Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Banjir dan Longsor, 131 Orang Meninggal di Tapteng

Petugas gabungan menyeser Desa Bair, Tapanuli Tengah usai dihantam banjir bandang 25 November 2025 lalu (dok.Nanda untuk IDN Times)
Petugas gabungan menyeser Desa Bair, Tapanuli Tengah usai dihantam banjir bandang 25 November 2025 lalu (dok.Nanda untuk IDN Times)
Intinya sih...
  • 131 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
  • Kecamatan Tukka menjadi daerah terparah dengan 33 korban jiwa, diikuti oleh Kecamatan Pandan dan Sitahuis.
  • Pemkab Tapteng dan Pemprov Sumatra Utara berupaya membuka akses, membersihkan jalan, dan normalisasi sungai pasca bencana.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times- Jumlah korban jiwa bencana di Sumatra terus bertambah. Untuk Sumatra Utara, saat ini sudah mencapai 360 orang meninggal dunia. Hal itu terungkap dari data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (17/12/2025).

Korban jiwa kemungkinan besar bertambah karena 79 jiwa masih hilang saat ini. Korban jiwa terbanyak ada di Tapanuli Tengah. Kabupaten ini menjadi yang paling parah terdampak akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi 25 November 2025 lalu.

Dari data terbaru yang dirilis Pemkab Tapanuli Tengah, hari ini, sebanyak 131 orang meninggal dunia di kabupaten ini. Sementara 41 orang masih dalam pencarian.

Kecamatan Tukka menjadi daerah terparah setelah 33 orang meninggal dunia. Sebanyak 18 orang masih dalam pencarian di kecamatan itu.

Sementara kecamatan kedua dengan korban jiwa terbanyak adalah Pandan dengan 26 orang. Sementara di Kecamatan Sitahuis ada 25 orang meninggal dan 3 masih dalam pencarian.

Selain itu tercatat 10.887 pengungsi dari kabupaten Tapteng.

Saat ini Pemkab Tapteng yang didukung Pemprov Sumatra Utara masih berupaya melakukan pembukaan akses. Termasuk melakukan pembersihan jalan dan normalisasi sungai.

Diketahui tanggup Sungai Aek Sirahar jebol sehingga air meluap dan turut merendam kecamatan. Salah satunya Desa Pasar Terandam di Kecamatan Barus. Plt Camat Barus Sanggam Panggabean mengatakan saat ini alat berat melalukan normalisasi untuk membersihkan lumpur dan pasir.

"Satu unit excavator melakukan normalisasi suni Aek Sirahar yang berada di Desa Bunga Tanjung dan satu unit excaator digunakan membersihkan lumpur dan pasir di Desa Pasar Terandam," kata Sanggam.

Jebolnya Tanggul berdampak ke 3 desa mulai dari Desa Bunga Tanjung, Desa Ujung batu dan Desa Kinali.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Siswi SMAN 1 Medan Jadi Duta Intelegensia Putri Pelajar Anti Narkoba

08 Feb 2026, 23:36 WIBNews