Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sumut se-Pekan ke Depan
ilustrasi hujan asam (pexels.com/Chris F)
  • BMKG Wilayah I memprediksi cuaca Sumatra Utara sepekan ke depan bervariasi, dari cerah hingga hujan ringan dan lebat, dengan suhu 23–33 derajat Celsius.
  • Konvergensi, belokan angin, kelembapan lapisan atas, dan gelombang atmosfer lokal mendukung awan cumulonimbus yang dapat memicu hujan lebat serta angin kencang.
  • BMKG mengimbau warga waspada banjir, genangan, pohon tumbang, dan longsor, serta memantau peringatan dini resmi, terutama saat beraktivitas luar ruang dan di wilayah rawan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu (2/8/2026)

BMKG Sumatra Utara menyatakan dinamika atmosfer dipengaruhi konvergensi, belokan angin, kelembapan udara, dan gelombang atmosfer lokal. Kondisi ini memicu potensi hujan lebat serta angin kencang.

sepekan ke depan

BMKG memprediksi cuaca Sumatra Utara bervariasi dari cerah hingga hujan ringan sampai lebat. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, banjir, longsor, dan pohon tumbang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG Wilayah I memprediksi cuaca Sumatra Utara selama sepekan bervariasi, dari cerah hingga hujan ringan sampai lebat, dengan potensi kilat, petir, dan angin kencang.
  • Who?
    BMKG Wilayah I dan prakirawan Defri Mandoza menyampaikan prakiraan serta imbauan kewaspadaan kepada masyarakat Sumatra Utara.
  • Where?
    Wilayah Sumatra Utara, termasuk dataran rendah dan perkotaan seperti Kota Medan dan sekitarnya.
  • When?
    Prakiraan berlaku untuk sepekan ke depan, disampaikan Defri Mandoza pada Minggu, 2 Agustus 2026.
  • Why?
    Daerah konvergensi, belokan angin di Sumatra bagian utara, kelembapan lapisan atas yang basah, dan dinamika gelombang atmosfer lokal mendukung pertumbuhan awan hujan serta cumulonimbus.
  • How?
    BMKG mengimbau warga memantau pembaruan cuaca dan peringatan dini melalui @infobmkgsumut, serta menyiapkan antisipasi saat beraktivitas di luar ruangan, daerah rawan banjir, dan perbukitan rawan longsor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BMKG bilang Sumatra Utara bisa punya cuaca berbeda selama seminggu. Kadang cerah, kadang berawan, dan bisa hujan deras. Angin juga bisa kencang, ada kilat dan petir. Orang-orang di Medan dan tempat lain diminta hati-hati karena bisa ada banjir, pohon jatuh, dan tanah longsor. Mereka diminta melihat info cuaca terbaru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Prakiraan terperinci BMKG memberi masyarakat Sumatra Utara ruang untuk memahami perubahan cuaca selama sepekan, dari suhu hingga potensi hujan dan angin kencang. Ketersediaan pembaruan real time serta peringatan dini melalui kanal resmi menjadi dasar yang jelas bagi warga, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruang atau tinggal di kawasan rentan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I memprediksi kondisi cuaca di wilayah Sumatra Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan bervariasi.

Cuaca sepekan yang bervariasi ini mulai dari cerah, berawan, hingga hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di beberapa kawasan.

1. Suhu udara berkisar antara 23°C hingga 33 derajat Celcius

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Genaro Servín)

Prakirawan BMKG Sumatra Utara, Defri Mandoza, mengatakan suhu udara berkisar antara 23 derajat Celcius hingga 33 derajat Celcius.

Untuk wilayah dataran rendah dan perkotaan seperti Kota Medan dan sekitarnya, suhu maksimum rata-rata berada di kisaran 32 derajat Celcius - 33 derajat Celcius.

2. Dipengaruhi konvergensi dan gelombang atmosfer

ilustrasi hujan asam (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Menurut Defri, kondisi dinamika atmosfer di wilayah Sumatra Utara saat ini dipengaruhi oleh adanya daerah konvergensi dan belokan angin di sekitar wilayah Sumatra bagian utara. Kondisi tersebut mendukung proses pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, kelembapan udara lapisan atas yang cukup basah serta dinamika gelombang atmosfer lokal meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif jenis cumulonimbus.

"Kondisi ini menjadi pemicu terjadinya hujan lebat dan angin kencang," ujar Defri Mandoza, pada IDN Times, Minggu (2/8/2026).

3. Imbauan waspada cuaca ekstrem

ilustrasi hujan deras (unsplash.com/Christopher)

BMKG Wilayah I mengimbau masyarakat di Sumatra Utara agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Potensi tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Kondisi itu berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, pohon tumbang, serta tanah longsor.

"Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini secara real time melalui kanal resmi @infobmkgsumut," kata Defri.

Masyarakat juga diminta menyiapkan langkah antisipasi, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan, daerah rawan banjir, dan wilayah perbukitan yang rawan longsor.

Curated For You

Editorial Team

Related Article