Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Manfaat Haus Validasi dari Orang yang Menyayangimu, Bikin Puas Hati!

5 Manfaat Haus Validasi dari Orang yang Menyayangimu, Bikin Puas Hati!
ilustrasi pasangan (pixabay.com/Katerina Holmes)

Sebagian besar orang mengatakan bahwa kita tak boleh haus akan validasi dari orang lain. Nyatanya, kita boleh haus akan validasi dari orang yang tepat. Siapa saja sih orang yang tepat itu? Tentunya, mereka ialah orang-orang yang mengenal baik dirimu, ya. 

Mulai dari pihak keluarga, sahabat, hingga pasangan hidup yang kerap hidup berdampingan dengan kamu. Bukan tanpa alasan, validasi yang diberikan oleh mereka itu memiliki berbagai manfaat, lho. Berikut sederet ulasan manfaat akan validasi dari orang-orang yang tepat. 

1. Sebagai wujud apresiasi

ilustrasi orangtua dan anak (pexels.com/Polina Tankilevitch)
ilustrasi orangtua dan anak (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Secara logika, mendapatkan apresiasi dari orang lain saja rasanya sudah begitu luar biasanya. Apalagi, jika apresiasi berupa validasi itu lahirnya dari mulut orang-orang yang kita kenal baik.

Ya, mereka orang yang sayang dan peduli dengan kamu. Terlebih, mereka paham dan mengenal kelebihan serta kekuranganmu dengan begitu baik. Sehingga, apresiasi berupa validasi yang diberikan itu tentu atas penilaian objektif atas apa yang kamu lakukan. 

Nah, apresiasi dari orang yang tepat karena mengenal baik dirimu itu rasanya jauh berbeda dibandingkan dapat dari orang asing. Apresiasi semacam itu akan lebih menyentuh hatimu karena kamu merasakan bahwa dirimu berhak mendapatkan validasi itu, terlebih dari orang-orang yang kamu sayangi dan menyayangimu. 

2. Reward atas perjuangan meraih validasi

ilustrasi pasangan (pexels.com/SHVETS production)
ilustrasi pasangan (pexels.com/SHVETS production)

Sesederhana, kamu yang dikenal pasanganmu sebagai sosok orang yang hobi terlambat. Lalu, dengan perjuanganmu akhirnya bisa berubah menjadi disiplin secara waktu. Tentunya, pasanganmu akan memberikan validasi bahwa kamu sudah berubah menjadi pribadi yang lebih bisa manajemen waktu.

Validasi yang diberikan oleh pasanganmu itu rasanya menjadi penghargaan dengan nilai tersendiri. Bak mendapatkan piala atas perjuangan yang begitu luar biasa untuk melawan rasa malas disiplin. Hingga melawan berbagai kebiasaan buruk yang sudah tertancap dalam dirimu.

Kamu layak mendapatkan penghargaan berupa validasi dari orang-orang tepat yang ada di sekitarmu. Kamu begitu luar biasa atas perjuangan perbaikan hidup yang sudah kamu tempuh!

3. Memacu untuk terus semangat melakukan nilai dari validasi yang didapatkan

ilustrasi pasangan (pexels.com/Antoni Shkraba)
ilustrasi pasangan (pexels.com/Antoni Shkraba)

Contoh sederhananya, ketika kamu berbuat kebaikan, lalu kamu mengunggahnya ke media sosial, akan ada dua sisi yang melihat aksimu. Yakni, di satu sisi ada pihak yang menganggap kamu tak ikhlas berbagi, pamer kekayaan, hingga haus validasi. 

Namun, di sisi lain ada orang-orang dengan pemikiran yang tepat akan melihat dari sudut pandang yang positif. Mulai dari melihat niat baikmu hingga memberikan validasi bahwa kamu juga orang yang baik hati. Bahkan, sampai pada pemikiran bahwa aksimu itu heroik bak menetralisir isi konten media sosial yang sudah mulai dipenuhi konten akan hal buruk.

Dengan konten aksi berbagimu, orang yang tepat bisa menilai hal itu memotivasi orang lain. Pun setidaknya sekadar menormalisasi akan bolehnya mengunggah apa pun itu, terlebih dalam hal kebaikan. 

Jadi, kamu lebih mendengar validasi dari orang yang tepat atau sakit hati dengan omongan tak baik dari orang yang tak mengenalmu? Bijaklah dalam memilih. Jadikan validasi dari orang yang tepat untuk bisa membuat kamu terus bersemangat berbuat baik untuk orang lain dan dirimu sendiri. 

4. Memacu untuk meningkatkan nilai dari validasi yang didapatkan

ilustrasi pasangan (pixabay.com/sasint)
ilustrasi pasangan (pixabay.com/sasint)

Coba bayangkan, saat kamu dipuji oleh keluargamu, temanmu, higga pujaan hatimu akan hal baik yang kamu miliki atau lakukan, bagaimana rasanya? Menyenangkan, ya. Dengan begitu, haus validasi dari orang yang tepat itu bisa memacu semangat untuk meningkatkan perjuangan akan mendapatkan lagi dan lagi validasi itu. 

Kalau kamu dipuji karena rajin ibadah, kamu jadi semakin haus untuk validasi pujian serupa dengan melakukan ibadah lainnya. Dari yang semula sekadar sholat lima waktu serta mengaji. Kini, semakin meningkat dengan tambahan sholat sunnah hingga berpuasa. 

Jadi, validasi dari orang yang tepat itu memang dibutuhkan untuk semangat hidup. Kalau kamu memang membutuhkannya, jangan ragu untuk dikomunikasikan dengan orang-orang terdekatmu bahwa kamu membutuhkan validasinya untuk semangat terus progresif atas diri sendiri, ya. 

5. Melahirkan kepuasan hidup yang membahagiakan

ilustrasi berbahagia (pixabay.com/HuyNgan)
ilustrasi berbahagia (pixabay.com/HuyNgan)

Diberikan validasi dengan cara disanjung-sanjung oleh orang tersayang tentu rasanya begitu membahagiakan, ya. Validasi tertentu yang muncul dari mulut orang-orang terbaikmu itu menjadi hal yang begitu memuaskanmu secara lahir dan batin.

Validasi itu menjadi kebahagiaan tersendiri yang tak terukur nilai dan harganya. Saat kamu sedang berpuas hati, tentu aktivitas seharian jadi lebih menyenangkan. Ya, validasi seperti kamu keren, kamu cantik, kamu baik, kamu luar biasa, hingga begitu baiknya hatimu itu berhasil jadi mood booster. 

Pada dasarnya, tak ada yang salah dengan haus akan validasi, asal sesuai porsi dan tempatnya. Terlebih, mendapatkan pun meminta validasi itu kepada orang yang tepat, orang yang benar-benar bisa menghargai kamu, mengenal baik kamu, serta yang sayang dan kamu sayangi. Jadi, teruslah berada di lingkungan yang tepat jika kamu termasuk orang yang haus akan validasi sebagai semangat hidup. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Melinda Fujiana
EditorMelinda Fujiana
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Liga 4 Sumut: Binjai City Kunci Tiket 6 Besar Usai Tundukkan PS Kwarta

01 Apr 2026, 23:00 WIBNews