Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rizky Pratama: Saya Bukan Malas Sekolah Tapi Hidup Memaksa Harus Bekerja

Kota Medan
Rizky Pratama: Saya Bukan Malas Sekolah Tapi Hidup Memaksa Harus Bekerja
Muhammad Rizky Pratama (13) siswa SRMP 2 Medan diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto pada Rapat di Gedung MPR RI, pada Jumat (14/8/2026). (Dok. TV Parlemen)
  • Muhammad Rizky Pratama, 13 tahun, kembali bersekolah di SRMP 2 Medan setelah sempat putus sekolah untuk membantu nenek berjualan ikan dan memenuhi kebutuhan adiknya.

  • Di Sekolah Rakyat, Rizky menikmati makan teratur, disiplin, serta belajar membaca dan berhitung kembali demi mengejar cita-citanya menjadi tentara.

  • Wali asuh menyebut perkembangan Rizky signifikan selama setahun: dari belum bisa membaca menjadi lebih termotivasi belajar, dengan sekolah sebagai rumah kedua penuh harapan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Kehidupan Muhammad Rizky Pratama (13) kini membuka bab baru bersama Sekolah Rakyat.

Sempat putus sekolah demi membantu neneknya berjualan ikan, kini Rizky kembali duduk di bangku belajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan. Ruang untuk bermimpi yang sempat tertunda, kini dirajut lagi, pelan-pelan namun penuh harapan.

Kisah Rizky sempat viral melalui video yang diunggah Kementerian Sosial RI. Dalam video itu, Rizky terlihat mengayuh sepeda sambil membawa 30 kg ikan untuk dijual dari pagi hingga siang. Saat itu usianya baru 12 tahun.

Rizky merupakan anak sulung, ada tiga adiknya berusia 2,5 dan 11 tahun. Mereka tinggal di sekitaran benteng dekat Sungai Deli Jalan Young Panah Hijau, Lingkungan 9, Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.

Kedua orangtuanya sudah bercerai, sehingga ia tinggal bersama kakek dan neneknya.

Neneknya harus menanggung 12 orang dalam satu rumah. Sehingga, Rizky harus membantu neneknya untuk ikut mencari kerang, menjual ikan dan lain-lain.

  1. 1. Sekolah bukan karena malas

    WhatsApp Image 2026-08-16 at 15.42.23.jpeg
    Muhammad Rizky Pratama (13) siswa SRMP 2 Medan (Dok. IG Kemensos RI)

    Rizky terpaksa meninggalkan sekolah bukan karena malas, melainkan karena hidup memaksanya bekerja.

    "Saya biasanya ke laut seperti nelayan biar saya membantu nenek saya, agar saya bisa beli susu adik saya dan popok adik saya," kata Rizky dalam video tersebut.

    Kini, kisah itu berganti. Rizky kembali duduk di bangku sekolah sebagai siswa SRMP 2 Medan.

    "Di sini saya sangat senang. Makan teratur, disiplin. Di sini saya diajari baca sama teman-teman. Enak di sini," ujarnya.

  2. 2. Merajut mimpi jadi tentara

    IMG-20260816-WA0033.jpg
    Muhammad Rizky Pratama, siswa SRMP 2 Medan yang kini kembali mengejar cita-cita menjadi tentara (Dok. Nanda for IDN Times)

    Pelan-pelan Rizky belajar membaca. Pelan-pelan ia belajar berhitung. Pelan-pelan pula ia kembali merajut mimpi. Dari sepeda dan ember ikan, menuju buku dan cita-cita.

    "Saya mau sekolah di sini biar saya pintar, menggapai cita-cita. Cita-cita saya menjadi tentara," ucapnya mantap.

  3. 3. Perubahan Rizky sangat signifikan selama satu tahun di Sekolah Rakyat

    IMG-20260816-WA0034.jpg
    Muhammad Rizky Pratama, siswa SRMP 2 Medan yang kini kembali mengejar cita-cita menjadi tentara (Dok. Nanda for IDN Times)

    Sebelumnya, menurut wali asuh SRMP 2 Medan, Nanda Nugraha Pandapotan Lubis, perubahan Rizky sangat signifikan selama satu tahun di Sekolah Rakyat. Dari anak yang awalnya tidak bisa membaca, kini motivasi belajarnya sudah jauh lebih baik.

    "Di Sekolah Rakyat ini dituntut kita berilmu dan kita harus beradab," kata Nanda.

    Bagi Rizky, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar. Ia adalah rumah kedua yang memberinya makan teratur, disiplin, dan harapan untuk mengangkat derajat keluarga dari lingkaran kemiskinan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More