Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Angka Stunting Tinggi di Sumut, Lebih Dari 38 Persen

Angka Stunting Tinggi di Sumut, Lebih Dari 38 Persen
ilustrasi bayi (pexels.com/Benji Aird)

Medan, IDN Times- Kasus stunting atau masalah gizi kronis di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) masih tinggi. Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) angkanya ada yang menyentuh 40 persen.

1. Di Mandailing Natal, angka stunting 47,7 persen

Ilustrasi Stunting (Dok. IDN Times)
Ilustrasi Stunting (Dok. IDN Times)

Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Muhammad Irzal, menyampaikan saat ini BKKBN ditugaskan oleh Presiden berdasarkan Kepres No. 72/2021 tentang Koordinator Pengentasan Stunting. Disebutkannya, untuk keseluruhan stunting di Sumut diangka 25 persen, dan masih di bawah angka nasional.

"Namun ada di 12 Kabupaten/Kota di Sumut angka stuntingnya di atas 38 persen, dan yang mengkhawatirkan itu di Mandailing Natal angka stuntingnya 47,7 persen," ucap Irzal.

2. Dibutuhkan edukasi dan pendampingan pada keluarga hamil, calon pengantin dan ibu yang sedang menyusui

ilustrasi perbedaan tinggi anak stunting dengan anak normal (Dok. IDN Times)
ilustrasi perbedaan tinggi anak stunting dengan anak normal (Dok. IDN Times)

Oleh karena itu, Irzal mengatakan beberapa program kegiatan dibutuhkan dalam memberikan edukasi dan pendampingan pada keluarga hamil, calon pengantin dan ibu yang sedang menyusui dalam hal percepatan pengentasan stunting tersebut.

"Sedangkan keikutsertaan masyarakat dalam program Keluarga Berencana cukup memuaskan, namun masih adanya pernikahan dini yang dilakukan remaja yang menikah di usia 15 sampai 19 tahun di beberapa daerah," jelas Irzal.

3. Edy minta persoalan stunting ditangani secara serius

Preventif stunting (UNICEF Indonesia)
Preventif stunting (UNICEF Indonesia)

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, meminta persoalan stunting ini ditangani secara serius dan segera dicarikan solusinya.

”Angka ini cukup tinggi dan harus dicarikan solusinya segera untuk menurunkan jumlah stunting ini,” ujar Edy di Rumah Dinas Gubernur, Senin (7/2/2022).

Edy meminta Kepala Perwakilan BKKBN Sumut untuk membahas permasalahan stunting di Sumut lebih fokus lagi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov). Di mana stunting ini harus menjadi perhatian yang serius untuk segera diselesaikan.

"Mengenai permasalahan stunting ini, saya minta untuk dijadwalkan waktu yang khusus agar segala permasalahan ini dapat segera teratasi," ujar Edy.

Share
Topics
Editorial Team
Masdalena Napitupulu
Arifin Al Alamudi
Masdalena Napitupulu
EditorMasdalena Napitupulu
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Pembela Lingkungan Rentan, 198 Orang Jadi Korban Sepanjang 2025

22 Apr 2026, 17:58 WIBNews