Medan, IDN Times - Anak muda asal Medan ini bernama Yehezkiel Tampone (21). Ia mampu menyulap papan skate yang terbuang menjadi aksesoris untuk layak dipakai bagi kalangan anak muda. Aksesoris tersebut terlihat unik, dan memiliki ciri khas tersendiri.
Perpaduan warna dan bahan baku skate menimbulkan daya tarik untuk mengoleksi aksesoris tersebut. Usaha itu dinamakannya Woodland Skate
Berdiri tahun 2014, filosopi Woodland Skate diambil dari kata hutan dan papan seluncur yang mengartikan rezeki subur seperti hutan dari hasil hutan. Itulah skateboard.
“Bisnis ini dimulai dari sebuah keinginan untuk menghasikan karya, berbahan baku skate, karena banyak papan skate yang terbuang, serta di wilayah Sumatera Utara belum ada brand aksesoris yang terbuat dari skate bekas seperti di luar negeri. Kalau ada pun harganya mahal dan di tambah harus keluarin uang untuk pengiriman,” jelas Yehezkiel pada IDN Times.
