Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral Polantas Cekcok dengan Pengendara saat Pengamanan Demo Mahasiswa
Kantor Satlantas Polrestabes Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)
  • Video viral memperlihatkan cekcok antara pengendara dan polisi lalu lintas di Medan saat pengalihan arus menjelang demo mahasiswa di DPRD Sumut.
  • Kasat Lantas Polrestabes Medan menjelaskan pengalihan arus dilakukan lebih awal demi keselamatan pengguna jalan meski massa aksi belum turun ke lokasi.
  • Polisi yang terlibat dalam insiden diperiksa Paminal, sementara pimpinan kepolisian menyampaikan permintaan maaf atas kemacetan akibat pengamanan demonstrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Viral di media sosial aksi cekcok pengendara dengan seorang polisi lalu lintas. Insiden ini terjadi sebelum adanya aksi demonstrasi ratusan mahasiswa di Gedung DPRD Sumatera Utara.

Rekaman amatir dari pengendara roda empat itu diunggah oleh akun Instagram @medankinian, Rabu (24/6/2026). Ia mengamuk kepada polisi dan tidak terima ketika ditegur.

"Tadi Bapak bilang 'matamu'. Mata apa? Pantas nggak kau bilang gitu ke masyarakat?" tanya perekam video dengan nada tinggi.

Pada saat itu, lalu lintas memang sedang padat. Kemacetan terjadi karena adanya pengalihan arus lalu lintas.

Sebelum terlibat cekcok, perekam video meminta polantas membukakan jalur yang ditutup. Karena massa aksi belum turun ke DPRD Sumut.

"Saya ngomong dengan santun kepada salah seorang polisi yang ada di lapangan. Dengan santun saya berbicara, 'Pak, itu macet sudah panjang, kalau demonya belum turun minta tolong dibukakan (jalan)'," kata perekam video setelah dirinya masuk kembali ke dalam mobil.

1. Video viral terjadi saat polisi melakukan pengalihan arus lalu lintas

Kantor Satlantas Polrestabes Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan bahwa peristiwa terjadi pada hari Senin (22/6/2026) lalu. Saat itu arus lalu lintas sengaja dialihkan karena akan ada demonstrasi dari mahasiswa Nommensen.

"Kami sampaikan bahwa kami saat itu sedang melaksanakan pelayanan unjuk rasa. Di mana pelayanan unjuk rasa ini ada beberapa ruas jalan yang kami alihkan, di antaranya ruas jalan menuju Lapangan Merdeka," kata Widodo kepada awak media, Rabu (24/6/2026).

Ia menambahkan bahwa titik unjuk rasa berada di jalan Imam Bonjol tepatnya di depan DPRD Sumut dan Kantor Walikota. Sehingga mereka harus mengalihkan jalan menuju depan Kodim 0201/Medan.

"Kami sampaikan mungkin pada saat kejadian ya, anggota kita pun sudah merasa gerah karena di sana memang padat. Kuncinya di sana jadi ekornya cukup panjang. Selain itu anggota juga melaksanakan kegiatan sejak pagi. Mungkin para yang pengendara ini pun juga merasa gerah dengan kemacetan," lanjutnya.

2. Meski demonstran belum turun aksi, arus lalu lintas sudah dialihkan dengan alasan keselamatan

Ilustrasi rambu lalu lintas (pixabay.com/knerri61)

Widodo menerangkan bahwa tidak ada akses yang bisa mencapai Lapangan Merdeka saat itu. Jika arus lalu lintas dibuka, ia menilai akan rawan bagi pengguna jalan.

"Namun kami berusaha memperlancar dan mengalihkan dengan membuat beberapa rambu. Di antaranya ada alih arus dan juga pemberitahuan bahwa di setiap simpang yang akan kita sekat terpampang di sana lanjut unjuk rasa," beber Widodo.

Ia membenarkan bahwa saat itu massa aksi belum turun ke DPRD Sumut. Namun pengalihan arus lalu lintas disebutnya harus sudah dibuat.

"Tahapan pelaksanaan pengalihan arus itu ada perencanaan, pelaksanaan, dan pengakhiran. Kalau kita terlambat saja mengawali, pasti yang dirugikan pengendara lain. Bisa saja terjepit. Makanya kami punya perencanaan di sini. Perencanaan ini harus bagus karena gunanya untuk evaluasi, ya," ujarnya.

3. Anggota polisi yang viral saat ini diperiksa Paminal

Kantor Satlantas Polrestabes Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Anggota polisi yang dituding mengucapkan kata "matamu!" oleh pengendara disebut Widodo sudah diperiksa pihaknya.

"Anggota kita sudah diperiksa oleh Paminal. Jadi untuk diklarifikasi," akunya.

Namun demikian, Widodo selaku pimpinan memohon maaf kepada seluruh pengendara di Kota Medan atas pengalihan arus yang terjadi karena demonstrasi. Kemacetan memang tidak dapat dihindari lagi.

"Kami minta untuk pengguna jalan lain mohon bersabar. Kami menyadari mengalihkan arus itu dampaknya pasti terjadi kepadatan. Namun bukan keinginan kami, namun ini untuk kenyamanan dan kelancaran semuanya. Baik untuk pengunjuk rasa dan keamanan pengguna jalan lain," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article