Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Perkirakan Hujan Lebat di Sumut hingga 19 Oktober, Ini Sebabnya

Kota Medan
3 min read
BMKG Perkirakan Hujan Lebat di Sumut hingga 19 Oktober, Ini Sebabnya
Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra)
  • BMKG memprakirakan seluruh Sumatera Utara diguyur hujan sedang hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang, pada 12-19 Oktober 2026.

  • Cuaca ekstrem dipicu gelombang Rossby dan MJO, konvergensi, belokan angin, serta labilitas udara kuat yang meningkatkan suplai uap air dan pertumbuhan awan hujan.

  • Sebanyak 32 daerah, termasuk Medan, Deli Serdang, Langkat, Simalungun, hingga wilayah Nias, berpotensi hujan sedang-lebat; warga diminta mengikuti informasi resmi BMKG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I Medan mengeluarkan prospek cuaca mingguan untuk periode 12-19 Oktober 2026. Seluruh wilayah Sumatra Utara diprediksi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang.

Dalam rilisnya, BMKG mencatat dalam sepekan terakhir, Sumut telah mengalami curah hujan sedang hingga sangat lebat. Curah hujan tertinggi tercatat pada 5 Oktober 2026 di AWS Parapat, Kabupaten Simalungun sebesar 86,6 mm, pada 7 Oktober 2026 di Stasiun Meteorologi Kelas III FL Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah 87,1 mm, di AWS Toba2-Pel Ambarita 88,6 mm.

Kemudian pada 11 Oktober 2026 di Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang, Kabupaten Deli Serdang 94,5 mm dan di Pos Hujan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu 132 mm.

Kondisi ini diakibatkan aktivitas spasial gelombang atmosfer Rossby dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang mendukung aktivitas konvektif. Adanya perlambatan dan area pertemuan angin (konvergensi) yang dipicu oleh belokan angin di wilayah pesisir barat dan pesisir timur Sumatera Utara, serta didukung oleh labilitas lokal yang kuat sehingga berdampak langsung pada peningkatan pertumbuhan awan hujan.

  1. 1. Wilayah Sumut diperkirakan akan dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer

    ilustrasi hujan asam (pexels.com/Chris F)
    ilustrasi hujan asam (pexels.com/Chris F)

    Memasuki 12 Oktober 2026, dinamika atmosfer di wilayah Sumut diperkirakan akan dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer, adanya belokan angin (shearline) dan daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi), serta labilitas udara yang kuat.

    "Kombinasi kondisi tersebut memicu peningkatan suplai uap air yang sangat mendukung aktivitas pertumbuhan awan hujan. Sehingga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat (lokal) pada siang hingga malam hari di wilayah Sumatra Utara," tulis Tim Meteorology Early Warning System BMKG, Senin (12/10/2026).

  2. 2. Berikut wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat

    ilustrasi hujan asam (pexels.com/Vlad Chețan)
    ilustrasi hujan asam (pexels.com/Vlad Chețan)

    BMKG menyebut cuaca di Sumut dalam sepekan ke depan umumnya didominasi kondisi hujan sedang hingga lebat.

    Adapun wilayah yang berpotensi antara lain Kabupaten Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Simalungun, Pematang Siantar, Toba, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Padang Sidempuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Sibolga, Mandailing Natal, Nias Selatan, Nias, Nias Barat, dan Gunung Sitoli.

  3. 3. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengambil langkah antisipatif

    ilustrasi hujan asam (pexels.com/Genaro Servín)
    ilustrasi hujan asam (pexels.com/Genaro Servín)

    BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berlangsung aman dan lancar. Masyarakat diminta selalu merujuk kepada informasi dari BMKG agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi.

    Para kepala daerah juga diimbau untuk dapat berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri setempat untuk terus mengikuti informasi yang disampaikan oleh Balai Besar MKG Wilayah I Medan melalui media sosial @infobmkgsumut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More