- BMW Seri 7: Depresiasi hingga 56,9% dalam lima tahun. Biaya perawatan yang tinggi dan konsumsi bahan bakar yang boros menjadi penyebab utama penurunan harga mobil ini.
- Maserati Ghibli: Mengalami depresiasi 56,3%. Meski memiliki performa tinggi, biaya perawatan yang mahal menjadi alasan mengapa harga jual kembali mobil ini jatuh tajam.
- Jaguar XF: Depresiasi mencapai 54%. Keterbatasan permintaan dan biaya pemeliharaan yang tinggi menyebabkan mobil ini cepat kehilangan nilainya.
6 Jenis Mobil Bekas yang Harga Jualnya Cepat Anjlok, Kamu Wajib Tahu

- Depresiasi penting dipertimbangkan saat membeli mobil bekas karena menentukan besarnya selisih harga beli dan nilai jual kembali di masa depan.
- Mobil mewah Eropa, sport, sedan premium, merek Amerika-Korea, model discontinue, serta desain niche cenderung cepat turun nilai akibat biaya, permintaan, dan purnajual.
- Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, dan Honda Mobilio disebut lebih stabil, dengan depresiasi sekitar 4–8 persen dalam lima tahun berkat permintaan tinggi dan perawatan terjangkau.
Bagi penggemar otomotif, membeli mobil bekas bukan sekadar mencari kendaraan dengan harga terjangkau. Ada faktor lain yang tak kalah penting untuk diperhitungkan, yaitu depresiasi atau penurunan nilai mobil dari waktu ke waktu.
Hal ini penting terutama bagi kamu yang berencana menjual kembali mobil tersebut di kemudian hari. Semakin tinggi tingkat depresiasinya, semakin besar pula potensi selisih antara harga saat membeli dan harga ketika mobil dijual kembali.
Tidak semua mobil mengalami penurunan harga dengan tingkat yang sama. Beberapa model bahkan memiliki depresiasi yang cukup tajam, sehingga pemilik berpotensi mengalami kerugian lebih besar saat menjualnya kembali.
Karena itu, jangan hanya tergiur harga beli yang murah. Sebelum memutuskan membeli mobil bekas, ada baiknya mengetahui seberapa besar nilai jualnya berpotensi turun.
Lantas, mobil bekas apa saja yang mengalami depresiasi terbesar? Berikut beberapa model yang perlu kamu pertimbangkan sebelum membelinya.
1. Mobil mewah Eropa

Ilustrasi Mobil Maserati GranTurismo Folgore (maserati.com) Mobil mewah Eropa, meskipun menawarkan kualitas dan teknologi canggih, sering kali mengalami depresiasi yang cepat. Beberapa model yang mengalami penurunan harga signifikan antara lain:
Bagi Anda yang tertarik dengan mobil mewah, pertimbangkan biaya jangka panjang sebelum memutuskan membeli.
2. Mobil sport dan sedan premium

Ilustrasi Mobil BMW M5 (bmw-m.id) Mobil sport dan sedan premium menawarkan performa luar biasa, namun cenderung mengalami depresiasi yang tinggi. Beberapa model yang harganya turun drastis adalah:
- Audi S5: Depresiasi 59,4% dalam lima tahun.
- Maserati GranTurismo: Penurunan harga hingga 60,5%.
- BMW M5: Depresiasi sebesar 61,8%.
Mobil-mobil ini memang menawarkan pengalaman berkendara yang memuaskan, tetapi biaya perawatan dan konsumsi bahan bakar yang tinggi membuat nilai jual kembali mereka jatuh dengan cepat.
3. Mobil merek Amerika dan Korea

Ilustrasi Mobil Ford Ranger (ford.co.id) Merek mobil dari Amerika dan Korea, seperti Ford, Chevrolet, Hyundai, dan Kia, juga sering mengalami depresiasi besar. Beberapa model dari merek ini kurang diminati di pasar bekas karena faktor reputasi merek dan keterbatasan layanan purna jual.
Mobil-mobil ini sering kali lebih cepat kehilangan nilainya dibandingkan dengan merek lain yang lebih mapan.
4. Mobil yang sudah tidak diproduksi

Ilustrasi Mobil Isuzu Panther (isuzutruk.id) Model mobil yang sudah tidak diproduksi cenderung mengalami depresiasi lebih cepat. Kekurangan suku cadang dan layanan purna jual yang terbatas menyebabkan mobil-mobil ini lebih sulit dijual kembali. Beberapa contoh adalah Nissan March, Honda Jazz, dan Isuzu Panther. Model-model yang sudah tidak diproduksi lagi sering kali terjebak dalam penurunan harga yang tajam.
5. Mobil dengan desain unik

Ilustrasi Mobil Honda CR-Z (honda-indonesia.com) Mobil dengan desain yang sangat unik atau niche market cenderung mengalami depresiasi yang lebih besar. Beberapa model seperti Honda CR-Z dan Toyota C-HR memiliki desain yang sangat khas, namun hal ini justru menyebabkan mobil-mobil ini kurang diminati di pasar bekas.
Desain yang tidak sesuai dengan selera mayoritas pembeli mengakibatkan harga jual mereka cepat turun.
6. Mobil dengan depresiasi rendah

Ilustrasi Mobil Toyota Avanza (toyota.astra.co.id) Di sisi lain, ada beberapa mobil yang memiliki depresiasi lebih rendah dan cenderung lebih stabil di pasar bekas. Mobil seperti Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, dan Honda Mobilio memiliki permintaan pasar yang tinggi, biaya perawatan terjangkau, dan daya tahan yang baik. Depresiasi mobil-mobil ini hanya sekitar 4-8 persen dalam lima tahun, menjadikannya pilihan yang bijak untuk investasi jangka panjang.
Memahami depresiasi mobil sangat penting bagi penggemar otomotif yang ingin membeli mobil bekas. Mobil mewah, mobil sport, dan model dengan desain unik seringkali mengalami penurunan harga yang tajam. Namun, jika Anda mencari mobil bekas dengan nilai jual kembali yang lebih stabil, pilihan seperti Toyota Avanza atau Mitsubishi Xpander lebih disarankan. Selalu pertimbangkan depresiasi sebelum membeli mobil, terutama jika Anda berniat menjualnya kembali di masa depan.














![[BREAKING] Gunung Sinabung Erupsi, Kawasan Danau Lau Kawar Ditutup](https://image.idntimes.com/post/20231031/234200724-909534509599126-1080077558241490122-n-9c1b3d886f1892ace56555052f878904.jpg)




