4 Kelurahan di Medan Kebanjiran usai Hujan, Warga Mengungsi di Masjid

Banjir merendam Kelurahan Aur, Sei Mati, Kwala Bekala, dan Beringin di Medan, dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.
Sebanyak 45 warga mengungsi di dua masjid: 35 orang di Masjid Muttaqin, Kwala Bekala, dan 10 orang di Masjid Al Qomar, Beringin.
Warga Aur dan Sei Mati bertahan serta melakukan evakuasi mandiri, sementara BPBD Medan melanjutkan pendataan dan pemantauan lokasi terdampak.
Medan, IDN Times - Banjir kembali merendam Kota Medan setelah hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Minggu (11/10/2026) malam. Empat kelurahan terdampak dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Sebanyak 45 warga terpaksa mengungsi ke masjid.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, wilayah yang terdampak banjir yakni Kelurahan Aur, Sei Mati, Kwala Bekala, dan Beringin.
"Untuk banjir di Kota Medan yang terdampak Kelurahan Aur, Sei Mati, Kwala Bekala, dan Beringin," ujar petugas Pusdalops BPBD Kota Medan melalui pesan singkat, Minggu (12/10/2026).
1. Total pengungsi sebanyak 45 jiwa yang tersebar di dua masjid

Banjir kembali merendam Kota Medan (Dok. Pusdalops BPBD Medan) Dari empat wilayah itu, pengungsian hanya terjadi di dua kelurahan. Total pengungsi sebanyak 45 jiwa yang tersebar di dua masjid.
Rinciannya, di Kecamatan Medan Johor, Kelurahan Kwala Bekala, sebanyak 35 warga mengungsi di Masjid Muttaqin dengan ketinggian air 40-60 cm. Terdiri dari 10 anak-anak, 20 dewasa, dan 5 lansia.
2. Sebanyak 10 warga mengungsi di Masjid Al Qomar dengan ketinggian air 30-60 cm

Banjir kembali merendam Kota Medan (Dok. Pusdalops BPBD Medan) Sementara di Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Beringin, sebanyak 10 warga mengungsi di Masjid Al Qomar dengan ketinggian air 30-60 cm. Terdiri dari 3 anak-anak, 5 dewasa, dan 2 lansia.
Petugas BPBD di lapangan terlihat melakukan pemantauan di lokasi banjir dan lokasi pengungsian pada malam hari. Di dalam masjid, warga tampak beristirahat beralaskan tikar, termasuk lansia dan warga dengan kursi roda.
3. Warga Kampung Aur memilih bertahan di rumah masing-masing

Banjir kembali merendam Kota Medan (Dok. Pusdalops BPBD Medan) Untuk wilayah Kecamatan Medan Maimun, tepatnya Kelurahan Aur dan Sei Mati, warga memilih bertahan di rumah masing-masing.
"Untuk di Maimun warga bertahan di rumah masing-masing. Warga melakukan evakuasi mandiri," jelasnya.
Hingga saat ini, BPBD Kota Medan masih melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi terdampak.




![[BREAKING] Banjir Terjang Langkat dan Binjai, BPBD Masih Data Dampak](https://image.idntimes.com/post/20260927/reactnativeblobutiltmp_gvxq75x0oikaixawuwilso_e0e38ffd-9ac7-4d80-a64e-2ab602786483.jpeg)

![[BREAKING] Sungai Tamiang Meluap, Sejumlah Daerah Terendam](https://image.idntimes.com/post/20260915/ilustrasi_banjir_62663e7e-1ca6-493a-aded-ff8ea57e1373.png)













