Salat Id Masjid Raya Al Mashun, Dipadati Warga Hingga dihadiri Sultan

- Ribuan jemaah memadati Masjid Raya Al Mashun sejak pagi, bahkan meluber hingga ke jalan karena area utama tak mampu menampung seluruh peserta Salat Id.
- Sultan Deli Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah hadir bersama rombongan, menjadi pusat perhatian dan disambut antusias warga yang ingin berfoto serta berinteraksi langsung.
- Bagi para perantau asal Medan, Salat Id di Masjid Raya Al Mashun menjadi momen penuh nostalgia dan kebersamaan, terutama dengan suasana khidmat serta kehadiran Sultan Deli.
Medan, IDN Times - Suasana Idulfitri di Masjid Raya Al Mashun selalu punya cerita tersendiri. Sejak pagi ribuan jemaah sudah memadati masjid untuk melaksanakan Salat Id, Sabtu (21/3/2026).
Sejak pukul 07.30 WIB, area utama masjid sudah penuh. Bahkan, jemaah dari berbagai daerah seperti Medan, Deli Serdang, hingga luar Sumatra ikut meramaikan momen salat berjamaah yang penuh khidmat ini.
1. Jemaah meluber hingga ke jalan, pakai koran jadi alas salat

Lonjakan jemaah membuat area dalam masjid tidak mampu menampung seluruhnya. Selasar hingga halaman masjid dipenuhi ribuan orang yang ingin ikut Salat Id.
Tak sedikit jemaah akhirnya membuka saf di badan jalan. Mereka menggunakan koran sebagai alas pengganti sajadah. Membludaknya jemaah tahun ini juga dipengaruhi oleh antusiasme masyarakat.
2. Jemaah antusias salat bersama Sultan Deli

Salat Id tahun ini juga dihadiri Sultan Deli Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah atau yang akrab disapa Tuanku Aji. Ia datang bersama rombongan dari Istana Maimun menuju masjid.
Kehadiran Sultan menjadi daya tarik tersendiri. Usai salat, banyak warga yang antusias mengabadikan momen dengan berfoto bersama. Dengan ramah, Tuanku Aji melayani permintaan masyarakat yang ingin berinteraksi langsung dengannya.
3. Salat di Masjid Raya Al Mashun selalu jadi kerinduan para perantau dari Medan

Salat di masjid Raya Al Mashun Kota Medan menjadi kerinduan para perantau yang pulang ke Kota Medan. Fadli, salah seorang warga yang merantau dari Jakarta, menyempatkan diri untuk salat Id di masjid Kesultanan Deli itu.
"Rasanya selalu menarik salat di sini. Karena antusiasnya. Apa lagi dengan hadirnya Sultan Deli. Jadi selalu menarik," katanya.
















