Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kurang Laku dan Harga Tinggi, Pedagang Ogah Jual Gas Elpiji Nonsubsidi

Kurang Laku dan Harga Tinggi, Pedagang Ogah Jual Gas Elpiji Nonsubsidi
Rahmad Fauzi penjual gas elpiji di pangkalan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Penjual gas elpiji di Medan mengaku gas non subsidi ukuran 5,5 kg hingga 12 kg kurang diminati karena harganya mahal, sementara gas 3 kg tetap paling laku.
  • Rahmad Fauzi menyebut menjual gas non subsidi sering merugi akibat stok menumpuk dan risiko kebocoran tabung, sehingga ia memilih fokus pada penjualan gas 3 kg.
  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyesuaikan harga LPG non subsidi di Sumut, dengan Bright Gas 5,5 kg menjadi Rp111 ribu dan Bright Gas 12 kg Rp230 ribu per tabung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Gas elpiji nonsubsidi mengalami kenaikan harga mulai dari ukuran 5,5 kg hingga 50 kg. Di Kota Medan penjual mengakui gas elpiji nonsubsidi kurang laku untuk di pangkalan elpiji.

Salah satunya, Rahmad Fauzi sebagai penjual pangkalan gas elpiji. Menurutya, tidak banyak masyarakat yang minat membeli gas nonsubsidi karena mahal.

"Selama ini yang gas elpiji nonsubsidi kurang laku, baik yang 5,5 kg atau 12 kg itu, karena tetap orang cari yang 3 kg," kata Rahmad kepada IDN Times, Rabu (22/4/2026).

1. Penjual merasa rugi jika menjual gas elpiji nonsubsidi

IMG_20260422_130509.jpg
Rahmad Fauzi penjual gas elpiji di pangkalan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Fauzi yang sudah berjualan gas elpiji di pangkalannya sejak tahun 2000-an ini menjelaskan bahwa ia tidak menjual gas elpiji nonsubsidi sudah sebulan. Sebab, menurutnya untung tipis bahkan terkadang rugi karena kurang peminat.

"Ini tabungnya pada kosong, karena gak ada yang beli. Adapun yg beli nanti saya stok cuma 1 atau 2 tabung saja yang lalu dengan menunggu untung Rp15 ribu itu pun satu tabung," ucapnya.

Sedangkan gas elpiji 3 kg, Fauzi bisa menjual 120 tabung setiap pekan. "Makanya, kalau dari masyarakat gak habis paling dari pengecer atau kedai kecil," tutur Fauzi.

Dia juga menceritakan pernah kecewa, karena menjual gas elpiji nonsubsidi yang mengalami kebocoran, sehingga, merasa rugi. "Saya merasa kecewa karena pernah gas elpiji itu bocor setengah dikembalikan sama pembeli, dan minta ganti. Jadi, saya rugi. Untungnya cuma Rp15 ribu diantar tapi pas bocor dikembalikan. Makanya, saya gak mau jual lagi, apalagi makin naik harganya sekarang," jelasnya dalam cerita.

Untuk harga jual gas elpiji 12 kg Rp215ribu per tabung, dan 5 kg harganya Rp110 ribu per tabung, dan ukuran 3 kg harganya Rp15 ribu sudah dengan antar ke lokasi orderan masyarakat di sekitar pangkalan elpiji 3 kg di Jalan Karya Jaya.

2. Masih diberlakukan pembelian gas elpiji melon menggunakan KTP

IMG_20260422_130517.jpg
Rahmad Fauzi penjual gas elpiji di pangkalan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Terkait penerapan aturan para pembeli gas elpiji melon masih diberlakukan menggunakan KTP, Fauzi menjelaskan untuk 1 KTP bisa mendapatkan 2 tabung dengan minimal 3 hari boleh kembali membeli. "Masih ditetapkan, karena kami pun ada laporan juga ke Pertamina," sambungnya.

Dia mengatakan ada jatah setiap pangkalan yang didapat, dan dirinya mendapatkan jatah 120 tabung gas elpiji melon. Fauzi berharap, tidak ada pembatasan uota ke pangkalan untuk membeli gas elpiji. Sehingga, masyarakat bisa membeli tanpa dibatasi juga.

3. Pertamina Patra Niaga Regional menyesuaikan harga LPG nonsubsidi wilayah Sumut

IMG_20260422_130530.jpg
Rahmad Fauzi penjual gas elpiji di pangkalan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melakukan penyesuaian harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi di wilayah Sumatra Utara.Penyesuaian harga tersebut berlaku mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan dan diumumkan pada Senin (20/4/2026).

Adapun rincian harga LPG nonsubsidi di Sumatera Utara yakni Bright Gas 5,5 Kg menjadi Rp111.000, Bright Gas 12 Kg Rp230.000, serta LPG 50 Kg berkisar Rp1.075.000 hingga Rp1.082.000.

Harga tersebut berlaku di tingkat agen dalam radius hingga 60 kilometer dari SPBE. Sementara harga di pangkalan maupun outlet dapat berbeda menyesuaikan kondisi distribusi di masing-masing wilayah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More