Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mulai Stabil, BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi Aceh Capai 4,21 Persen

Mulai Stabil, BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi Aceh Capai 4,21 Persen
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)
Share Article

Banda Aceh, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyebutkan pertumbuhan perekonomian Aceh semakin stabil pascapandemik COVID-19. Bahkan ekonomi di Tanah Rencong diakui alami penguatan sepanjang 2022 dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto P mengatakan, pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan IV berdasarkan Year on Year (YoY), menunjukan angka 5,60% atau lebih tinggi dari triwulan III yang berada pada tingkat pertumbuhan 2,51%. 

“Adapun pertumbuhan ekonomi Aceh selama tahun 2022 adalah sebesar 4,21%,” kata Rony, dalam keterangan tertulis yang diterima, pada Rabu (15/2/2023).

1. Hasil ekspor hingga sektoral pemicu ekonomi Aceh menjadi kuat

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Penguatan ekonomi di Tanah Rencong dikatakan Rony, didorong sejumlah komponen yang juga turut tumbuh. Dari sisi permintaan ditopang oleh ekspor luar negeri dengan andil pertumbuhan 0,18 persen dan konsumsi pemerintah dengan andil 0,05 persen. 

Sedangkan dari sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi Aceh didorong oleh pertumbuhan lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yakni 3,07%, serta sektor perdagangan 0,78 persen. 

“Untuk mendapatkan percepatan pertumbuhan ekonomi yang optimal dari sektor-sektor potensial di Aceh seperti pertanian, kehutanan dan perikanan perlu untuk didorong terutama hasil turunan dari produk-produk tersebut,” ucap Rony. 

“Mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga stabilitas harga-harga menjadi tugas dari Bank Indonesia. Untuk itu, optimalisasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan meredam kenaikan harga-harga komoditas di masyarakat,” imbuhnya.

2. Inflasi di Aceh masih di atas 5 persen, diprediksikan akan turun menjadi 3 persen pada 2023

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto P. (Dokumentasi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh untuk IDN Times)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto P. (Dokumentasi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh untuk IDN Times)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menyampaikan, kinerja inflasi gabungan tiga kota di Aceh pada Januari 2023 mencapai 5,52 persen. Angka ini lebih rendah dari Desember 2022 sebesar 5,89 persen.

Angka tersebut di atas target inflasi nasional yang sebesar 3±1 persen disebabkan oleh beberapa komoditas inflasi seperti bensin, angkutan udara, beras, bahan bakar rumah tangga, dan cabai merah. 

Menurutnya, komoditas tersebut juga akan tetap menjadi faktor utama pendorong inflasi dan harus berada pada level yang terjaga. 

“Pertumbuhan tingkat inflasi mencerminkan konsumsi daerah yang akan sehingga mempengaruhi tingkat produksi dan menghidupkan pelaku usaha. Pada tahun 2023, inflasi Aceh diperkirakan akan tetap terjaga berada pada rentang 3,26 persen sampai 3,76 persen,” ujar Rony.

3. Sumber pembiayaan Aceh masih bersumber dari luar

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto P. (Dokumentasi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh untuk IDN Times)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto P. (Dokumentasi Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh untuk IDN Times)

Ia menambahkan, sumber pembiayaan merupakan salah satu sumbu yang penting untuk menghidupkan potensi perekonomian di Aceh. Saat ini penyaluran pembiayaan yang ada di Tanah Rencong masih banyak bersumber dari bank-bank dari luar provinsi.

Tidak hanya itu, bahkan nilai pembiayaan dari luar Aceh jauh lebih tinggi dari total dana yang terhimpun. Hal ini menjadi indikasi bahwa jumlah dana dihimpun dari masyarakat masih belum cukup untuk membiayai proyek yang dijalankan di Aceh. 

Bank Indonesia Provinsi Aceh disampaikan Rony, berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui program-program pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Tujuannya, untuk mendorong peningkatan UMKM Aceh melalui Program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) serta penguatan kemandirian ekonomi berbasis pesantren.

“Penguatan kelompok-kelompok tani yang ada di Aceh, dan pengembangan layanan digitalisasi keuangan melalui QRIS,” kata kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kuantitas penjualan UMKM dan meningkatkan kualitas sehingga layak memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan. 

“Komitmen ini juga akan dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan berupa Flagship Event Bank Indonesia seperti Karya Kreatif Aceh Gayo (KKAG), Aceh Gayo Sustainable Investment (AGASID), Pekan QRIS Nasional, dan QRIS day,” tutup Rony.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
Muhammad Saifullah
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More

Ekshumasi Jenazah Steven Sitorus di Toba, Keluarga Merasa Janggal

14 Jun 2026, 18:06 WIBNews