Ilustrasi hutan tropis. (Pexels.com/Reno Reno)
Konservasi Batang Toru bukan semata urusan menyelamatkan satwa langka. Hutan di pegunungan ini bekerja layaknya spons raksasa. Akar pepohonan tua menahan air hujan di lereng curam agar tidak langsung tumpah menjadi banjir bandang dan longsor.
Air yang terserap tanah dilepaskan perlahan ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru dan sungai-sungai di sekitarnya. Aliran inilah yang menghidupi lahan pertanian, pembangkit listrik, hingga pasokan air bersih warga setiap hari.
Sumber Riset & Referensi:
Nater, A., et al. (2017). Morphometric, Behavioral, and Genomic Evidence for a New Orangutan Species. Jurnal Current Biology, 27(22), 3487-3498.
Kuswanda, W., et al. (BRIN / Balai Litbang LHK Aek Nauli). Publikasi riset ekologi populasi, daya dukung habitat, dan tumbuhan pakan Orangutan Tapanuli di Lanskap Batang Toru.
Wich, S. A., et al. (2019). Land-cover changes predict steep declines for the Sumatran orangutan and the newly discovered Tapanuli orangutan. Jurnal Science Advances / Global Ecology and Conservation.
IUCN Red List of Threatened Species. Data status konservasi Pongo tapanuliensis (Critically Endangered), Panthera tigris sumatrae (Critically Endangered), dan Tapirus indicus (Endangered).