Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggaran Terbatas, Bapperida Sumut Rumuskan Pendanaan Alternatif
LCDI bersama Bapperida Sumut melakukan FGD di Medan (Dok. LCDI)
  • Pemprov Sumut melalui Bapperida merumuskan pendanaan alternatif untuk menjaga keberlanjutan program Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim di tengah keterbatasan APBD.
  • FGD di Medan memetakan peluang pendanaan iklim, kemitraan swasta, investasi hijau, dan pembiayaan berbasis hasil bagi program PRKBI yang belum sepenuhnya dibiayai pemerintah.
  • Sumut telah mengintegrasikan Rencana PRKBI ke dokumen pembangunan dan anggaran daerah; forum lintas sektor diharapkan menyusun strategi pendanaan sesuai kebutuhan serta karakteristik daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
17 September 2026

Sry Puspa Sary menyatakan FGD diharapkan menindaklanjuti pemetaan potensi pembiayaan untuk mendukung program PRKBI di Sumut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bapperida Sumut merumuskan strategi mobilisasi pendanaan alternatif untuk mendukung pelaksanaan program Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) yang belum sepenuhnya dibiayai APBD.
  • Who?
    Bapperida Sumut, organisasi perangkat daerah terkait, NGO, akademisi, perwakilan sektor swasta, LCDI-OPML, Kementerian PPN/Bappenas, dan Pemerintah Inggris melalui UK FCDO terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Forum diskusi strategi mobilisasi pendanaan alternatif untuk implementasi PRKBI berlangsung di Medan, Sumatra Utara.
  • When?
    Kepala Bidang PSDA Bapperida Sumut Sry Puspa Sary menyampaikan perkembangan forum tersebut pada Kamis, 17 September 2026.
  • Why?
    Keterbatasan anggaran pemerintah menjadi tantangan untuk memenuhi kebutuhan program PRKBI yang telah direncanakan di Sumatra Utara.
  • How?
    Strategi digodok melalui FGD dengan memetakan pendanaan iklim, kemitraan sektor swasta, investasi hijau, dan pembiayaan berbasis hasil sesuai kebutuhan serta karakteristik program.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Sumatra Utara sedang mencari uang lain untuk program udara bersih dan menghadapi cuaca yang berubah. Uang pemerintah belum cukup. Bapperida mengajak kantor lain, sekolah, kelompok, dan perusahaan untuk berdiskusi di Medan. Mereka ingin mencari bantuan dari investasi hijau dan kerja sama supaya programnya bisa terus jalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keterbatasan anggaran justru mendorong Sumatra Utara memperluas ruang kolaborasi dan menata sumber pembiayaan yang lebih beragam bagi program rendah karbon dan ketahanan iklim. Dengan rencana PRKBI yang telah terintegrasi dalam dokumen pembangunan daerah, forum lintas sektor ini memberi landasan terarah untuk memetakan peluang pendanaan sesuai kebutuhan daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Keterbatasan anggaran mendorong Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), untuk merumuskan strategi mobilisasi pendanaan alternatif guna menjamin keberlanjutan program Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI).

Upaya pencarian sumber dana di luar APBD ini digodok dalam Focus Group Discussion (FGD) Strategi Mobilisasi Pendanaan Alternatif untuk Implementasi PRKBI yang digelar di Medan. Langkah ini berfokus pada potensi pendanaan iklim (climate finance), kemitraan sektor swasta, investasi hijau, hingga pembiayaan berbasis hasil (result-based financing). Focus Group Discussion atau FGD Strategi Mobilisasi Pendanaan Alternatif untuk Implementasi PRKBI (Dok.

1. Pemetaan berbagai potensi pembiayaan dapat ditindaklanjuti

LCDI bersama Bapperida Sumut melakukan FGD di Medan (Dok. LCDI)

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Bapperida Sumut, Sry Puspa Sary menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi momen penting dalam upaya mencari solusi guna mendukung implementasi program dan kegiatan PRKBI yang sampai saat ini belum sepenuhnya dibiayai lewat anggaran pemerintah.

“Lewat diskusi ini, diharapkan pemetaan berbagai potensi pembiayaan dapat ditindaklanjuti untuk mendukung implementasi program pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di Sumut,” katanya, Kamis (17/9/2026).

2. Sumut dinilai sudah selangkah lebih maju karena berhasil menyusun dokumen Rencana PRKBI

LCDI bersama Bapperida Sumut melakukan FGD di Medan (Dok. LCDI)

Apresiasi atas langkah ini juga dituturkan oleh Senior Provincial Coordinator LCDI-OPML, Agus Marwan. Dia menilai Sumut sudah selangkah lebih maju karena berhasil menyusun dokumen Rencana PRKBI dan mengintegrasikannya ke dalam RPJMD, Renstra, RKPD, hingga APBD.

“Namun, salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan program yang sudah direncanakan adalah keterbatasan pendanaan," ucapnya.

3. Diharapkan ada strategi mobilisasi pendanaan alternatif

LCDI bersama Bapperida Sumut melakukan FGD di Medan (Dok. LCDI)

Lanjut Agus, maka dari itu, diharapkan diskusi ini bisa melahirkan strategi mobilisasi pendanaan alternatif sesuai kebutuhan dan karakteristik.

FGD yang terlaksana berkat dukungan program LCDI kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Inggris melalui UK Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO) itu, turut melibatkan kolaborasi lintas sektor mulai dari Bapperida Sumut, Organisasi Perangkat Daerah terkait, NGO, akademisi hingga perwakilan sektor swasta.

Editorial Team

Related Article