Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dinilai Sebar Hoaks soal Corona, Bupati Simalungun Akan Dipolisikan
JR Saragih, Bupati Simalungun sekaligus ketua Gugus Tugas COVID-19 (Dok.IDN Times/Istimewa)

Simalungun, IDN Times - Tindakan Bupati Simalungun, JR Saragih kembali menuai protes karena mengumumkan nama-nama pasien yang ditangani sesuai standar COVID-19. Apa yang dilakukan JR Saragih justru dianggap menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dimana pasien tinggal, kemudian membuat pasien dikucilkan.

Pengalaman buruk itu diungkapkan Rinaldi, warga Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Rinaldi mengatakan, sejak istrinya Sriwati meninggal dunia dari Rumah Sakit Vita Insani yang ada di Kota Pematangsiantar, Bupati Simalungun mengumumkan nama almarhum sebagai pasien COVID-19, tidak lama kemudian tiga nama warga ikut dinyatakan positif COVID-19 sesuai hasil rapid test.

Lantas, di tengah duka yang dialaminya, Rinaldi seolah dikucilkan warga sekitarnya.

1. JR Saragih diancam dipolisikan

Bupati Simalungun JR Saragih memberikan keterangan pers (Dok.IDN Times/Istimewa)

Rinaldi mengutarakan, pernyataan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Simalungun itu sudah menyebarkan berita bohong atau hoaks. Menurutnya, tidak ada bukti rekam medis yang mendukung pernyataan bupati tersebut bahwa istrinya meninggal karena COVID-19.

"Selama ini sudah diberitakan bahwa almarhum istri saya positif COVID-19. Saya atas nama keluarga menyatakan keberatan kepada Bapak Bupati Simalungun JR Saragih," kata Rinaldi.

Apa yang dilakukan Bupati Simalungun menimbulkan kerugian besar kepada diri Rinaldi dan keluarga. Rinaldi pun meminta bupati melakukan klarifikasi dalam waktu tidak kurang dari tiga kali dua empat jam.

"Atas pernyataan itu, kami sudah dirugikan secara material maupun inmaterial. Dan pernyataan itu juga sudah meresahkan masyarakat Rambung Merah," ucapnya dengan menambahkan bahwa persoalan ini tidak menutup kemungkinan akan dibawa ke ranah hukum jika saja tidak ada klarifikasi dari bupati.

2. Karyawan dan orangtua Rinaldi masuk status positif COVID-19 dinilai keliru

Rinaldi dan ibunya serta karyawan saat memprotes pernyataan Bupati Simalungun (Dok.IDN Times/Istimewa)

Ia menegaskan, ibu kandungnya bersama karyawannya sampai saat ini tidak pernah menjadi pasien positif COVID-19. Namun, informasi yang telah diumumkan JR Saragih melalui berbagai media telah menimbulkan keresahan sekitar tempat tinggal mereka termasuk pelanggan dari usaha yang dikelolah mereka selama ini. Apalagi, karyawan yang disebutkan positif COVID-19 bekerja mengantarkan jajanan jenis "kuping gajang" yang dikelola sendiri.

Humas RS Vita Insani Kota Pematangsiantar, Trisno Munthe menjelaskan, saat pasien atas nama Sriwati masuk ke IGD, seluruh tim medis sudah mengenakan alat pelindung diri (APD) walau pasien tersebut bukan pasien emergency. Menurut kronologis keluarga, penyakit pasien bermula saat siangnya makan rujak dan malam tiba-tiba sesak berat.

Diterangkan, setelah ditangani medis dan berdasarkan diagnosa dokter, pasien hampir mengarah pada suspect covid tanpa gejala indikasi awal. Sehingga dapat diinformasikan bahwa pasien meninggal dengan diagnosa reaktif suspect PDP corona karena sesak nafas berat, susah menelan dan batuk. "Karena di situasi pandemi COVID-19, sesuai standar prosedur operasional rumah sakit, perawat IGD sudah dilengkapi dengan APD" ucapnya .

3. Sebelumnya JR Saragih menyebutkan setelah Sriwati meninggal tiga pasien positif COVID-19 hasil rapid test bertambah

Ilustrasi pemakaman korban COVID-19. Dok. ANTARA FOTO

Sebelumnya, JR Saragih mengatakan, Minggu (5/4) Sriwati dibawa keluarganya berobat ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Pematangsiantar karena sesak. Esoknya dinyatakan meninggal dunia. Jenazah dimakamkan sesuai prosedur COVID-19. Bupati pun tidak menyangka bahwa tiga orang warga yang bersentuhan dengan Sriwati turut dinyatakan positif sesuai hasil rapid test. Satu dari ketiganya pengantar jualan almarhum.

Ia menambahkan saat ini tim sedang menyisir untuk menemukan kemungkinan adanya pasien. Sementara tiga pasien yang dinyatakan positif COVID-19 sesuai rapid test yakni PM (75), tetangga rumah sebelah kanan Sriwati. Kemudian, NWT (53), tetangga sebelah kanan PM dan SG (52), pengantar jualan dari usaha Sriwati.

Curated For You

Editorial Team

Related Article