Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Erupsi Sinabung, 21 Penerbangan Kualanamu Dibatalkan

Kota Medan
Erupsi Sinabung, 21 Penerbangan Kualanamu Dibatalkan
Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. (IDN Times/Prayugo Utomo)
Share Article

Deli Serdang, IDN TimesErupsi Gunung Sinabung sejak Senin (31/8/2026) berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Hingga Selasa (1/9/2026), sebanyak 20 penerbangan dari dan menuju Kualanamu tercatat dibatalkan.

Jumlah penerbangan terdampak masih dapat berubah mengikuti kondisi abu vulkanik dan keputusan operasional masing-masing maskapai.

  1. 1. Abu vulkanik Sinabung ganggu penerbangan Kualanamu

    IMG-20250617-WA0135.jpg
    Suasana Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) Deli Serdang usai pesawat Saudi Arabian Airlines mendarat darurat, Selasa (17/6/2025) (IDN Times/Prayugo Utomo)

    Dampak erupsi Gunung Sinabung membuat sejumlah maskapai melakukan penyesuaian terhadap jadwal penerbangan dari dan menuju Kualanamu. Penyesuaian itu berupa keterlambatan, perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan untuk rute domestik maupun internasional.

    PT Angkasa Pura Aviasi menyatakan seluruh penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

    Berdasarkan data sementara hingga Selasa (1/9/2026), terdapat 20 penerbangan yang dibatalkan. Sementara jika memasukkan pembatalan yang telah diinformasikan sejak Senin (31/8/2026), total sementara mencapai 21 penerbangan.

    Kondisi tersebut masih dinamis dan jumlah penerbangan yang terdampak dapat berubah menyesuaikan perkembangan sebaran abu vulkanik serta keputusan masing-masing maskapai.

  2. 2. Kualanamu sempat ditutup sementara pada 1 September

    IMG_20251003_101525.jpg
    Pesawat Etihad rute Kualanamu - Abu Dhabi saat parkir (IDN Times/Eko Agus Herianto)

    Sebagai langkah keselamatan, AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM A3250/26 yang menginformasikan penutupan sementara aerodrome Bandar Udara Internasional Kualanamu pada Selasa (1/9/2026). Penutupan sementara tersebut berlaku mulai pukul 10.50 WIB hingga 12.45 WIB akibat dampak abu vulkanik Gunung Sinabung.

    Informasi mengenai penutupan aerodrome bersifat dinamis dan dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi terkini. PT Angkasa Pura Aviasi bersama stakeholder terkait juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap situasi di lapangan.

    Dedy Sri Cahyono, Plt Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi Bandar Udara Internasional Kualanamu, mengatakan keselamatan pengguna jasa tetap menjadi prioritas di tengah gangguan operasional tersebut.

    “Keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama kami. Bersama seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan terkait, kami terus melakukan koordinasi serta memantau perkembangan kondisi terkini. Penyesuaian operasional akan dilakukan sesuai kebutuhan dengan tetap mengacu pada aspek keselamatan penerbangan,” ujarnya.

  3. 3. Penumpang diminta cek status penerbangan sebelum ke bandara

    Suasana kepadatan penumpang di terminal keberangkatan Bandara Internasional Kualanamu, Minggu (8/4/2024). (IDN Times/Prayugo Utomo)
    Suasana kepadatan penumpang di terminal keberangkatan Bandara Internasional Kualanamu, Minggu (8/4/2024). (IDN Times/Prayugo Utomo)

    PT Angkasa Pura Aviasi mengatakan koordinasi dengan seluruh pihak terkait akan terus dilakukan sampai operasional penerbangan kembali berjalan normal.

    Pihaknya juga mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Kualanamu untuk memeriksa kembali status penerbangannya sebelum berangkat ke bandara.

    Pengecekan dapat dilakukan melalui kanal informasi resmi maskapai masing-masing. Penumpang juga diminta mengikuti informasi terbaru mengenai kondisi operasional penerbangan.

    PT Angkasa Pura Aviasi menyatakan akan terus menyampaikan pembaruan sesuai perkembangan situasi serta informasi dari otoritas dan pihak terkait.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More