Kapendam I/BB Kolonel Inf Doddy (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Permasalahan ini disebut Umar pada akhirnya ditempuh dengan jalur damai. Kodam I Bukit Barisan juga berjanji untuk mengganti semua kerugian yang dialami masyarakat.
"Kita mewakili warga di sini. Kita menyampaikan apresiasi terhadap resimen yang telah berdamai dengan pihak korban, yakni dengan cara mengganti segala kerusakan kendaraan bermotor dan barang-barang warung yang terjadi akibat kesalahpahaman antara TNI dan warga di sini," sebut Umar.
"Kita sudah damai. Kita sepakat tak terjadi saling melapor. Warga tak melapor ke Pomdam, dan TNI tidak melapor ke polisi. Tapi kita sayangkan, pihak TNI melaporkan ini ke polisi. Kita mohon cabut laporan itu supaya semua clear, karena (kerusakan) korban juga parah," pungkasnya.
Sementara itu Kapendam I/BB, Kolonel Inf Doddy, membenarkan bahwa terjadi kericuhan itu. Namun ia menegaskan tidak ada penjarahan yang dilakukan oleh anggota Kodam I/BB.
"Tidak ada yang kenal, jadi sama-sama tidak saling mengenal. Yang jadi korban anggota kami. Masyarakat mengalami kerugian materil, sementara anggota kita yang luka satu orang saja," tegasnya.