Para mahasiswa membawa spanduk saat berunjuk rasa di kantor Gubernur Riau (IDN Times/ istimewa)
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan. Yakni terkait infrastruktur jalan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan pencairan dana beasiswa untuk mahasiswa.
Dari atas mobil pikap yang dijadikan kendaraan komando, para orator secara bergantian menyampaikan tuntutan menggunakan pengeras suara.
Tuntutan pertama, menurut mahasiswa, kondisi sejumlah ruas jalan di Bumi Lancang Kuning masih membutuhkan perhatian. Terutama dari sisi kualitas dan keselamatan pengguna jalan.
Kemudian yang kedua, mengenai Karhutla. Mahasiswa menilai, Karhutla yang terjadi saat ini di berbagai daerah Provinsi Riau, tidak hanya berdampak terhadap lingkungan. Tetapi juga kesehatan dan aktivitas masyarakat. Atas hal itu, para mahasiswa meminta kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk secepatnya menyelesaikan persoalan yang setiap tahunnya terjadi Karhutla.
Terakhir, ketiga, mengenai dana beasiswa mahasiswa periode 2025-2026. Para mahasiswa mempertanyakan belum cairnya dana tersebut dan menilai kondisi itu merugikan mahasiswa. Yang mana, seharusnya mereka mendapatkan bantuan untuk menunjang kebutuhan pendidikan.
"Di saat masyarakat merayakan HUT Riau, kami justru dihadapkan pada persoalan pendidikan yang tak kunjung usai. Beasiswa periode 2025-2026 belum juga dicairkan. Hari ini kita lawan, Provinsi Riau harus mendengar suara kami," teriak salah seorang orator.
Ratusan mahasiswa itu meminta Pemprov Riau memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab belum dicairkannya dana beasiswa tersebut.
"Kapan hak kami, hak mahasiswa kami terima," tanya orator itu.
Mahasiswa menilai, hari jadi Provinsi Riau yang ke-69 yang berlangsung pada 9 Agustus kemarin, seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
"Kami datang bukan sekadar untuk berunjuk rasa. Kami ingin pemerintah mendengar dan memberikan jawaban atas persoalan yang kami sampaikan. Jangan sampai suara mahasiswa hanya didengar ketika ada aksi," ujar salah seorang peserta aksi.