Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Vakum 16 Tahun, KAI Buka Peluang Hidupkan Kembali Kereta Medan-Belawan

Kota Medan
Vakum 16 Tahun, KAI Buka Peluang Hidupkan Kembali Kereta Medan-Belawan
Stasiun kereta api di Belawan (Dok. KAI Divre I Sumut)
  • KAI Divre I Sumatra Utara membuka peluang menghidupkan kembali layanan penumpang Medan–Belawan yang berhenti sejak 2010 akibat penurunan peminat.
  • Wacana tersebut dibahas saat kunjungan Kemenko Infrastruktur ke Stasiun Belawan untuk meninjau potensi serta kesiapan sarana-prasarana perkeretaapian kawasan pelabuhan.
  • Saat ini Belawan berfokus sebagai simpul logistik; reaktivasi penumpang masih menunggu kajian kebutuhan masyarakat, pola perjalanan, prasarana, dan operasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times – Layanan kereta api penumpang relasi Medan–Belawan yang telah berhenti beroperasi sejak 2010 berpotensi dihidupkan kembali.

Wacana tersebut mengemuka saat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra Utara mendampingi kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ke Stasiun Belawan, Senin (31/8/2026).

Kunjungan dipimpin Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko Infra, Hermin Esti Setyowati, untuk meninjau potensi dan kesiapan sarana-prasarana perkeretaapian di kawasan pelabuhan.

  1. 1. Stasiun Belawan pernah melayani penumpang melalui KA Srilelawangsa sebagai pemadu moda transportasi laut menuju pusat Kota Medan

    IMG-20260831-WA0027.jpg
    Stasiun kereta api di Belawan (Dok. KAI Divre I Sumut)

    Manager Humas KAI Divre I Sumatra Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan secara historis Stasiun Belawan pernah melayani penumpang melalui KA Srilelawangsa sebagai pemadu moda transportasi laut menuju pusat Kota Medan. Operasionalnya dihentikan pada 2010 akibat penurunan jumlah peminat.

    "Kini peran Stasiun Belawan lebih dominan sebagai simpul logistik. Namun kami terbuka untuk mengkaji kembali potensi layanan penumpang," ujar Anwar di Medan.

  2. 2. Fokus utama saat ini adalah gerbang logistik

    IMG-20260831-WA0025.jpg
    Stasiun kereta api di Belawan (Dok. KAI Divre I Sumut)

    Saat ini, Stasiun Belawan diperkuat sebagai gerbang logistik yang terintegrasi langsung dengan Pelabuhan Belawan.

    Berdasarkan data KAI Divre I Sumut, hingga Agustus 2026 angkutan barang di stasiun tersebut mencatat bongkaran 27.460 ton crude palm oil (CPO) dan 537 ton lateks dari pabrik perkebunan menuju pelabuhan.

    Untuk angkutan peti kemas, dilayani sebanyak 18.636 twenty-foot equivalent unit (TEUs). Rinciannya 12.773 TEUs untuk muat dan 5.863 TEUs untuk bongkar. Volume muat peti kemas bahkan naik 83 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 6.974 TEUs.

    "Distribusi peti kemas dari Stasiun Belawan menyuplai simpul ekonomi daerah, seperti Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Ini turut menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga di Sumatra Utara," jelas Anwar.

  3. 3. Tunggu kajian komprehensif

    IMG-20260831-WA0024.jpg
    Stasiun kereta api di Belawan (Dok. KAI Divre I Sumut)

    Anwar menegaskan, pengaktifan kembali angkutan penumpang memerlukan kajian menyeluruh. Aspek yang dipertimbangkan meliputi kebutuhan masyarakat, pola perjalanan, kesiapan prasarana, hingga aspek operasional.

    "KAI siap mendukung koordinasi dan kajian teknis bersama pemangku kepentingan. Tujuannya untuk mengoptimalkan potensi konektivitas serta memperkuat peran Stasiun Belawan, baik sebagai pusat integrasi logistik maupun angkutan penumpang di masa mendatang," tutup Anwar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More