Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bukan Erupsi Sinabung, Ini Penyebab Harga Cabai dan Tomat Sumut Naik

Kota Medan
Bukan Erupsi Sinabung, Ini Penyebab Harga Cabai dan Tomat Sumut Naik
Seorang anak memasangkan masker ke temannya di posko pengungsian erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026). Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengevakuasi 650 warga Desa Kuta Tengah ke posko tersebut setelah Gunung Sinabung erupsi pada Senin (31/8). (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
  • Harga cabai merah di Medan naik menjadi Rp55.000–Rp57.000 per kg, sedangkan tomat mencapai Rp15.000 per kg dibanding harga Jumat pekan lalu.
  • Pengamat menyebut erupsi Sinabung bukan penyebab utama karena panen di Kuta Buluh, Bintang Meriah, dan Deli Serdang masih aman; pasokan berkurang setelah panen Batubara berakhir.
  • Permintaan dari Aceh dan potensi musim kering di luar Sumatra Utara dapat membuat harga cabai bertahan mahal; pemerintah diminta mempermudah distribusi antardaerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times – Harga cabai merah dan tomat di Kota Medan naik tajam pada pekan ini. Kenaikan tersebut sempat memicu spekulasi bahwa gangguan distribusi akibat erupsi Gunung Sinabung menjadi penyebabnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Medan, harga cabai merah di Pasar Pusat dan Pasar Petisah saat ini berada di kisaran Rp55.000 hingga Rp57.000 per kg. Angka itu naik signifikan dibanding Jumat pekan lalu yang masih dihargai Rp38.000 hingga Rp44.000 per kg.

Sementara itu, harga tomat juga mengalami kenaikan. Saat ini tomat dijual Rp15.000 per kg, naik dari Rp12.000 per kg pada Jumat pekan lalu.

  1. 1. Spekulasi terkait dampak erupsi muncul di tengah masyarakat

    Tanaman tomat petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Magatan membusuk. IDN Times/ Riyanto.
    Tanaman tomat petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Magatan membusuk. IDN Times/ Riyanto.

    Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin, mengatakan spekulasi terkait dampak erupsi memang muncul di tengah masyarakat.

    "Naiknya harga komoditas ini memicu spekulasi bahwa lompatan harga lebih banyak dipengaruhi oleh gangguan distribusi dan produksi akibat erupsi Gunung Sinabung," ujar Gunawan, Selasa (1/9/2026).

  2. 2. Panen di Kuta Buluh dan Beringin Masih Aman

    Ilustrasi cabai merah keriting.
    Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)

    Namun berdasarkan hasil observasi di lapangan, Gunawan menilai erupsi Gunung Sinabung belum menjadi penyebab utama kenaikan harga.

    Saat ini panen cabai merah justru tengah berlangsung di Desa Kuta Buluh dan Bintang Meriah. Dua wilayah tersebut merupakan pemasok cabai merah terbesar dan masih relatif aman dari dampak erupsi.

    Dari dataran rendah, pasokan juga datang dari Deli Serdang, tepatnya Desa Beringin dan sekitarnya.

    "Sehingga saya menarik kesimpulan bukan karena erupsi Sinabung sehingga harga kebutuhan pangan alami kenaikan," kata Gunawan.

    Ia menjelaskan, penyebab utama penurunan pasokan justru berasal dari berakhirnya musim panen di Kabupaten Batubara. Berkurangnya produksi dari wilayah itu dinilai menjadi pemicu utama minimnya pasokan cabai merah.

    Ditambah lagi, kebutuhan cabai merah untuk wilayah Aceh saat ini juga dipenuhi dari produksi Sumatra Utara.

  3. 3. Potensi harga bertahan mahal

    Tanaman cabai petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Magatan terserang patek. IDN Times/ Riyanto.
    Tanaman cabai petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Magatan terserang patek. IDN Times/ Riyanto.

    Meski demikian, Gunawan mengingatkan erupsi Gunung Sinabung tetap berpotensi menjadi pemicu kenaikan harga jika berlangsung lama. Karena itu mitigasi kebijakan untuk menyelamatkan petani dan produk pertanian dinilai penting dilakukan.

    Di sisi lain, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap faktor eksternal. Beberapa wilayah di luar Sumatra Utara saat ini tengah menghadapi musim kering yang berpotensi berlangsung lama.

    "Kondisi ini berpeluang menciptakan potensi peningkatan permintaan dari luar Sumut. Sehingga bisa memicu kenaikan harga cabai ataupun setidaknya membuat harga cabai merah bertahan mahal," jelasnya.

    Ia menambahkan, mitigasi dari pedagang besar sebenarnya sudah dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga. Namun peran pemerintah juga dibutuhkan untuk mempermudah distribusi barang antar daerah.

    "Yang penting letusan ini diharapkan bisa segera berakhir, sehingga bisa mengurangi kecemasan petani dan menciptakan kestabilan harga di lapangan," pungkas Gunawan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More