Himbauan Bupati Simalungun kepada masyarakat (Dok.IDN Times/Istimewa)
JR Saragih menegaskan kepada masyarakata agar tidak menganggap kasus ini persoalan sepele tetapi sangat berbahaya. Ia pun mendorong masyarakat untuk tidak mengabaikan imbauan pemerintah khususnya agar di rumah saja, jaga kebersihan dan jaga jarak dengan orang lain.
"Mari kita sayangi keluarga kita, hindarkan dulu ke tempat keramaian. Jika belanja, seminggu dua kali. Gak usah dulu nongkrong-nongkrong di warung, ini sangat berbahaya. Masyarakat tolong jangan menganggap main-main, virus ini sangat berbahaya. Kenapa berbahaya, karena setiap yang meninggal, ada yang positif keluarganya. Selalu kami ambil cek sampel lalu ada yang kena," terang JR Saragih.
Kasus ini, kata JR Saragih, tidak lepas dari apa yang telah ditangani tim Gugus Tugas COVID-19. Contohnya, pasien meninggal dunia berisial HP (75) dari Perdagangan, kini menantunya ditetapkan positif menderita COVID-19. Pasien terakhir ini, SW (41) dari Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Hasil pemeriksaan terhadap pasien ini baru diketahui setelah meninggal dunia