Merasa Dirugikan, Persiraja Bakal Lapor Perangkat Wasit ke PSSI

Banda Aceh, IDN Times - Persiraja Banda Aceh merasa dirugikan atas kepemimpinan wasit yang memimpin pertandingan saat melawan Persikota Tangerang. Sejumlah keputusan pengadilan lapangan diduga kontroversi sehingga merugikan Laskar Rencong.
Seperti diketahui laga lanjutan Grup 1 Liga 2 Indonesia musim 2024-2025 antara Persikota melawan Persiraja digelar di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Banten, Minggu (6/10/2024). Bayi Ajaib menang 1-0 atas tim tamu, Laskar Rencong.
1. Manajemen Persiraja bakal melaporkan perangkat wasit dan pertandingan

Manajer Persiraja Banda Aceh, Ridha Mafdhul alias Gidong, mengatakan Manajemen Lantak Laju bakal melaporkan perangkat wasit yang memimpin pertandingan antara Persikota melawan Persiraja.
Laporan akan disampaikan kepada Komite Wasit Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Laporan beserta bukti-bukti pertandingan bakal dikirim Manajemen Lanatak Laju dalam waktu dekat.
“Iya kita akan melaporkan kejadian kemarin kepada Komite Wasit PSSI,” kata Gidong, Senin (7/10/2024).
2. Meminta PSSI melakukan investigasi wasit

Dia menyampaikan alasan mengajukan laporan pemeriksaan terhadap perangkat wasit yang memimpin pertandingan agar PSSI melakukan investigasi. Sebab bagi Persiraja, dugaan keputusan kontroversi wasit dapat dilihat dengan jelas merugikan Laskar Rencong.
Salah satu keputusan yang dianggap merugikan yakni ketika hakim garis menganulir gol Miftahul Hamdi dengan offside.
“Supaya dilakukan investigasi, karena sangat jelas dapat diamati dalam artian bukan hal yang sulit untuk memutuskan,” ujar Gidong.
Dengan adanya investigasi yang dilakukan, kata dia, dapat ditemukan fakta sebenarnya. Sehingga perangkat pengadilan lapangan yang dianggap melakukan kesalahan dapat diberikan sanksi tegas oleh PSSI maupun Komite Wasit.
“Walaupun tidak akan merubah hasil pertandingan, tapi kita berharap bisa merubah kinerja wasit ke depan,” imbuh Manajer Persiraja Banda Aceh.
3. Andik Vermansah berharap Liga 2 menerapkan VAR

Sementara itu, Kapten Persiraja Banda Aceh, Andik Vermansah, berharap PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mulai menerapkan Video Assistant Referee (VAR) di setiap laga. Tujuannya untuk meminimalisir kontroversi setiap keputusan wasit dalam memimpin pertandingan.
“Mohon maaf, PT LIB atau PSSI kalau bisa Liga 2 mengadakan VAR,” kata Andik, dalam konferensi pers usai laga Persikota Tangerang melawan Persiraja Banda Aceh di Tangerang, Banten, Minggu (6/10/2024).
Senada dengan sang kapten, Pelatih Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas juga menyampaikan harapan serupa. Menurut Akhyar, banyak keputusan wasit yang diduga keliru atau kontroversi sehingga merugikan tim asuhannya.
“Saya setuju seperti Andik tadi, Liga 2 darurat VAR,” kata Akhyar.
“Sebenarnya kita respek sama kepemimpinan wasit. Tapi wasit sendiri yang tidak respek dengan pekerjaan dia. Itu yang kita sayangkan,” ujarnya.









