Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[BREAKING] Banjir Terjang Langkat dan Binjai, BPBD Masih Data Dampak

Kota Medan
2 min read
[BREAKING] Banjir Terjang Langkat dan Binjai, BPBD Masih Data Dampak
ilustrasi banjir (pexels.com/Jeffry Surianto)
  • Banjir melanda Desa Sekoci di Besitang, Langkat, serta Kelurahan Mencirim di Binjai Timur pada Senin, 12 Oktober 2026, setelah hujan berintensitas cukup tinggi.
  • BPBD mencatat belum ada korban meninggal maupun luka-luka, sementara jumlah pengungsi, rumah terdampak, ketinggian air, dan warga terdampak masih didata.
  • Pemerintah Langkat, Binjai, dan BPBD Sumatera Utara berkoordinasi melakukan asesmen serta penanganan di lokasi, dengan tim siaga untuk evakuasi bila diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Banjir melanda Kabupaten Langkat dan Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Senin (12/10/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pendataan di dua lokasi terdampak setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi dilaporkan memicu banjir.

Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Sumut pukul 08.00 WIB, banjir terjadi di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, dan Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.

Di Kabupaten Langkat, banjir dilaporkan melanda Desa Sekoci, Kecamatan Besitang. Laporan BPBD menyebut curah hujan yang cukup tinggi menjadi pemicu kejadian tersebut.

Sementara di Kota Binjai, banjir terjadi di Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur. BPBD Kota Binjai masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan.

Dalam laporan yang diterbitkan pada pukul 08.00 WIB, korban meninggal dunia dan luka-luka di kedua lokasi tercatat nihil.

“Jumlah warga yang mengungsi dan dampak lain akibat banjir masih dalam pendataan,” ujar Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati dalam keterangan tertulisnya.

Sampai saat ini, belum ada data, berapa jumlah rumah terdampak, ketinggian air, maupun jumlah warga yang terkena banjir. Karena itu, skala dampak bencana di Langkat dan Binjai belum dapat dipastikan berdasarkan laporan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Langkat dan Pemerintah Kota Binjai telah berkoordinasi dengan aparat setempat serta melakukan asesmen di lokasi banjir. Tim BPBD di masing-masing daerah juga bersiaga apabila diperlukan evakuasi terhadap warga terdampak.

“BPBD Provinsi Sumatera Utara turut berkoordinasi dengan BPBD Langkat dan Binjai untuk mendukung penanganan bencana. Hingga laporan diterbitkan, penanganan dan pendataan masih berlangsung,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More