3 Menu Khas Jatim Kolaborasi Sambal Bu Rudy di The People's Cafe Medan

- The People's Cafe berkolaborasi dengan sambal legendaris Bu Rudy menghadirkan tiga menu khas Jawa Timur yang tersedia terbatas di seluruh gerai mulai 5 Mei 2026.
- Tiga menu spesial—Nasi Cumi Hitam, Nasi Lidah Komplit, dan Nasi Sate Kelapa—dipadukan dengan sambal bawang Bu Rudy untuk memperkenalkan cita rasa lokal kepada generasi muda.
- Pemilik Bu Rudy, Lanny Siswadi, menegaskan kolaborasi ini adalah yang pertama setelah 30 tahun menjaga konsistensi rasa sebagai kunci keberhasilan bisnis kuliner mereka.
Medan, IDN Times – The People's Cafe Sun Plaza Medan kembali menghadirkan inovasi kuliner dengan menggandeng merek sambal legendaris asal Surabaya, Bu Rudy. Kolaborasi ini melahirkan tiga menu spesial bercita rasa khas Jawa Timur yang tersedia secara terbatas di seluruh gerai The People's Cafe di Indonesia mulai 5 Mei 2026.
President Director ISMAYA Group, Cendyarani mengatakan, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa makanan lokal tetap relevan di tengah tren kuliner yang terus berubah.
"Bagi kami, yang menarik adalah bagaimana sesuatu yang sudah dikenal bisa dihadirkan kembali dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian saat ini. Tidak mengubah esensinya, tetapi menyesuaikan cara orang menikmatinya hari ini," ujar Cendyarani.
1. Komitmen sajikan kuliner khas Nusantara

Asisten Manager The People's Cafe, Sam, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen restoran tersebut untuk terus menyajikan kekayaan kuliner Nusantara kepada masyarakat luas.
"Kami berkomitmen menghadirkan makanan khas Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Jakarta hingga Sulawesi. Kali ini kami berkolaborasi dengan salah satu nama legendaris dari Surabaya, yaitu Bu Rudy," ujar Sam.
Menurutnya, keputusan menggandeng Bu Rudy berangkat dari kebiasaan konsumen Indonesia yang tidak bisa dipisahkan dari sambal. Sambal telah menjadi bagian dari budaya makan masyarakat lintas generasi.
"Dari kecil sampai dewasa, orang Indonesia makan dengan sambal. Feedback dari customer juga menunjukkan bahwa The People's Cafe tidak bisa lepas dari sambal. Karena itu, kami memilih sambal Bu Rudy yang punya nama kuat dan rasa yang konsisten," katanya.
Sam menilai The People's Cafe dan Bu Rudy memiliki nilai yang sama, yakni menjaga cita rasa khas Indonesia sekaligus menghadirkan pengalaman kuliner yang dekat dengan masyarakat.
2. Tiga menu khas dalam waktu terbatas

Dalam kolaborasi ini, tiga menu eksklusif diperkenalkan, yakni Nasi Cumi Hitam, Nasi Lidah Komplit, dan Nasi Sate Kelapa. Ketiganya dipadukan dengan sambal bawang khas Bu Rudy yang telah dikenal luas selama puluhan tahun. Nasi Cumi Hitam menghadirkan olahan cumi khas Madura dengan bumbu hitam yang kaya rasa, dilengkapi oseng soun, udang crispy, serta sambal Bu Rudy. Sementara Nasi Lidah Komplit menyajikan lidah sapi empuk berpadu serundeng gurih, oseng soun, lalapan, udang crispy, dan sambal bawang khas Surabaya tersebut.
Adapun Nasi Sate Kelapa menawarkan sate ayam berbalut kelapa parut berbumbu yang dipadukan dengan bumbu kacang, acar, serta sambal Bu Rudy. Menu ini tersedia dalam pilihan ala carte maupun paket lengkap dengan nasi.
Sam menjelaskan, kolaborasi ini juga menjadi cara The People's Cafe menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi Z dan generasi Alpha yang kini mencari pengalaman baru dalam menikmati makanan.
"Generasi muda ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda. Kami ingin mengenalkan kekayaan kuliner lokal kepada mereka, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap makanan Indonesia. Karena itu, kami terus menghadirkan kolaborasi dengan berbagai makanan khas daerah," tuturnya.
3. Selama 30 tahun memertahankan cita rasa dan belum pernah kolaborasi

Sementara itu, pemilik Bu Rudy, Lanny Siswadi, mengatakan ini pertama kali mereka menjalin kolaborasi. Menurutnya, menjaga konsistensi rasa menjadi kunci utama keberlangsungan bisnis kuliner.
"Sudah 30 tahun lebih kami mempertahankan rasa yang sama. Mahal atau murah bahannya, kualitas harus tetap dijaga. Kontrol kualitas itu yang paling penting," ujarnya.
Lanny mengungkapkan perjalanan Bu Rudy bermula dari usaha sederhana setelah bisnis sepatunya mengalami kebangkrutan. Berbekal kecintaan sang suami terhadap sambal, usaha tersebut berkembang menjadi salah satu ikon kuliner Surabaya.
"Awalnya saya hanya coba-coba. Tapi saya percaya, kalau punya produk, kualitas harus dipertahankan. Generasi berikutnya juga harus disiapkan agar bisa melanjutkan apa yang sudah dibangun," katanya.

















