Gunung Sinabung Status Siaga, 280 Orang Diungsikan ke Sukatepu

- Pemprov Sumut menangani pengungsian akibat aktivitas Gunung Sinabung yang masih berstatus Level III (Siaga).
- Sebanyak 280 warga Kuta Tengah dipindahkan ke Pos Pengungsian Suka Tepu dari sekitar 600 penduduk desa.
- Fasilitas posko, kebutuhan pokok, transportasi sekolah, serta penjagaan ladang dan ternak disiapkan selama pengungsian.
Karo, IDN Times — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat penanganan warga yang mengungsi akibat aktivitas Gunung Sinabung. Salah satu fokusnya memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi agar mereka tidak tergoda kembali ke permukiman yang masih berada di wilayah berbahaya.
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengecek langsung kondisi pengungsi di Posko Pengungsian dan Posko Kesehatan Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026). Sebelumnya, Bobby memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bersama Forkopimda dan Badan Geologi Kementerian ESDM di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung.
1. Sebanyak 280 warga Kuta Tengah sudah dievakuasi

Seorang anak memasangkan masker ke temannya di posko pengungsian erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026). Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengevakuasi 650 warga Desa Kuta Tengah ke posko tersebut setelah Gunung Sinabung erupsi pada Senin (31/8). (ANTARA FOTO/Yudi Manar) Evakuasi menjadi salah satu prioritas Pemprov Sumut menyusul aktivitas Gunung Sinabung yang masih berada pada zona bahaya. Desa Kuta Tengah menjadi salah satu wilayah yang dikosongkan. Dari sekitar 600 penduduk desa tersebut, sebanyak 280 jiwa telah dipindahkan ke Pos Pengungsian Suka Tepu.
Saat berdialog dengan warga, Bobby meminta mereka tidak terburu-buru pulang. Menurutnya, masyarakat harus menunggu arahan pemerintah sebelum kembali ke rumah masing-masing. Imbauan ini penting karena kondisi Gunung Sinabung masih belum dinyatakan aman untuk warga yang berada di zona merah.
Pemerintah juga berupaya membuat kondisi pengungsian senyaman mungkin. Fasilitas tidur, air bersih, toilet, penerangan, hingga kebutuhan konsumsi menjadi bagian yang diperiksa dan dipenuhi selama masa tanggap darurat.
2. Fasilitas pengungsian dibenahi agar warga tak pulang

Sejumlah siswa SD Negeri 047174 mengikuti belajar mengajar saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026). Pusat Vulcanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyampaikan bahwa tingkat aktivitas Gunung Sinabung berada di level III atau siaga sehingga masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa yang sudah direlokasi. (ANTARA FOTO/Yudi Manar) Bobby mengatakan kelayakan tempat pengungsian menjadi bagian penting dalam proses evakuasi. Pemerintah tidak ingin kondisi posko justru membuat warga memilih kembali ke rumah meski ancaman erupsi masih ada.
"Tadi yang disiapkan, kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah. Ini yang kita pastikan, baik dari fasilitas tempat mereka tidur, air, toilet, dan juga makannya," ucap Bobby Nasution.
Pemprov Sumut kemudian menstandardisasi fasilitas tempat tidur, termasuk memastikan tersedianya tikar dan selimut. Pasokan air bersih juga diperhatikan, sementara penerangan ditambah dan kebersihan toilet serta fasilitas sanitasi ditingkatkan. Makanan dan minuman bagi pengungsi turut dipastikan tersedia, dengan armada pendukung disiagakan untuk mendistribusikan kebutuhan pokok.
Tidak hanya kebutuhan sehari-hari, pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk aktivitas warga selama mengungsi. Bus khusus akan disediakan untuk mengangkut anak-anak sekolah yang terdampak evakuasi.
3. TNI-Polri diminta jaga ladang dan ternak warga

Erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Senin (31/8/2026). (Dok: PVMBG) Persoalan pengungsi bukan hanya soal tempat tinggal sementara. Warga yang meninggalkan rumah juga harus memikirkan lahan pertanian dan hewan ternak yang tidak bisa dibawa seluruhnya ke lokasi pengungsian.
Karena itu, Bobby meminta personel TNI dan Polri ikut disiagakan untuk menjaga ladang serta ternak milik warga selama mereka mengungsi. Pemerintah berharap langkah ini dapat membuat warga lebih tenang meninggalkan rumah dan tidak merasa harus kembali ke kawasan yang masih berisiko.
Di sisi lain, Kepala Pos PGA Sinabung Badan Geologi Kementerian ESDM, Armen Putra, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Aktivitas Gunung Sinabung saat ini masih berada pada Status Level III (Siaga).
Armen menyebut pengosongan permukiman merupakan bagian dari mitigasi yang harus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari aktivitas vulkanik Gunung Sinabung. Pemantauan terus dilakukan secara ketat. Evaluasi penurunan status menjadi Level II (Waspada) baru dapat direkomendasikan setelah kondisi gunung dinilai memungkinkan.















