BGN Hentikan Sementara 252 Dapur MBG di Sumut, Ini Kondisinya

- BGN menghentikan sementara operasional 252 dapur MBG di Sumatera Utara karena belum memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi serta menu belum sesuai standar keamanan pangan.
- Salah satu dapur yang terdampak adalah SPPG Suka Maju 3 di Medan, yang terlihat tidak beraktivitas dan dikunci sementara oleh petugas lapangan.
- PIC SPPG Suka Maju 3 menegaskan belum ada kegiatan memasak karena masih tahap persiapan dan pengumpulan dokumen kesehatan sebelum resmi beroperasi kembali.
Medan, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan surat pemberitahuan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia terkait Pemberhentian Operasional Sementara. Di wilayah Sumatra Utara diketahui terdapat 252 dapur MBG yang ditutup sementara, dikarenakan belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) setelah beroperasi lebih dari 30 hari serta menu yang tidak sesuai standar keamanan pangan.
Penutupan sementara ini bertujuan untuk memastikan seluruh dapur mematuhi standar kesehatan, keamanan pangan dan kebersihan. Sehingga, pengelola dapur diminta untuk segera melengkapi persyaratan administratif dan verifikasi SLHS.
1. Pantauan di Dapur SPPG Suka Maju 3 tidak ada aktivitas

Dari total 252 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditutup sementara, salah satunya berada di Kota Medan, yakni dapur SPPG Suka Maju 3 di Jalan Suka Damai Nomor 5. Dapur tersebut tercantum dalam surat pemberhentian operasional sementara, padahal sebelumnya diketahui telah beroperasi sejak 10 Februari 2026.
Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, pintu kantor dapur SPPG Suka Maju 3 terlihat terkunci oleh salah seorang petugas. Saat ditanya mengenai penutupan sementara dapur tersebut, petugas tidak memberikan penjelasan secara rinci.
“Tidak ada aktivitas lagi. Biasanya baru ada kegiatan sekitar jam 10 malam,” ujarnya singkat.
Di lokasi yang sama, tampak lima orang menunggu kantor tersebut dibuka. Mereka mengaku datang untuk mengantarkan surat keterangan kesehatan. Seorang petugas lain yang enggan disebutkan namanya juga membenarkan bahwa dapur tersebut sudah tidak beroperasi sejak kemarin karena adanya penutupan sementara.
“Katanya tim kesehatan mau mengecek dapur. Dari tadi malam sudah ditutup. Mungkin besok baru beraktivitas lagi karena disuruh tutup sementara oleh koordinator dari pihak mitra yayasan,” katanya.
Ia menambahkan, pada hari ini tidak ada kegiatan sama sekali di dapur tersebut. Biasanya aktivitas dilakukan pada malam hari karena berkaitan dengan pengolahan bahan kering.
2. Pihak dapur membantah adanya penutupan operasional

Sementara itu, PIC SPPG Suka Maju 3 Kota Medan, Oca, mengatakan, hingga saat ini dapur tersebut memang belum melakukan aktivitas memasak. Namun, ia membantah adanya penutupan operasional seperti yang beredar.
“Tidak ada masak-masak, jadi tidak ada penutupan di kami. Mungkin ada yang salah informasi. Kami memang belum operasional karena masih tahap persiapan bahan kering saja. Aktivitas tetap ada,” ujarnya.
Menurut Oca, dapur MBG tersebut baru mulai beroperasi sekitar sepekan terakhir sehingga aktivitasnya belum berjalan penuh.
“Sejauh ini tidak ada masalah. Hanya saja kami memang belum mulai memasak dan belum ada kegiatan distribusi. Ada dapur yang sudah lama launching, ada juga yang baru. Kalau kami baru sekitar seminggu, jadi belum ada aktivitas apa-apa. Ini baru mau mulai,” jelasnya sambil menunjukkan kondisi dapur.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melengkapi sejumlah persyaratan administrasi, salah satunya pengumpulan surat keterangan kesehatan bagi para pekerja.
“Mereka masih mengumpulkan surat kesehatan,” katanya
3. Ada 30 pekerja di dapur tersebut

Ia juga mengatakan belum mengetahui berapa banyak sekolah yang nantinya akan menerima makanan dari SPPG Suka Maju 3. Menurutnya, untuk satu dapur seperti ini biasanya dapat melibatkan hingga 50 pekerja jika memproduksi sekitar 3.000 porsi makanan.
“Kalau dapur pertama seperti ini, pekerjanya bisa sampai 50 orang kalau dapat 3.000 porsi. Tapi di awal ini belum banyak, baru sekitar 40 pekerja,” ujar Oca.
Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembagian makanan kering. Aktivitas yang sempat dilakukan sebelumnya hanya sebatas latihan pengemasan makanan.
“Makanan kering belum ada dibagikan. Kemarin itu karena dekat sini ada sekolah yang saya awasi, jadi sekalian belajar bungkus-bungkus. Sebenarnya suratnya sudah keluar, tapi belum boleh beroperasi. Jadi kemarin seperti bagi takjil saja, susu dan buah, karena belum resmi,” sambungnya.
Saat ini, lanjut Oca, SPPG Suka Maju 3 masih berada pada tahap pengumpulan karyawan untuk operasional dapur. “Rencana buka tergantung kapan ada instruksi dari BGN. Saya belum bisa memastikan,” pungkasnya


















