Ilustrasi pria bercanda dan tertawa (pexels.com/Pavel Danilyuk)
“Temanmu lebih rame, ya?” atau “Kamu kalah seru dari dia” mungkin dimaksudkan sebagai gurauan. Namun, membandingkan orang yang baru dikenal dengan orang lain bisa membuat percakapan terasa seperti kompetisi yang gak pernah diminta.
Hal ini juga bisa membuat lawan bicara sibuk memikirkan posisi dirinya dalam percakapan. Daripada mencari kelucuan dari perbandingan, lebih nyaman membangun obrolan dari hal yang memang sedang dibicarakan bersama.
Candaan yang berhasil bukan cuma soal seberapa lucu kalimatnya, tetapi juga apakah orang lain merasa nyaman setelah mendengarnya. Saat baru kenal, sedikit membaca respons lawan bicara bisa membantu kita menentukan kapan harus melanjutkan candaan dan kapan sebaiknya berhenti.
Jadi, gak perlu buru-buru terlihat paling lucu. Kadang, membuat orang baru merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri justru menjadi awal obrolan yang jauh lebih menyenangkan.