampel Surabaya. Pada waktu yang hampir bersamaan, ia juga dinyatakan lulus di Fakultas Syariah Islamiyah Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

kini

Farrah mempersiapkan pendalaman ilmu Bahasa Arab dan syariah melalui beasiswa tersebut sebelum melanjutkan studi ke Al-Azhar Kairo serta mengabdi kepada umat dan bangsa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Farrah Adiba Sinaga meraih Beasiswa Indonesia Bangkit LPDP Kementerian Agama RI untuk Program Akselerasi S1 dan S2 Bahasa Arab di UIN Sunan Ampel Surabaya, serta lulus Fakultas Syariah Islamiyah Universitas Al-Azhar Kairo.
  • Who?
    Farrah Adiba Sinaga, santriwati 18 tahun dari Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan, menjadi penerima beasiswa. Yose Rizal dan Impun Siregar menyampaikan apresiasi atas pencapaiannya.
  • Where?
    Farrah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan. Program beasiswa berlangsung di UIN Sunan Ampel Surabaya, sementara ia dinyatakan lulus di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
  • When?
    Pengumuman penerima Beasiswa Indonesia Bangkit diterima Farrah pada Jumat, 7 Agustus 2026. Pada waktu yang hampir bersamaan, ia juga dinyatakan lulus di Universitas Al-Azhar Kairo.
  • Why?
    Farrah memperoleh beasiswa untuk memperdalam Bahasa Arab dan melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister. Ia menjalani persiapan melalui belajar, hafalan, diskusi, serta seleksi beasiswa dan perguruan tinggi.
  • How?
    Farrah lolos program akselerasi yang kompetitif setelah menjalani pendidikan pesantren dan persiapan seleksi. Ia menyebut doa orang tua, bimbingan ustaz dan ustazah, serta motivasi pimpinan pesantren sebagai kekuatan utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Farrah Adiba Sinaga dari pesantren di Medan menangis senang karena dapat beasiswa belajar Bahasa Arab sampai S2. Ia juga diterima di Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir. Farrah rajin belajar dan dibantu doa orang tua serta guru. Sekarang ia mau belajar lebih giat sebelum pergi ke Kairo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keberhasilan Farrah memperlihatkan bagaimana ketekunan belajar, dukungan keluarga, dan bimbingan pesantren dapat bertemu dalam peluang pendidikan yang nyata. Raihan beasiswa akselerasi sekaligus kelulusan di Al-Azhar memberi ruang bagi pendalaman Bahasa Arab dan syariah, sambil menegaskan nilai disiplin, akhlak, serta kerja keras dalam perjalanan seorang santri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Air mata Farrah Adiba Sinaga mengalir saat membuka pengumuman di layar ponsel. Nama santri Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan itu tercantum sebagai penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Agama RI Program Akselerasi S1 dan S2 Bahasa Arab di UIN Sunan Ampel Surabaya.

Pengumuman pada Jumat (7/8/2026) itu menjadi titik balik bagi Farrah. Di waktu yang hampir bersamaan, ia juga dinyatakan lulus di Fakultas Syariah Islamiyah Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

"Saya benar-benar menangis saat mengetahui lulus Beasiswa Akselerasi S1 dan S2 dari Kementerian Agama RI. Rasanya seperti mimpi. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena diberi kesempatan yang begitu besar. Beasiswa ini bukan hanya membantu pendidikan saya, tetapi juga menjadi amanah dan kepercayaan yang harus saya jaga dengan sungguh-sungguh," ujar Farrah.

1. Akui masih sulit percaya dapat lolos program akselerasi yang sangat kompetitif

Farrah Adiba Sinaga sebagai santriwati (Dok. Kemenag Sumut)

Santri berusia 18 tahun itu mengaku masih sulit percaya dapat lolos program akselerasi yang sangat kompetitif. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan hingga jenjang magister merupakan anugerah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Saya sangat bangga bisa mendapatkan Beasiswa Akselerasi S1 dan S2 dari Kementerian Agama RI. Ini adalah hadiah terbesar dalam perjalanan belajar saya di pesantren. Saya merasa semua lelah, doa, dan perjuangan selama ini benar-benar dijawab oleh Allah SWT. Saya ingin membuktikan bahwa santri juga mampu berprestasi dan bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," tuturnya.

2. Bagi Farrah doa orang tua dan bimbingan para guru sebagai kekuatan utama

ilustrasi santriwati (unsplash.com/Muhammad Adil)

Selama di Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah, Farrah dikenal tekun, disiplin, dan memiliki kecintaan besar terhadap Bahasa Arab serta ilmu-ilmu keislaman. Hari-harinya diisi dengan belajar, hafalan, diskusi, dan persiapan menghadapi seleksi beasiswa serta perguruan tinggi.

Bagi Farrah doa orang tua dan bimbingan para guru sebagai kekuatan utama.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua saya yang tidak pernah berhenti mendoakan, kepada para ustaz dan ustazah yang membimbing dengan penuh kesabaran, serta kepada pimpinan pesantren yang selalu memberikan motivasi. Beasiswa ini adalah milik kita semua. Saya hanya menjadi perantara dari doa dan harapan banyak orang," katanya.

3. Bukti kualitas pendidikan pesantren

ilustrasi kegiatan mingguan santriwati di pondok pesantren semi salaf-khalaf (Dok. Pribadi/Aqeera Danish)

Direktur Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Yose Rizal menilai Farrah sebagai santri berprestasi dengan akhlak baik.

"Farrah adalah contoh santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, dan rendah hati. Keberhasilannya meraih Beasiswa Akselerasi S1 dan S2 Kementerian Agama RI menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujar Yose Rizal.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A. Ia menyebut prestasi Farrah sebagai gambaran kekuatan pesantren dalam membentuk generasi berilmu dan berdaya saing global.

"Farrah Adiba Sinaga telah menunjukkan bahwa santri mampu menembus program beasiswa bergengsi yang disiapkan Kementerian Agama RI. Keunggulan pesantren terletak pada perpaduan antara penguatan akhlak, kedisiplinan, pendalaman ilmu agama, dan pengembangan kemampuan akademik. Dari lingkungan seperti inilah lahir generasi yang tangguh, mandiri, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Kami berharap prestasi Farrah menjadi inspirasi bagi seluruh santri di Kota Medan untuk terus belajar, berprestasi, dan mengharumkan nama bangsa," ungkap Impun Siregar.

Kini Farrah menatap masa depan dengan membawa amanah baru. Beasiswa Akselerasi S1 dan S2 dari Kementerian Agama RI menjadi jalan untuk memperdalam ilmu Bahasa Arab dan syariah, sebelum akhirnya melanjutkan studi ke Al-Azhar Kairo dan kembali mengabdi kepada umat dan bangsa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article