Medan, IDN Times- Penggunaan gawai dan perangkat digital yang semakin intens dalam kehidupan sehari-hari ternyata membawa konsekuensi bagi kesehatan. Salah satunya adalah meningkatnya risiko gangguan saraf yang kini mulai banyak dialami kalangan usia produktif.
Columbia Asia Hospital Aksara mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh keluhan kesemutan yang muncul akibat terlalu lama menggunakan komputer maupun telepon seluler. Fenomena yang disebut sebagai "kesemutan digital" kini tak lagi identik dengan lansia, melainkan juga banyak dialami pekerja kantoran, kreator digital, hingga generasi muda.
Mengacu pada laporan Digital 2025, jumlah pengguna internet di Indonesia telah melampaui 212 juta orang. Seiring meningkatnya durasi penggunaan perangkat digital, risiko gangguan saraf pun ikut bertambah.
