Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Calon Haji Termuda dari Embarkasi Medan Usia 15 Tahun, Tertua 89 Tahun
Rico Tri Putra Bayu Waas melakukan tepung tawar kepada calon jemaah haji sebagai bentuk melepas keberangkatan (Dok. Diskominfo Medan)
  • Sebanyak 1.883 calon jemaah haji asal Medan diberangkatkan, dengan usia termuda 15 tahun dan tertua 89 tahun, disertai prosesi tepung tawar sebagai doa keselamatan.
  • Rico Waas menekankan pentingnya menjaga kesehatan, kekompakan, serta saling membantu antarjemaah agar ibadah berjalan lancar dan menjadi representasi baik bangsa Indonesia di Tanah Suci.
  • Pemerintah Kota Medan memastikan keamanan rumah jemaah selama ibadah haji berlangsung dan menyerahkan cenderamata simbolis dalam acara pelepasan yang diakhiri tausiah Ketua MUI Medan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1447 Hijriah

Rico Tri Putra Bayu Waas melepas pemberangkatan 1.883 calon jemaah haji asal Kota Medan untuk musim haji 1447 Hijriah. Acara diwarnai dengan tradisi tepung tawar dan kegiatan halal bi halal.

kini

Pemerintah Kota Medan memastikan keamanan rumah jemaah yang berangkat serta memberikan cenderamata secara simbolis. Kegiatan ditutup dengan tausiah singkat oleh Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pelepasan 1.883 calon jemaah haji asal Kota Medan untuk musim haji 1447 Hijriah, disertai kegiatan halal bi halal dan tradisi tepung tawar sebagai doa keselamatan sebelum keberangkatan.
  • Who?
    Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin acara bersama Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, unsur Forkopimda, Kemenag Medan, tokoh agama, dan para calon jemaah haji.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara, dengan kehadiran pejabat pemerintah daerah serta ribuan calon jemaah yang akan berangkat menuju Tanah Suci.
  • When?
    Acara pelepasan dilaksanakan menjelang keberangkatan jemaah haji tahun 1447 Hijriah atau musim haji tahun ini; waktu pastinya belum disebutkan secara rinci.
  • Why?
    Pelepasan dilakukan sebagai bentuk dukungan dan doa agar para jemaah menjalankan ibadah dengan lancar, menjaga kesehatan, kekompakan, serta menjadi duta bangsa yang baik di Tanah Suci.
  • How?
    Kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan talbiyah, dilanjutkan sambutan pejabat daerah, pros
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang dari Medan mau pergi haji, ada yang muda umur 15 tahun dan ada yang tua umur 89 tahun. Pak Rico dan banyak pejabat datang melepas mereka. Ada doa, tepung tawar, dan nasihat supaya jaga kesehatan, saling bantu, dan tidak bertengkar. Rumah mereka juga dijaga biar aman saat mereka di Tanah Suci.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keberangkatan 1.883 calon jemaah haji asal Medan berlangsung hangat dan penuh makna, mencerminkan semangat kebersamaan lintas usia dari yang termuda 15 tahun hingga tertua 89 tahun. Dukungan pemerintah kota, doa bersama melalui tradisi tepung tawar, serta pesan solidaritas dan kepedulian menunjukkan kesiapan kolektif masyarakat dalam mengiringi perjalanan spiritual ini dengan rasa aman dan persaudaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Rico Tri Putra Bayu Waas melepas pemberangkatan 1.883 Calon jemaah Haji (Calhaj) asal Kota Medan untuk musim haji 1447 Hijriah. Dari data yang diperoleh jemaah haji Kota Medan tahun ini memiliki rentang usia yang cukup luas. Jemaah termuda berusia 15 tahun, sementara yang tertua mencapai 89 tahun. Selain itu, sekitar 4 persen atau sekitar 80 orang termasuk dalam kategori lansia di atas usia 80 tahun.

Prosesi pelepasan sekaligus kegiatan halal Bi halal ini turut diwarnai dengan tradisi tepung tawar sebagai bentuk doa dan harapan agar para jemaah memperoleh keselamatan serta menjadi haji yang mabrur.

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an dan lantunan kalimat Talbiyah ini dihadiri Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, Unsur Forkopimda, Kakan Kemenag Kota Medan Impun Siregar, Kakan Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan Mhd Bambang Irawan Hutasuhut, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, serta sejumlah tokoh agama, alim ulama dan para calon jemaah haji.

Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan pentingnya menjaga kesehatan, memperkuat solidaritas, serta menjunjung tinggi nama baik bangsa Indonesia selama berada di Tanah Suci.

"Berbahagialah Bapak Ibu sekalian, karena ini adalah panggilan dari Allah. Tidak semua yang mampu mendapat kesempatan ini,” kata Rico Waas .

Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, Unsur Forkopimda, Kakan Kemenag Kota Medan Impun Siregar, Kakan Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan Mhd Bambang Irawan Hutasuhut, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, serta sejumlah tokoh agama, alim ulama dan para calon jemaah haji.

1. Rico sebut kondisi fisik yang prima merupakan kunci utama

Rico Tri Putra Bayu Waas melakukan tepung tawar kepada calon jemaah haji sebagai bentuk melepas keberangkatan (Dok. Diskominfo Medan)

Perbedaan usia, dikatakan Rico membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang baik. Jemaah yang lebih muda diharapkan dapat membantu dan mendampingi para lansia agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar.

Kepada jamaah Calon Haji, Rico Waas mengingatkan bahwa kondisi fisik yang prima merupakan kunci utama dalam menjalankan ibadah haji. Ia juga mengimbau jemaah untuk saling peduli dan membangun semangat teamwork selama berada di Tanah Suci.

“Kita harus saling menjaga, baik kesehatan pribadi maupun sesama jemaah. Dengan kerja sama yang baik, insya Allah seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan lancar,” tegas Rico Waas.

Selain itu, Rico Waas juga berkelakar mengenai godaan kuliner di Arab Saudi yang didominasi olahan daging kambing. Ia mengingatkan jemaah agar tetap menjaga pola makan guna menghindari penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol.

2. Para jemaah diminta untuk menjaga kekompakan dan menghindari konflik

Rico Tri Putra Bayu Waas melakukan tepung tawar kepada calon jemaah haji sebagai bentuk melepas keberangkatan (Dok. Diskominfo Medan)

Selanjutnya, Rico Waas juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kekompakan dan menghindari konflik yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.

“Kesempatan berhaji ini tidak mudah didapat. Jangan disia-siakan hanya karena persoalan kecil. Jaga lisan, kendalikan emosi, dan fokuslah pada ibadah,” pesan Rico Waas.

Kemudian Rico Waas berpesan bahwa jemaah haji merupakan duta bangsa Indonesia di mata dunia, sehingga penting untuk menjaga kebersihan, ketertiban, serta mematuhi seluruh arahan petugas haji.

Prosesi pelepasan semakin bermakna dengan dilaksanakannya tepung tawar, sebuah tradisi yang sarat makna doa, keselamatan, dan keberkahan bagi para jemaah sebelum menunaikan ibadah haji.

3. Rico pastikan keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan jemaah

Rico Tri Putra Bayu Waas melakukan tepung tawar kepada calon jemaah haji sebagai bentuk melepas keberangkatan (Dok. Diskominfo Medan)

Rico Waas juga memastikan bahwa Pemerintah Kota Medan siap membantu menjaga keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Silakan berkoordinasi dengan pihak kewilayahan jika ada hal-hal yang perlu dipantau. Kami ingin Bapak dan Ibu berangkat dengan tenang tanpa rasa khawatir meninggalkan keluarga di rumah,” ungkap Rico Waas.

Selanjutnya acara pelepasan ini diisi dengan pemberian souvenir cenderamata kepada seluruh Calhaj yang diberikan oleh Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap secara simbolis. Kemudian dilanjutkan dengan tausiah singkat oleh Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum.

Editorial Team