Ilustrasi pelecehan seksual (IDN Times/Aditya Pratama)
Kasus dugaan pelecehan ini sudah dilaporkan ke polisi pada akhir Agustus 2022 lalu. Rangkaian dugaan pelecehan ini cukup panjang. Apa yang dialami korban begitu tragis.
Korban tinggal bersama ibunya di Kota Medan, sejak bayi hingga 2017. Sang ibu sudah berpisah dengan ayahnya. Di rumah itu, ibunya juga tinggal bersama kekasihnya yang baru berinisial B.
“Korban mengaku bahwa ibunya bekerja pada malam hari dan sering ditinggal berdua bersama B dan pengakuan korban bahwa B pertama yang melecehkannya,” kata David.
Sang ibu kemudian meninggal dunia. Korban kemudian dirawat ayahnya. Dia tinggal bersama nenek dan adik neneknya berinisial CA. Di sana, korban juga diduga dilecehkan CA.
“Kejadian ini menyebabkan CA diusir dari tempat tinggal mereka,” ujar David.
Dari kejadian itu, nenek korban mengajak korban ke Palembang di tempat keluarga yang lain. Sementara ayah korban kabur dari rumah dikarenakan memiliki banyak utang.
Sepulang dari Palembang, korban bersama neneknya kembali ke Medan. Mereka tinggal bersam anak dari kakak neneknnya berinisial A. Kurang lebih dua tahun mereka tinggal hingga 2021.
A diduga sebagai seorang muncikari. Dari pengakuan korban, dia bersama anak A sempat diajak menemuli laki-laki. Mereka kemudian diberikan uang Rp300 ribu.
“Pria itu mau bersama anak A dan anak A menolak tetapi dipukul oleh A dan akhirnya anak A menyetujuinya, lalu mereka di bawa ke suatu tempat, tapi korban lupa di mana," kata David.
Berdasarkan keterangan korban, selama tinggal di rumah A ia kerap mendapatkan perilaku kekerasan termasuk kekerasan seksual. “Mereka pernah dibawa ke Hotel Danau Toba dan selama tinggal dengan A, korban sering mendapatkan perlakuan kasar dari A, salah satunya dari suami A, yakni Al. Pengakuan korban bahwa dia pernah ditelanjangi dan digantung dengan tulisan di lehernya mengatakan dia pencuri,” ujar David.
Tidak lama, korban kemudian pindah ke rumah teman neneknya selama 8 bulan. Mereka kemudian pindah lagi ke tempat lain. Di tempat ini, korban mulai sakit-sakitan.
“AY lalu memberitahukan kepada neneknya bahwa korban sakit-sakitan dan sudah dicari dokter tidak sembuh sehingga nenek korban minta AY menghubungi Team Fortune Community untuk membantu pengobatan, ”ujar David.
Setelah dibawa ke rumah sakit, barulah terdeteksi bahwa korban terinfeksi HIV.
“Lalu dilakukan tes dan dokter mengatakan bahwa korban telah mendapatkan perlakuan pelecehan seksual yang sehingga membuat positif HIV,” ujar David.