Comscore Tracker

Sempat Jadi Mahasiswa Misterius UI, Bevan Kini Pimpin Polsek Kuala

Perdana pimpin Polsek di usia 29 tahun

Langkat, IDN Times - Promosi jabatan merupakan hal biasa di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Setiap personil pastinya akan mendapat promosi atau dipindah tugaskan. Bagi mereka, promosi merupakan sebuah amanah dan tanggung jawab yang harus dijaga.

Seperti Kapolsek Kuala, Iptu Bevan Raga Utama, yang baru mendapat promosi jabatan dengan memimpin sebuah wilayah. Itu didapatkannya di usia yang cukup muda yakni 29 tahun.

"Bagi saya ini merupakan pengalaman pertama memimpin sebuah wilayah," kata Bevan saat ditemui di Mapolsek Kuala, Jumat (14/2).

1. Sebelumnya lebih sering bertugas di Satuan Lalu Lintas

Sempat Jadi Mahasiswa Misterius UI, Bevan Kini Pimpin Polsek KualaKapolsek Kuala Iptu Bevan Raga Utama (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Anak kedua dari 3 bersaudara menceritakan pengalamannya menjadi personel Korps Tri Brata. Pria bertubuh tinggi mayoritas mengemban amanah di Satuan Lalu Lintas. "Pernah juga sekali di Reskrim saat di Toba Samosir," ujar pria kelahiran 1991ini.

Jebolan Akademi Kepolisian 2012 lalu ini  sudah menjabat selama 3 bulan. Polsek Kuala membawahi 2 kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumut. Adalah, Serapit dan Kuala. Selama perjalanan karirnya menjadi orang nomor satu di Polsek Kuala, menurut dia, kasus yang kerap terjadi tindak pidana penganiayaan ringan maupun berat.

Begitupun, kata dia, penganiayaan tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman yang berujung damai. "Alhamdulillah, semua dapat berakhir dengan tentram. Berserah diri kepada sang Khalik dan menjalankan setiap amanah dengan sebaiknya. Itu selalu saya terapkan dalam menjalankan tugas," kata dia.

2. Pernah lulus UI, akhirnya pilih jalur Akpol

Sempat Jadi Mahasiswa Misterius UI, Bevan Kini Pimpin Polsek KualaUniversitas Indonesia, Depok. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Bevan menceritakan sedikit perjalanannya menjadi anggota polisi. Sebelumnya dia adalah alumni SMA Taruna di Magelang. Bevan masuk ke sana atas saran sang kakek. 

Saat mengemban pendidikan di SMA Taruna, kata dia, sang kakek menyarankan untuk melanjutkan pendidikan sebagai abdi negara. Antara Akpol atau Akademi Militer. Mendengar ini, Bevan juga sempat bingung. Karenanya, dia mencoba masuk UI melalui jalur seleksi mandiri pada tahun 2009. Bevan pun sempat tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

"Pas masuk Akpol sudah dinyatakan lulus di UI dan daftar juga. Bahkan saya juga sudah mendapat almamater kuning milik UI. Namun karena sudah jebol di Akpol, saya memilih itu. Makanya teman-teman bilang kalau saya mahasiswa yang paling misterius. Sebab sudah ada nama dan Nomor Induk Mahasiswa, tapi tidak pernah terlihat," ungkap Bevan mengenang.

Baca Juga: Kisah Asmara Pierre Tendean, Bersemi di Medan Berakhir di Lubang Buaya

3. Tidak ada tempat untuk pelaku kejahatan

Sempat Jadi Mahasiswa Misterius UI, Bevan Kini Pimpin Polsek KualaIDN Times/Mia Amalia

Kata dia, pengalaman baru dalam memimpin sebuah wilayah ini, tentunya banyak ketemu dengan anggota baru, para tokoh-tokoh. Masukan mereka sangat berharga dalam mengemban tugas ini. Dan selalu mengutamakan kepentingan khalayak ramai. 

"Pengalaman pertama ini menjadi pelajaran untuk saya. Mohon dukungannya ya," sambung dia.

Bevan juga akan menjalani motto Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin. Yakni, tidak ada tempat untuk pelaku kejahatan. Bevan sudah berstatus menikah. Saat bertugas di Satlantas Polres Langkat, dia menikahi wanita idamannya yang juga kelahiran Lampung. "Alhamdulillah, sudah dikaruniai seorang anak," beber dia.

4. Isi waktu luang dengan bermain tenis meja bersama para personil polisi

Sempat Jadi Mahasiswa Misterius UI, Bevan Kini Pimpin Polsek KualaDokumen Humas Polri

Mengisi waktu kosong, Bevan berolahraga tenis meja dengan para personel. Selain untuk merajut silaturahim yang semakin erat, juga untuk mengisi waktu kosong ketika tidak ada kegiatan pada petang hari.

Sebagai orang nomor satu di Polsek Kuala, dia akan terus menjaga wilayahnya dengan melihat situasi kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Karenanya, dia terus mengajak personel untuk turun ke masyarakat.

"Tidak hanya anggota yang turun ke seluruh pelosok desa, saya juga harus turun untuk mengetahui keluhan dan masukan dari setiap masyarakat. Karena menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktifitas sudah jadi kewajiban kami," kata pria kelahiran Lampung ini.

Baca Juga: Cerita Ira Siregar, Berhenti PNS dan Pilih Usaha Roti Sourdough

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya