Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Millenial dan Gen Z Percaya pada Program MBG?
Indonesia Millennial and Gen Z Report 2027 (sumber: IDN Research Institute)
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berhasil meningkatkan konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi lokal, menurut laporan Apindo yang disampaikan Presiden Prabowo pada forum Indonesia Economic Outlook 2026.
  • Survei menunjukkan 72,8% warga puas terhadap MBG, dengan Generasi Z mencatat tingkat kepuasan tertinggi sebesar 80,7%, menandakan dukungan kuat dari kelompok muda terhadap tujuan program ini.
  • Meski diapresiasi, survei lain mengungkap mayoritas responden menilai manfaat MBG lebih banyak dirasakan mitra dan elit dibanding anak-anak penerima utama, memunculkan isu transparansi dan akuntabilitas tata kelola.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak kritik dan masukan tentang Program unggulan dari Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakilnya, Gibran Rakabuming salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tapi bagaimana pandangan Millenial dan Gen Z tentang program ini? Yuk simak:

Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027 membeberkan MBG menawarkan sudut pandang yang berbeda untuk memahami dinamika kepercayaan publik yang sama, tetapi dengan lapisan kompleksitas tambahan.

Konteks penting untuk memahami program ini muncul selama forum Indonesia Economic Outlook 2026 pada 13 Februari 2026, ketika Prabowo Subianto menyatakan secara langsung bahwa perwakilan dari Apindo telah melaporkan bahwa MBG telah berkontribusi pada peningkatan konsumsi rumah tangga pada Januari 2026 dan merangsang aktivitas ekonomi di desa dan kecamatan. Ia menggunakan konfirmasi berbasis lapangan ini sebagai salah satu argumen utamanya untuk optimisme ekonomi pada tahun 2026.

Dari segi tujuan, sasaran program ini jelas dan sulit untuk disangkal: memastikan anak-anak Indonesia menerima nutrisi yang cukup, mengurangi stunting, dan merangsang aktivitas ekonomi lokal melalui rantai pasokan yang melibatkan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil. Sebuah survei oleh Indikator Politik Indonesia menemukan bahwa 72,8% warga menyatakan puas dengan program tersebut. Yang menarik, Generasi Z muncul sebagai generasi dengan tingkat kepuasan tertinggi sebesar 80,7%.

Namun, pada saat yang sama, survei Maret 2026 yang dilakukan oleh Policy Research Center mengungkapkan ketegangan yang berbeda. Mayoritas responden percaya bahwa manfaat program tersebut tidak sepenuhnya sampai kepada penerima yang dituju. Sekitar 88,5% manfaat dianggap mengalir ke mitra program dan elit, sementara anak-anak, yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama, dianggap hanya menerima 6,5% dari manfaat sebenarnya.

Angka-angka ini tidak saling bertentangan. Sebaliknya, angka-angka ini menggambarkan bagaimana kepercayaan publik terhadap suatu kebijakan beroperasi secara berlapis. Masyarakat dapat mendukung tujuan suatu program sekaligus mempertanyakan tata kelola di sekitarnya.

Kelompok Generasi Z yang menunjukkan kepuasan tertinggi belum tentu yang paling tidak kritis. Sebaliknya, mereka mungkin sedang mengevaluasi manfaat langsung yang dialami oleh diri mereka sendiri atau keluarga mereka sambil tetap mempertahankan skeptisisme terhadap mekanisme distribusi dan akuntabilitas. Pola ini selaras dengan temuan di seluruh laporan ini: kepercayaan tidak diberikan secara menyeluruh kepada lembaga, tetapi dinilai komponen demi komponen, dengan mengevaluasi secara terpisah maksud, implementasi, dan akuntabilitas.

Dalam konteks komunikasi publik, MBG menunjukkan bahwa bahkan program yang menikmati dukungan publik yang kuat tidak secara otomatis menghasilkan kepercayaan pada sistem di baliknya. Yang membedakan apresiasi terhadap program dari kepercayaan pada tata kelolanya adalah adanya transparansi yang dapat diverifikasi secara independen. Selama kesenjangan itu tetap tidak terselesaikan, narasi yang beredar di luar saluran resmi akan terus mengisi kesenjangan tersebut.

Yuk baca selengkapnya Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027 yang diluncurkan oleh IDN dan IDN Research Institute baru-baru ini.

Editorial Team

Related Article