Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Liput Firli Makan Durian, 2 Jurnalis Aceh Malah Diintimidasi Pengawal

Liput Firli Makan Durian, 2 Jurnalis Aceh Malah Diintimidasi Pengawal
Ilustrasi protes terhadap kekerasan jurnalis. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI/
Share Article

Banda Aceh, IDN Times - Dua jurnalis di Kota Banda Aceh, Raja Umar dari Kompas Tv dan Nurmala dari Puja TV, mengalami intimidasi yang diduga dilakukan pengawal Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, Kamis (9/11/2023) malam. 

Insiden yang dialami kedua wartawan ini terjadi ketika Firli Bahuri beserta rombongan datang ke warung kopi (Warkop) Sekber Jurnalis di Kota Banda Aceh, sekitar pukul 20.49 WIB.

Berikut kronologinya:

1. Firli duduk makan durian bersama rekan-rekan JMSI

Ilustrasi durian (pixabay.com/Spencer Wing)
Ilustrasi durian (pixabay.com/Spencer Wing)

Umar menceritakan kejadian bermula saat dirinya yang mendapat informasi dari gurp wartawan televisi mengenai kedatangan Firli ke Warkop Sekber Jurnalis. Ia langsung bergegas ke lokasi untuk membuktikan kebenaran informasi tersebut.

Tiba di lokasi, Umar melihat Firli duduk satu meja dengan sejumlah wartawan dan pemilik media yang tergabung dalam Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh. Sebagai seorang jurnalis, Umar mengeluarkan ID Pers dan kamera dari tas langsung menghampiri Firli sambil memperkenalkan diri.

Tidak hanya itu, Umar juga menyampaikan niatnya yang ingin mewawancara Firli sebagai Ketua KPK  terkait agenda kunjungan ke Aceh termasuk tanggapan terhadap tudingan mengulur-ulur waktu dari panggilan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.

“Lalu Firli menjawab ‘tidak ada komentar soal itu, lagi makan duren’,” kata Umar meniru ucapan ketua KPK itu, dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Jumat (10/11/2023).

2. "Saya polisi berhak meminta hapus foto itu"

Instagram.com/jurnal_prasetya
Instagram.com/jurnal_prasetya

Umar kemudian menawarkan diri untuk menunggu sampai kegiatan makan durian ketua KPK itu selesai. Namun, tidak lama kemudian seorang oknum polisi pengaman Firli mengingatkan Umar untuk tidak boleh mengambil video dan foto.

Sambil berjalan menjauh dari meja Firli dan rekan-rekan wartawan dan pemilik media yang tergabung tergabung dalam JMSI, jurnalis Kompas TV dan Kompas.com itu sempat memberitahu kepada oknum polisi tersebut bahwa dirinya wartawan. 

Umar kembali dihampiri seorang yang mengenakan pakaian preman diduga oknum polisi. Oknum tersebut meminta Umar untuk menghapus foto pertemuan ketua KPK dengan sejumlah wartawan dan pemilik media, namun permintaan itu ditolak.

“Saya bertanya, apa hak anda menyuruh saya untuk hapus foto? Lalu polisi itu menjawab ‘saya polisi berhak meminta hapus foto itu’,” ujar Umar menceritakan.

3. Merasa diintimidasi, Umar coba merekam kejadian dialami

Google
Google

Umar mengatakan dirinya sempat menghidupkan rekaman audio di gawai atau handphone ketika oknum polisi berpakaian preman itu memaksa dirinya membuka galeri. Umar juga sempat menanyakan foto mana yang harus dihapus.

“Polisi tersebut ternyata tahu kalau saya merekam audio kejadian. Polisi itu juga meminta menghapus rekaman tersebut lalu saya menolak menghapus audio. Sambil menolak, saya seketika mengirim audio itu ke grup kompas.com. Tujuannya sebagai barang bukti kalau saya telah diintimidasi oleh pengawal Firli,” kata Umar.

Insiden itu juga dikabarkan Umar ke beberapa wartawan televisi yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) agar mereka segera ke lokasi untuk sama-sama meliput Firli. Dia sengaja melakukan itu karena sebelumnya ada Nurmala, wartawan Puja TV yang juga mengalami intimidasi.

“Saat mengabadikan foto saya menghampiri Firli untuk minta izin, Nurmala pun diminta paksa hapus foto tersebut. Kronologi ini juga terekam dalam audio,” imbuh Umar.

Share Article
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
Muhammad Saifullah
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More

Ombudsman Sumut Buka Posko Pengaduan Cegah Kecurangan SPMB 2026

28 Mei 2026, 20:00 WIBNews