Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Riau Ricuh, Dua Mahasiswa Terluka
Mahasiwa Riau mendapat perlawanan dari pihak kepolisian dan Satpol PP saat berunjuk rasa di pintu gerbang samping kantor Gubernur Riau (IDN Times/ istimewa)
  • Ratusan mahasiswa UNRI berunjuk rasa di kantor Gubernur Riau, menuntut perbaikan jalan, penanganan karhutla, serta pencairan beasiswa periode 2025-2026.
  • Aksi memanas saat mahasiswa mendorong gerbang kantor gubernur; polisi mengamankan dua mahasiswa yang disebut dalang, sementara dua mahasiswa terluka dan satu dibawa ke rumah sakit.
  • Setelah situasi kondusif, perwakilan Pemprov memfasilitasi video call dengan Plt Gubernur SF Hariyanto, yang menjanjikan dialog; massa kemudian membubarkan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pekanbaru, IDN Times - Ratusan mahasiswa dari Universitas Riau (UNRI) melakukan unjuk rasa di pintu samping kantor Gubernur Riau, Rabu (12/8/2026). Dalam aksi yang berlangsung tegang itu, terjadi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.

Dalam pantauan IDN Times, massa yang menamakan dirinya dari Aliansi Mahasiswa UNRI itu, bergerak secara longmarch dari kampus menuju kantor Gubernur Riau. Mengenakan almamater berwarna biru langit, mahasiswa datang menggunakan sepeda motor dan sejumlah bus. Mereka juga membawa bendera serta berbagai spanduk berisi tuntutan.

Setibanya di kawasan kantor Gubernur Riau, mahasiswa menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapat penyelesaian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Disana, para mahasiswa langsung disambut dengan puluhan personel dari kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja yang telah berjaga.

1. Ini tuntutan yang disampaikan mahasiswa

Para mahasiswa membawa spanduk saat berunjuk rasa di kantor Gubernur Riau (IDN Times/ istimewa)

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan. Yakni terkait infrastruktur jalan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan pencairan dana beasiswa untuk mahasiswa.

Dari atas mobil pikap yang dijadikan kendaraan komando, para orator secara bergantian menyampaikan tuntutan menggunakan pengeras suara.

Tuntutan pertama, menurut mahasiswa, kondisi sejumlah ruas jalan di Bumi Lancang Kuning masih membutuhkan perhatian. Terutama dari sisi kualitas dan keselamatan pengguna jalan.

Kemudian yang kedua, mengenai Karhutla. Mahasiswa menilai, Karhutla yang terjadi saat ini di berbagai daerah Provinsi Riau, tidak hanya berdampak terhadap lingkungan. Tetapi juga kesehatan dan aktivitas masyarakat. Atas hal itu, para mahasiswa meminta kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk secepatnya menyelesaikan persoalan yang setiap tahunnya terjadi Karhutla.

Terakhir, ketiga, mengenai dana beasiswa mahasiswa periode 2025-2026. Para mahasiswa mempertanyakan belum cairnya dana tersebut dan menilai kondisi itu merugikan mahasiswa. Yang mana, seharusnya mereka mendapatkan bantuan untuk menunjang kebutuhan pendidikan.

"Di saat masyarakat merayakan HUT Riau, kami justru dihadapkan pada persoalan pendidikan yang tak kunjung usai. Beasiswa periode 2025-2026 belum juga dicairkan. Hari ini kita lawan, Provinsi Riau harus mendengar suara kami," teriak salah seorang orator.

Ratusan mahasiswa itu meminta Pemprov Riau memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab belum dicairkannya dana beasiswa tersebut.

"Kapan hak kami, hak mahasiswa kami terima," tanya orator itu.

Mahasiswa menilai, hari jadi Provinsi Riau yang ke-69 yang berlangsung pada 9 Agustus kemarin, seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

"Kami datang bukan sekadar untuk berunjuk rasa. Kami ingin pemerintah mendengar dan memberikan jawaban atas persoalan yang kami sampaikan. Jangan sampai suara mahasiswa hanya didengar ketika ada aksi," ujar salah seorang peserta aksi.

2. Polisi amankan dalang kerusuhan, dua mahasiswa terluka

Pihak kepolisian saat mengamankan seorang mahasiswa yang disebut sebagai dalang kericuhan dan salah seorang mahasiswa lagi yang terluka dibagian kepalanya (IDN Times/ istimewa)

Masih dalam aksi unjuk rasa itu, para mahasiswa tiba-tiba dikerahkan untuk mendorong pintu gerbang agar bisa masuk ke dalam halaman kantor Gubernur Riau. Sontak kericuhan terjadi.

Melihat situasi itu, pihak kepolisian dan personel Satpol PP langsung menahan pintu gerbang.

Disaat yang bersamaan, pihak kepolisian langsung mengamankan dua orang mahasiswa yang disebut sebagai dalang aksi dorong pintu gerbang kantor Gubernur Riau.

Selain itu, dalam aksi itu juga terdapat dua mahasiswa yang terluka. Satu orang di antaranya dibawa ke rumah sakit karena luka di bagian kepala.

3. Video call dengan Plt Gubernur Riau, jadwalkan untuk dialog

Kepala Kesbangpol Pemprov Riau Boby Rachmat dan Plt Biro Kesra Pemprov Riau Yan Dharmadi saat menemui mahasiswa (IDN Times/ istimewa)

Saat aksi sudah mulai kondusif, Kepala Kesbangpol Pemprov Riau Boby Rachmat dan Plt Biro Kesra Pemprov Riau Yan Dharmadi, menemui ratusan mahasiswa UNRI tersebut. Dalam kesempatan itu, para mahasiswa melakukan komunikasi dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto lewat video call. Hal itu dikarenakan SF Hariyanto sedang dinas luar kota.

Dalam video call itu, SF Hariyanto berjanji akan berdialog dengan mahasiswa UNRI.

"Nanti kita akan jadwalkan untuk dialog bersama," singkat SF Hariyanto dalam video call itu.

Setelah video call itu, ratusan mahasiswa UNRI tersebut akhirnya membubarkan diri dari aksi unjuk rasa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article