Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sumatra Gelap 2 Hari, Estimasi Kerugian Pengguna AC Mencapai Rp28 M

Sumatra Gelap 2 Hari, Estimasi Kerugian Pengguna AC Mencapai Rp28 M
ilustrasi pendingin udara (pixabay.com/WebTechExperts)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemadaman listrik massal di Sumatra Utara dan sekitarnya menyebabkan aktivitas ekonomi lumpuh, menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan pelaku usaha.

  • Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin memperkirakan kerugian pengguna AC rumah tangga di Sumut mencapai Rp7–28 miliar, tergantung asumsi penggunaan dan metode perhitungan.

  • Total kerugian seluruh sektor akibat Sumatra Gelap bisa mencapai ratusan triliun rupiah, sementara PLN masih menghitung energi tak tersalurkan untuk evaluasi pencegahan ke depan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Medan, IDN TimesSumatra Gelap akibat pemadaman listrik massal di lima provinsi di Pulau Sumatra dua hari terakhir tak hanya mengganggu aktivitas warga. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan disebut mencapai miliaran rupiah, khususnya bagi rumah tangga pengguna AC.

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan, blackout yang terjadi menghentikan aktivitas ekonomi masyarakat secara mendadak. Mulai dari kerusakan barang elektronik, kemacetan lalu lintas, hingga biaya tambahan untuk menyewa genset dan membeli BBM.

“Sudah pasti memicu kerugian pada pelaku usaha maupun masyarakat umum. Kerusakan barang elektronik, kemacetan, biaya genset, penurunan produktivitas dunia usaha, dan banyak lagi yang bisa dikalkulasikan,” ujar Gunawan, Minggu (25/5/2026).

1. Metode penghitungan dengan pendekatan VOLL

IMG_20260524_163627.jpg
Ilustrasi penggunaan AC (IDN Times/Indah Permata Sari)

Menurutnya, perhitungan kerugian bisa dilakukan dengan beberapa pendekatan. Antara lain pendekatan regulasi dan kompensasi PLN, Value of Lost Load [VOLL], fungsi kerusakan pelanggan, hingga klaim kerugian aktual. Setiap metode menghasilkan angka yang berbeda, sehingga tidak ada nilai kerugian yang absolut.

“Total kerugian tergantung metode dan siapa yang menghitung. Tapi sebagai ilustrasi, kita bisa pakai pendekatan VOLL yang menghitung utilitas, kenyamanan, dan pendapatan yang hilang menjadi nilai uang,” jelasnya.

2. Kerugian hanya dari pengguna AC di Sumut saja diperkirakan berada di kisaran Rp7 miliar hingga Rp28 miliar

ilustrasi pendingin udara (pixabay.com/WebTechExperts)
ilustrasi pendingin udara (pixabay.com/WebTechExperts)

Dengan data BPS yang mencatat sekitar 3,5 juta rumah tangga di Sumatra Utara, Gunawan memperkirakan 20% di antaranya menggunakan AC. Menggunakan asumsi AC 1 PK menyala selama 1 jam 47 menit, dan nilai VOLL per kWh antara Rp10.000 hingga Rp40.000, kerugian hanya dari pengguna AC di Sumut saja diperkirakan berada di kisaran Rp7 miliar hingga Rp28 miliar.

“Itu baru dari pengguna AC. Kalau penggunaan AC lebih dari 1 PK, atau waktunya lebih lama, angkanya akan jauh lebih besar. Belum lagi kalau ada warga yang terpaksa menginap di hotel karena listrik padam,” kata dia.

Gunawan menambahkan, jika memperhitungkan seluruh sektor dan wilayah yang terdampak, total kerugian akibat Sumatra Gelap yang terjadi serentak di Sumatra bisa mencapai ratusan triliun rupiah.

3. Cara paling sederhana hitung kerugian dengan melihat energi yang tidak tersalurkan

Midea AC 1 PK MPHA-09CRN7 (shopee.co.id/Midea Authorized Store)
Midea AC 1 PK MPHA-09CRN7 (shopee.co.id/Midea Authorized Store)

Meski begitu, cara paling sederhana untuk menghitung kerugian adalah dengan melihat energi yang tidak tersalurkan.

“PLN bisa langsung menghitung berapa kWh yang tidak disalurkan. Dari situ bisa dihitung juga berapa output barang dan jasa yang hilang per satu unit penggunaan listrik,” pungkasnya.

Pemadaman massal pada Jumat malam lalu sempat dirasakan merata di wilayah Sumatra, memaksa warga dan pelaku usaha beralih ke sumber listrik alternatif. Hingga kini PLN masih melakukan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More