Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Erupsi Sinabung, 55 Penerbangan di Kualanamu Dibatalkan

Kota Medan
Erupsi Sinabung, 55 Penerbangan di Kualanamu Dibatalkan
Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) Deli Serdang (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • Erupsi Gunung Sinabung memicu pembatalan 55 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu hingga pukul 16.00 WIB, 1 September 2026.
  • Selain pembatalan, enam penerbangan dijadwal ulang dan 11 lainnya terlambat; status penerbangan masih dinamis mengikuti sebaran abu vulkanik serta keputusan maskapai.
  • Kualanamu kembali beroperasi normal sejak pukul 14.07 WIB setelah sempat ditutup, tetapi penumpang diminta memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Karo, IDN Times — Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang. Sebanyak 55 penerbangan dari dan menuju Kualanamu dibatalkan akibat dampak abu vulkanik.

Selain pembatalan, enam penerbangan mengalami penyesuaian waktu atau retime dan 11 penerbangan lainnya mengalami keterlambatan atau delay. Data tersebut merupakan pembaruan sementara hingga pukul 16.00 WIB pada 1 September 2026.

  1. 1. Selain dibatalkan, ada yang delay

    Suasana di Terminal Keberangkatan Bandara Kualanamu (IDN Times/Doni Hermawan)
    Terminal Keberangkatan Bandara Kualanamu (IDN Times/Doni Hermawan)

    Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, mengatakan kondisi penerbangan masih bersifat dinamis. Perubahan status penerbangan bergantung pada perkembangan sebaran abu vulkanik serta keputusan operasional masing-masing maskapai.

    "Berdasarkan data update sementara yang kami terima pukul 16.00 WIB, 1 September 2026, dampak abu vulkanik menyebabkan 55 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu dibatalkan, sementara 6 penerbangan mengalami penyesuaian waktu atau retime, dan 11 penerbangan yang delay," ungkap Hikmat dalam keterangan tertulisnya.

  2. 2. Status bandara sudah kembali beroperasi normal setelah sempat ditutup

    Bandara Kualanamu (IDN Times/Doni Hermawan)
    Bandara Kualanamu (IDN Times/Doni Hermawan)

    Menurut Hikmat, aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional. Karena itu, jumlah penerbangan yang terdampak masih dapat berubah mengikuti kondisi abu vulkanik di sekitar jalur penerbangan.

    PT Angkasa Pura Aviasi juga terus berkoordinasi dengan maskapai, AirNav Indonesia, Otoritas Bandara, serta pemangku kepentingan penerbangan lainnya untuk merespons perkembangan situasi.

    Di tengah gangguan penerbangan tersebut, operasional Bandara Internasional Kualanamu sebenarnya telah kembali dibuka. Berdasarkan NOTAM A3254/26 yang diterbitkan AirNav Indonesia, bandara dinyatakan Aerodrome Resumed Normal Operation atau kembali beroperasi normal mulai pukul 07.07 UTC atau pukul 14.07 WIB pada 1 September 2026.

    Sebelumnya, aktivitas penerbangan di Kualanamu sempat dihentikan sementara sejak pukul 10.50 WIB. Dengan adanya pemberitahuan tersebut, bandara tidak lagi berada dalam status penutupan atau hold.

    Meski demikian, dibukanya kembali bandara bukan berarti seluruh penerbangan langsung berjalan sesuai jadwal. "Namun perlu kami sampaikan bahwa status penerbangan masing-masing maskapai masih dapat mengalami penyesuaian, baik berupa retime, delay maupun pembatalan, sesuai pertimbangan operasional dan keselamatan masing-masing maskapai serta perkembangan kondisi abu vulkanik," jelas Hikmat.

  3. 3. Penumpang perlu mengecek kembali status penerbangan masing-masing melalui kanal resmi maskapai

    Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara. (dok. Angkasa Pura II)
    Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara. (dok. Angkasa Pura II)

    PT Angkasa Pura Aviasi mengimbau calon penumpang untuk tidak hanya mengandalkan informasi mengenai status operasional bandara. Penumpang perlu mengecek kembali status penerbangan masing-masing melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke Kualanamu.

    "Dari sisi pelayanan, kami terus mendorong penyampaian informasi penerbangan secara berkala kepada pengguna jasa serta mengimbau calon penumpang untuk memastikan kembali status penerbangannya melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara," kata Hikmat.

    Hikmat memahami pembatalan, keterlambatan, maupun perubahan jadwal dapat mengganggu perjalanan penumpang. Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat kondisi tersebut.

    "Karena itu, koordinasi dan pelayanan kepada pengguna jasa terus kami optimalkan, dengan tetap menempatkan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama," ucap Hikmat.

    Gangguan penerbangan tersebut terjadi setelah Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali menunjukkan aktivitas letusan pada Senin, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 10.17 WIB. Saat itu, gunung api tersebut mengeluarkan abu berwarna hitam dengan ketinggian mencapai 3.500 meter di atas puncak.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More