Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

TKD AMIN Sumut Laporkan Kasus Video ASN Diduga Kampanyekan Prabowo

TKD AMIN Sumut Laporkan Kasus Video ASN Diduga Kampanyekan Prabowo
Gedung TKD AMIN Sumut, Jalan Sudirman, Medan. (IDN Times/Prayugo Utomo)
Share Article

Medan, IDN Times – Tim Kampanye Daerah (TKD) Calon Presiden Nomor Urut 01 Anies Rasyid Baswedan – Muhamin Iskandar (AMIN) melaporkan kasus dugaan pelanggaran pemilu. Mereka melaporkan kasus video Kepala Bidang SMP Kota Medan Andy Yudhistira yang diduga mengampanyekan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, Capres nomor urut 02. Kampanye itu diduga dilakukan di hadapan para kepala sekolah.

Laporan TKD AMIN ke Bawaslu diwakili oleh Misliani Suci Rahayu pada  Selasa (16/1/2024). Mereka menilai apa yang dilakukan oleh ASN Pemko Medan itu sudah melanggar.

“Apabila di dalam pelaksanaan pemeriksaan nantinya di Bawaslu, ditemukan adanya unsur yang memberatkan dalam hal pidana, maka segera mungkin pengalokasian itu perkara tersebut diberitahukan sehingga kita bisa mengambil langkah-langkah yang lebih jelas terhadap adanya isu video itu,” kata Koordinator Tim Hukum Tnasional AMIN Sumatra Utara Yance Aswin di Medan, Kamis (18/1/2024).

1. TKD AMIN minta Bawaslu profesional tangani perkara

Tim Hukum Nasional AMIN Sumut menggelar konferensi pers terkait laporan dugaan pelanggaran pemilu oleh ASN di Kota Medan, Kamis (18/1/2024). (IDN Times/Prayugo Utomo)
Tim Hukum Nasional AMIN Sumut menggelar konferensi pers terkait laporan dugaan pelanggaran pemilu oleh ASN di Kota Medan, Kamis (18/1/2024). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Dalam kesempatan itu, Yance juga meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Pemilu) berlaku profesional dalam menangani perkara dugaan pemilu yang mereka laporkan. Dia tidak ingin, Bawaslu sebagai pengawas, tebang pilih dalam menangani perkara.

“Anda disumpah, dan Anda bahagian yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” kata Yance.

2. Ajak masyarakat laporkan kecurangan pemilu kepada TKD AMIN

Capres Nomor Urut 01 Anies Baswedan dalam acara kampanye dialogis 'Desak Anies'. (IDN Times/Amir Faisol)
Capres Nomor Urut 01 Anies Baswedan dalam acara kampanye dialogis 'Desak Anies'. (IDN Times/Amir Faisol)

Dalam beberapa waktu terakhir, dugaan kecurangan pemilu mulai mencuat di tengah masyarakat. TKD AMIN mengajak masyarakat untuk melakukan pengawalan bersama. Yance juga meminta masyarakat melaporkan dugaan kecurangan kepada TKD AMIN. Nantinya laporan itu akan diteruskan ke Bawaslu.

“Kami tim hukum Amin Sumatra utara akan siap menjadi garda terdepan bagi warga masyarakat yang mau melaporkan adanya kecurangan-kecurangan, intimidasi-intimidasi yang dilakukan oleh ASN, TNI, atau Polri selama proses pemilu 2024 ini,” katanya.

Sampai saat ini, tim TKD AMIN terus melakukan pemantauan terhadap dugaan kecurangan. Mereka sudah memiliki sejumlah dugaan kasus yang masih diinvestigasi.

“Jangan pernah takut melaporkan adanya kecurangan-kecurangan. Baik yang dilakukan ASN, Kapling, Kepala Desa, ataupun TNI Polri. Bahkan Babinsa sekali pun, tolong laporkan kepada kami,” katanya.

Salah satu yang diungkap Yance adalah penertiban alat peraga kampanye (APK) AMIN yang diturunkan oleh sejumlah orang.  

3. Kasus video viral Kabid SMP diduga kampanyekan 02 tengah berproses di Bawaslu

Ilustrasi pelanggaran pemilu (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi pelanggaran pemilu (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Saat ini kasus dugaan Kabid SMP Kota Medan Andy Yudhistira tengah berproses di Bawaslu. Dalam video viral itu, Andy Yudhistira, mengkampanyekan siapa sosok Capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Gibran, yang memiliki kekuasaan di negeri ini.

"Tapi, yang nomor dua ada di dalam kekuasaan, apa kekuasaannya? Pak Prabowo itu, adalah Menteri Pertahanan, mas Gibran adalah anak presiden sampai bulan 10 nanti sama pak Walikota. Sampai bulan 10 masih Walikota, pak Walikota," ucapnya.

Andy membawa agama dalam meyakinkan Kepsek yang merupakan Aparatur Sipil Negera (ASN), bila mendukung salah satu Capres-cawapres di Pemilu tidak ada dalil dosanya.

“Benar, kita arahkan PGRI ke Ppolitik. Tapi, kita bukan di dalam politik, kalau politik bisa menguntungkan kenapa tidak?. Kalau ada dalil dosa, ada atau tidak?. Kalau ada kita mundur. Saya rasa, itu lah komitmen harus kita pegang," katanya.

Dalam video itu, Andy juga menyebut-nyebut nama Wali Kota Medan Muhammad Boby Afif Nasution merupakan adik ipar dari Gibran. Sehingga pantas untuk didukung dalam Pilpres.

"Dinas Pendidikan satu keluarga harus dipahami, Calon Presiden nomor 2 itu, pak Prabowo dan Gibran. Bapak wali kota siapa dia, Mas Gibran itu kakak iparnya, mas Gibran itu. Ada hubungan keluarga yang sangat erat," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Prayugo Utomo
Doni Hermawan
Prayugo Utomo
EditorPrayugo Utomo

Latest News Sumatera Utara

See More

Pelaku UMKM Galang Terdampak Jalan Rusak, Gubernur Sumut Janjikan Perbaikan

27 Jun 2026, 09:00 WIBNews