Comscore Tracker

Polisi Selidiki Pengiriman Ribuan Kantong Darah ke Tangerang

Sekum PMI Cabang Banda Aceh serahkan sejumlah barang bukti

Banda Aceh, IDN Times - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh telah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan terkait pengiriman ribuan kantong darah ke luar Provinsi Aceh yang diduga dilakukan secara diam-diam.

“Kemarin sudah kita bentuk tim dan mulai penyelidikan,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Banda Aceh, Ajun Komisaris Polisi (AKP) M Ryan Citra Yudha, pada Sabtu (14/5/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, Unit Trsanfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Banda Aceh diduga telah melakukan pengiriman 2.050 kantong darah ke luar provinsi secara diam-diam tanpa sepengetahuan sejumlah pengurus instansi tersebut.

1. Telah meminta klarifikasi pengurus UTD PMI Kota Banda Aceh

Polisi Selidiki Pengiriman Ribuan Kantong Darah ke TangerangPengurus UTD PMI Cabang Kota Banda Aceh usai dimintai klarifikasi oleh pihak kepolisian. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Guna mengetahui dan mengungkap kebenaran dalam permasalan tersebut, Ryan menyampaikan, jika pihaknya pada Jumat (13/5/2022) telah memintai klarifikasi dari pihak UTD PMI Cabang Kota Banda Aceh.

“Sementara baru satu orang yang kita mintai klarifikasi, yaitu sekretaris PMI. Nanti dari hasil klarifikasi tersebut, kita akan kembangkan untuk menentukan siapa lagi yang akan kita mintai keterangan,” ujarnya.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Umum UTD PMI Cabang Banda Aceh, Syukran Aldiansyah. Dia mengatakan, kedatangannya ke Polresta Banda Aceh hanya dimintai keterangan terkait pengiriman ribuan kantong darah ke PMI Cabang Kabupaten Tangerang.

“Saya dipanggil lebih ke klarifikasi hal yang sebenarnya terjadi,” kata Syukran.

Baca Juga: Klarifikasi dan Alasan PMI Banda Aceh Kirim Darah ke Tangerang

2. Pengurus serahkan barang bukti pengiriman ke polisi

Polisi Selidiki Pengiriman Ribuan Kantong Darah ke Tangerangilustrasi dokumen-dokumen kertas (pexels.com/pixabay)

Selain memberikan klarifikasi kepada pihak kepolisian, Syukran juga membawa sejumlah barang bukti yang diserahkan ke penyidik Polresta Banda Aceh. Di antaranya, dokumen pengiriman darah ke Tangerang, rekaman audio sidak pengurus pada 24 Maret 2022, rekaman terkait darah sudah diterima di Tangerang, regulasi lembaga, Permenkes Nomor 91 Tahun 2015, foto memuat barang pengiriman, foto rekam jejak mobil pengiriman darah ke bandara.

Syukran menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang langsung memberikan respon terkait terkait pengiriman ribuan kantong darah ke UDD Tangerang. Pihaknya pun masih menunggu perkembangan dari aparat penegak hukum yang sedang menangani ikhwal kasus ini.

“Apresiasi kami sebagai pengurus PMI Banda Aceh terhadap penegak hukum yang mana hari ini mengambil langkah cepat dalam mengusut tuntas permasalahan hari ini,” ujarnya.

“Kita masih menunggu tindak lanjut selanjutnya dari pihak kepolisian atau aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini,” imbuh Syukran.

3. Tidak ada hubungan pengiriman darah dengan kekisruhan di tubuh PMI Kota Banda Aceh

Polisi Selidiki Pengiriman Ribuan Kantong Darah ke TangerangPengurus UTD PMI Cabang Kota Banda Aceh usai dimintai klarifikasi oleh pihak kepolisian. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Sekretaris Umum UTD PMI Cabang Banda Aceh menjelaskan, dalam kasus ini pihaknya murni coba mengungkap terkait pengiriman ribuan kantong darah ke Kabupaten Tangerang. Dia juga membantah bahwa kasus ini bersangkut paut dengan kekisruhan di tubuh PMI Cabang Kota Banda Aceh.

“Di sini saya menyampaikan bahwasannya tidak ada keterkaitan antara kisruh yang terjadi di PMI Kota Banda Aceh dengan terbangnya darah ke Tangerang ataupun dikirimnya darah ke Tangerang,” jelas Syukran.

Tidak hanya itu, dia kembali menegaskan, jika dirinya tidak pernah sekalipun menerima draft maupun keputusan terkait MoU kerja sama antara PMI Cabang Kota Banda Aceh dengan PMI Cabang Kabupaten Tangerang.

“Saya tegaskan di sini tidak pernah ada terkait pembahasan MoU ataupun kerja sama ke PMI Kabupaten Tangerang,” tegasnya.

Baca Juga: Pemprov Aceh Minta Polisi Selidik Kasus Pengiriman Darah ke Tangerang

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya