Comscore Tracker

Hujan Terus Menerus, Warga Medan Harus Waspadai Demam Berdarah

Meski angkanya menurun, sudah 913 kasus tahun ini

Medan, IDN Times - Kota Medan kembali diteror dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Data hingga Oktober 2019 menunjukkan ada 913 kasus DBD.

Meski pun data ini menurun dari tahun sebelumnya, warga harus tetap waspada. Langkah pencegahan harus tetap dilakukan.

1. Data menurun, enam orang meninggal dunia tahun ini

Hujan Terus Menerus, Warga Medan Harus Waspadai Demam Berdarahparenting.firstcry.com

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan dr Mutia Nimpar menyebutkan, tahun ini angka distribusi kasus DBD mengalami penurunan.

Tahun 2018, angka DBD mencapai 1.490 kasus. Dari kasus itu, angka kematian sebanyak 13 kasus.

Sementara itu, tahun ini total kasus berada di angka 913. Enam diantaranya meninggal dunia.

“Angka ini masih tergolong rendah. Kita terus melakukan upaya pencegahan untuk menekan angka kasus DBD,” kata Mutia, Jumat (8/11). 

Baca Juga: Diserang Virus Hog Cholera, 4 Ribu Ekor Babi di Sumut Mati

2. Kasus DBD terbanyak di Januari 2019

Hujan Terus Menerus, Warga Medan Harus Waspadai Demam BerdarahIDN Times/Gregorius Aryodamar

Mutia juga menjelaskan jika kasus DBD terbanyak terjadi di Januari 2019. Ada 229 kasus yang terjadi di Kota Medan.

Kemudian menurun pada Februari menjadi 135 kasus, Maret 92 kasus, April 60 kasus, Mei 37 kasus, Juni 44 kasus.

"Selanjutnya angkanya naik kembali pada Juli menjadi 89 kasus, Agustus 87 kasus, September 65 kasus, dan Oktober 75 kasus," ungkapnya.

3. Kebersihan lingkungan jadi langkah utama pencegahan DBD

Hujan Terus Menerus, Warga Medan Harus Waspadai Demam Berdarahthriftyfun.com

Pihaknya juga mengimbau masyarakat supaya peduli dengan lingkungan. Khususnya di sekitar rumah.

Dia mengimbau agar masyrakat waspada dengan genangan air. Karena bisa menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk DBD. Apa lagi saat ini sudah memasuki musim penghujan.

“Kita tetap harus melakukan 3M yaitu menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi, mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk serta menghindari gantungan-gantungan baju di rumah," imbaunya.

Saat ini pihaknya juga melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di setiap kecamatan. Bekerjasama dengan Puskesmas sekitar. Kegiatan ini sudah rutin dilakukan pada Jumat setiap pekannya.

“Jika ada anggota keluarga yang terkena DBD langsung bawa ke Puskesmas terdekat. Supaya bisa langsung ditangani,” pungkasnya.

Baca Juga: Jeruji Besi Menunggu Pelaku Pembuang Bangkai Babi di Marelan

Topic:

  • Prayugo Utomo
  • Doni Hermawan

Just For You