Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pembangunan 4 Rumah Contoh Rempang Eco City Telan Anggaran Rp4 Miliar
Lokasi lahan pembangunan empat rumah contoh bagi warga terdampak relokasi investasi Rempang Eco City (IDN Times / Putra Gema Pamungkas)

Batam, IDN Times - Pemerintah Pusat melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai melakukan pembangunan rumah contoh bagi masyarakat terdampak relokasi investasi Rempang Eco City di Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepuluan Riau (Kepri).

Pembangunan empat rumah contoh yang mulai dibangun BP Batam ini berlokasi di kawasan Tanjung Banon, Sembulang, Pulau Rempang.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, pembangunan empat rumah contoh ini ditargetkan akan rampung dalam kurun waktu 2,5 bulan ke depan.

“Pembangunan rumah contoh warga terdampak investasi Rempang Eco City ini ditargetkan selesai dalam 2,5 bulan kedepan,” kata Muhammad Rudi, Rabu (10/1/2024).

1. Pembangunan rumah contoh warga terdampak relokasi menelan anggaran Rp 4 miliar

Lokasi lahan pembangunan empat unit rumah contoh bagi warga terdampak investasi Rempang Eco City (IDN Times / Putra Gema Pamungkas)

Rudi menjelaskan, empat rumah contoh ini dibangun sesuai dengan bangunan asli yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat terdampak investasi di Pulau Rempang.

Empat rumah yang akan dibangun tersebut merupakan rumah dengan tipe 45 dan memiliki luas lahan mencapai 500 meter persegi.

Berdasarkan data dari papan informasi proyek pembangunan, proyek pembangunan empat rumah contoh tersebut mencapai Rp4 miliar dengan kontraktor pelaksana CV Leksemana Putra Riau.

“Pembangunan rumah contoh ini menggunakan anggaran dari BP Batam,” kata Rudi.

2. Lahan pemukiman 961 rumah bagi warga terdampak masih dalam proses

Wali Kota ex-officio Kepala BP Batam, Muhammad Rudi (IDN Times / Putra Gema Pamungkas)

Masih kata Rudi, saat ini BP Batam tengah melakukan tahapan untuk mendapatkan izin lokasi lahan yang akan dibangun 961 unit rumah bagi masyarakat Pulau Rempang yang terdampak relokasi.

Direncanakan, 961 unit rumah lainnya ini akan dibangun tidak jauh dari lokasi pembangunan rumah contoh di kawasan Tanjung Banon, Sembulang, Pulau Rempang.

“Pembangunan 961 rumah itu satu tahun ini baru selesai (2024). Kalau rumah contoh itu sudah HPL (Hak Pengelolaan Lahan), sementara lokasi lahan 961 rumah itu masih dalam proses, dalam waktu dekat sudah keluar jadi HPL,” ujarnya.

3. Lokasi pemukiman warga terdampak relokasi akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung

Plang nama Pulau Rempang (IDN Times / Putra Gema Pamungkas)

Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa pembangunan fasilitas pendukung juga akan di bangun pada kawasan pemukiman masyarakat yang terdampak relokasi.

Adapun fasilitas pendukung tersebut antara lain, rumah ibadah, sarana pendidikan, kantor pelayanan publik, hingga sarana olahraga juga tersedia di kawasan tersebut. 

“Termasuk sarana olahraga ada lapangan bola yang bertaraf nasional. Kemudian rumah ibadah juga menjadi bagian dari yang paling penting buat kita, maka juga akan kita bangun masjid dan gereja bagi masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.

Ditegaskannya, pembangunan kawasan pemukiman warga terdampak relokasi ini merupakan bukti nyata pemerintah pusat hingga pemerintah daerah dalam memberikan solusi terbaik ke seluruh masyarakat. 

“Saya bersyukur mudah-mudahan investasi yang telah digambarkan tadi bisa mengubah ekonomi kita,” tutupnya.

Editorial Team

Related Article