Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PLN dan Masa Depan Kendaraan Ramah Lingkungan di Kota Batam
SPKLU Hyundai di PT Sun Mega Motor Hyundai Mlati. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Di tengah gejolak zaman yang semakin dipenuhi oleh hiruk-pikuk modernitas, Batam, kota industri yang menjadi pusat perekonomian di Kepulauan Riau, semakin menunjukkan komitmennya untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.

Dengan semakin sesaknya kota yang dipenuhi kendaraan bermotor, dan tebalnya polusi yang menyelimuti udara, muncul sebuah angin segar dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Batam yang berani mengambil langkah berani untuk menghadirkan fasilitas pengisian daya mobil listrik di penjuru wilayah.

“Langkah ini menjadi tonggak awal bagi perubahan besar dalam upaya pengurangan emisi karbon dan peralihan menuju energi yang lebih ramah lingkungan,” kata Yoga perdana, Senior Officer Quality Assurance PLN Batam, Kamis (7/11/2024).

Fasilitas pengisian daya mobil listrik, menyongsong era baru energi bersih

Lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Kota Batam (PLN Batam)

Diungkapkan Yoga, beberapa tahun belakangan ini, kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan semakin meningkat. Dalam konteks itu, mobil listrik menjadi salah satu solusi untuk mengurangi polusi udara dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Batam, yang selama ini dikenal sebagai kawasan industri dan perdagangan, kini menghadirkan ekosistem baru yang ramah lingkungan melalui fasilitas pengisian daya kendaraan Listrik,” ungkapnya.

PLN Batam, melalui penyediaan fasilitas pengisian daya mobil listrik, tidak hanya sekadar mengikuti tren global, tetapi juga menjadikan Kota Batam sebagai pelopor dalam mendorong perubahan menuju energi hijau. Fasilitas pengisian daya yang tersebar di 11 lokasi di Batam ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi pemilik kendaraan listrik, tetapi juga mengukuhkan komitmen PLN Batam untuk menyediakan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan efisien.

Peningkatan pengguna kendaraan listrik di Kota Batam

Mobil listrik saat melakukan pengisian daya di SPKLU milik PLN. (Dok. Istimewa)

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim, permintaan akan kendaraan listrik di Batam mengalami lonjakan yang signifikan. Berdasarkan data yang diungkapkan Yoga, hingga tahun 2024, jumlah kendaraan listrik di Batam telah mencapai sekitar 180 unit, sebuah angka yang cukup menggembirakan mengingat pada tahun sebelumnya, jumlahnya hanya berkisar 100 unit.

“Peningkatan yang mencapai 100 persen dalam setahun ini menunjukkan bahwa masyarakat Batam mulai beralih ke kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan,” lanjut Yoga.

Lebih lanjut, Yoga turut mengajak Masyarakat untuk mendapati promo keanggotaan yang Istimewa dari PLN Batam, yakni biaya pendaftaran keanggotaan sebesar Rp200 ribu untuk mendapatkan akses pengecasan di seluruh SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang tersebar di Batam.

“Program ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi para pengguna, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya transisi menuju energi yang lebih bersih,” pungkasnya.

Membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi

Kartu keanggotaan EV Eco System PLN Batam (PLN Batam)

Saat ini, PLN Batam berperan besar dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di kota ini. Selain menyediakan fasilitas pengisian daya, PLN Batam juga aktif melakukan sosialisasi mengenai pentingnya penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Yoga menjelaskan bahwa PLN, sebagai penyedia energi terbesar di Batam, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan tersedianya energi yang cukup bagi pengguna kendaraan listrik.

Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk industri, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penyediaan energi hijau yang berkelanjutan.

PLN Batam juga terlibat dalam proyek interkoneksi listrik antara Sumatera dan Batam, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan keandalan pasokan energi, sehingga mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di masa depan.

“PLN Batam berencana untuk terus memperbanyak jumlah SPKLU hingga 2025. Hingga saat ini, sudah ada 11 SPKLU yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Batam, dengan skema pengecasan yang dibedakan menjadi dua jenis: fast charging dengan arus langsung (DC) dan medium charging dengan arus bolak-balik (AC). Rencana pengembangan ini akan terus berlanjut, dengan proyeksi penambahan jumlah SPKLU yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang,” tegas Yoga dengan nada optimisnya.

Mendukung program pemerintah dan menyongsong peluang ekonomi baru

Sudah bisa digunakan untuk mengecas mobil listrik (Voltron)

PLN Batam tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur pengisian daya, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung program pemerintah pusat untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Kebijakan seperti Peraturan Presiden (Perpres) dan insentif fiskal yang diberikan kepada pengguna kendaraan listrik adalah langkah positif yang sejalan dengan upaya PLN Batam untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

“PLN Batam juga melihat peluang besar dalam pengembangan kendaraan listrik bagi sektor transportasi dan otomotif. Selain berperan sebagai penyedia energi, PLN Batam juga berupaya menciptakan peluang ekonomi baru yang akan berdampak pada sektor-sektor lain, seperti industri, pariwisata, dan pusat perbelanjaan,” pungkas Yoga.

Dalam waktu dekat, PLN Batam berharap Batam akan menjadi kota yang tidak hanya dikenal sebagai pusat industri, tetapi juga sebagai kota yang mendukung gaya hidup dengan menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Tantangan dan hambatan dalam transisi energi bersih

SPKLU Terra Charge sudah hadir sejak tahun lalu (IDN Times/Fadhliansyah)

Meskipun langkah-langkah yang diambil oleh PLN Batam sudah sangat signifikan, namun tantangan besar dalam transisi energi bersih masih tetap ada. Yoga mengungkapkan, salah satu tantangan utama adalah minimnya pemahaman masyarakat tentang teknologi kendaraan listrik. Di samping itu, harga kendaraan listrik yang masih relatif mahal menjadi hambatan utama bagi sebagian besar masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional.

“Selain itu, teknologi baterai kendaraan listrik yang belum seragam menjadi kendala lain yang perlu diatasi. kami menyadari bahwa untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keuntungan jangka panjang yang dapat diperoleh, seperti penghematan biaya operasional dan pemeliharaan yang lebih murah, dibandingkan dengan kendaraan bermotor konvensional,” tegasnya.

Dalam beberapa tahun ke depan, Yoga menegaskan bahwa PLN Batam berkomitmen untuk terus memperbanyak jumlah stasiun pengisian daya dan memperluas jangkauan layanan.

“Batam yang memiliki luas wilayah yang relatif kecil, dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, sangat cocok untuk pengembangan kendaraan listrik sebagai moda transportasi utama. Lokasi Batam yang tidak terlalu luas menjadikan mobil listrik sebagai pilihan transportasi yang efisien dan ramah lingkungan,” lanjutnya.

Di samping itu, PLN Batam juga terus mengajak masyarakat untuk beralih ke gaya hidup elektrik, seperti penggunaan kompor listrik dan peralatan rumah tangga lainnya yang mendukung transisi energi bersih. Penggunaan energi hijau dan teknologi ramah lingkungan seperti ini diharapkan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

“Sebagai kota yang terus berkembang, Batam memiliki potensi besar untuk menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia dalam hal penerapan teknologi bersih dan ramah lingkungan. Dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh PLN Batam dalam menyediakan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, serta komitmen untuk terus mengembangkan energi hijau, Batam berpeluang menjadi pionir dalam revolusi energi terbarukan yang tidak hanya akan menguntungkan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi keberlanjutan lingkungan hidup,” kata Yoga mengakhiri.

Editorial Team

Related Article