Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rico Waas Sebut Tenis Meja Tetap Eksis di Tengah Tren Olahraga Baru
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menutup Turnamen Tenis Meja Antar-Persatuan Tenis Meja (Dok. Diskominfo Medan)
  • Rico Waas menegaskan tenis meja tetap diminati di Medan meski muncul tren olahraga baru seperti padel dan pickleball, karena keseruannya yang lintas generasi.
  • Ia menjelaskan bahwa di balik tampilan sederhana, tenis meja menuntut teknik tinggi, refleks cepat, serta strategi matang dalam setiap reli permainan.
  • Pemerintah Kota Medan mendukung turnamen antar-PTM sebagai ajang pembinaan dan lahirnya bibit atlet muda untuk memperkuat prestasi tenis meja daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
18 Juli 2026

Turnamen Tenis Meja Antar-PTM se-Kota Medan Piala Wali Kota Medan Tahun 2026 dimulai. Acara ini diikuti 30 PTM dengan berbagai kategori usia dan divisi.

19 Juli 2026

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menutup turnamen di GOR Basket Dispora Sumut, Pancing. Ia menyampaikan apresiasi kepada peserta dan menegaskan tenis meja tetap diminati masyarakat.

kini

Tenis meja di Kota Medan tetap eksis meski muncul tren olahraga baru seperti padel dan pickleball.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penutupan Turnamen Tenis Meja Antar-Persatuan Tenis Meja (PTM) se-Kota Medan Piala Wali Kota Medan Tahun 2026 yang menegaskan eksistensi tenis meja di tengah tren olahraga baru seperti padel dan pickleball.
  • Who?
    Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal, Ketua PTMSI Kota Medan Hendra Irsan, para atlet, serta pejabat Pemkot Medan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di GOR Basket Dispora Sumut, kawasan Pancing, Kota Medan, Sumatera Utara.
  • When?
    Acara penutupan dilaksanakan pada Minggu, 19 Juli 2026, setelah turnamen yang dimulai sejak 18 Juli 2026.
  • Why?
    Kegiatan digelar untuk memperkuat pembinaan atlet muda tenis meja serta menunjukkan bahwa olahraga ini tetap diminati lintas generasi meski muncul tren olahraga baru.
  • How?
    Turnamen diikuti 30 PTM dengan berbagai kategori usia dan divisi; acara ditutup dengan penyerahan piala oleh Wali Kota serta pertandingan eksibisi bersama pengurus PTMSI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Rico Waas bilang tenis meja masih seru walau ada olahraga baru. Di Medan banyak orang suka main tenis meja karena cepat dan bikin senang. Katanya kelihatan mudah tapi sebenarnya susah dan butuh pikir cepat. Sekarang ada turnamen besar, banyak anak ikut supaya bisa jadi atlet hebat nanti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah maraknya tren olahraga baru, keberlangsungan tenis meja di Medan menunjukkan kekuatan tradisi dan semangat komunitas yang solid. Melalui turnamen antar-PTM yang melibatkan berbagai usia, olahraga ini tidak hanya mempertahankan pesonanya, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi bibit atlet muda serta mempererat sinergi antara pemerintah, klub, dan lembaga pendidikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Di tengah naik daunnya olahraga baru seperti padel dan pickleball di Kota Medan, tenis meja membuktikan pesonanya belum pernah pudar. Permainan yang mengandalkan kecepatan refleks, kecerdikan membaca arah bola, dan adu strategi dalam hitungan detik itu masih menjadi magnet bagi semua kalangan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menutup Turnamen Tenis Meja Antar-Persatuan Tenis Meja (PTM) se-Kota Medan Piala Wali Kota Medan Tahun 2026 di GOR Basket Dispora Sumut, Pancing, Minggu (19/7/2026).

"Keseruan inilah yang diyakini membuat tenis meja mampu bertahan sebagai salah satu olahraga favorit lintas generasi," kata Rico Waas di hadapan Ketua KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal, Ketua PTMSI Kota Medan Hendra Irsan, dan para atlet.

1. Mudah dimainkan, sulit dikuasai

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menutup Turnamen Tenis Meja Antar-Persatuan Tenis Meja (Dok. Diskominfo Medan)

Menurut Rico Waas, tenis meja memiliki daya tarik yang sulit tergantikan karena selalu menghadirkan pertandingan yang cepat, menegangkan, sekaligus menghibur.

Ia menyebut tenis meja merupakan olahraga unik karena keseruannya tidak pernah habis. Selain mudah dimainkan, olahraga ini juga bisa dilakukan hampir di mana saja.

"Tenis meja ini menurut saya terus menyisakan keseruan yang tidak henti-henti dan tidak bosan-bosannya. Lapangannya tidak perlu besar, tinggal bawa meja saja. Mau di rumah bisa, di kantor bisa, di tempat perkumpulan bisa. Bahkan setiap momen 17 Agustus, olahraga ini insyaallah selalu ada," ujar Rico Waas yang hadir didampingi Kadispora Kota Medan T. Chairuniza dan Camat Medan Tembung Muhammad Idris.

2. Rico menilai masyarakat sering menganggap tenis meja sebagai olahraga mudah

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menutup Turnamen Tenis Meja Antar-Persatuan Tenis Meja (Dok. Diskominfo Medan)

Lebih lanjut, Rico menilai masyarakat sering menganggap tenis meja sebagai olahraga mudah. Padahal di balik ukuran meja yang kecil, olahraga ini menuntut teknik, strategi, dan konsentrasi tinggi.

"Melihatnya kelihatan gampang, ternyata begitu didalami tekniknya sangat luar biasa dan makin lama makin sulit. Pukulannya tidak cuma lurus, ada tipuan, ada yang pukulannya tidak tampak. Bahkan kalau atlet profesional yang main, ruangannya rasanya jadi unlimited, bisa mundur ke mana-mana padahal ukuran mejanya kecil," jelas Rico.

Sebagai salah satu penggemar tenis meja, Rico menilai olahraga ini juga melatih kecepatan berpikir dan refleks tubuh. Setiap reli berlangsung sangat cepat sehingga pemain harus mengambil keputusan dalam waktu satu hingga dua detik.

3. Jadi wadah lahirnya bibit atlet muda

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menutup Turnamen Tenis Meja Antar-Persatuan Tenis Meja (Dok. Diskominfo Medan)

Pemerintah Kota Medan mengapresiasi penyelenggaraan turnamen antar-PTM tersebut. Rico berharap kompetisi serupa dapat digelar dengan skala lebih besar dan menghadirkan lebih banyak kategori sebagai wadah pembinaan atlet muda.

"Intinya yang kami harapkan adalah tumbuh banyak bibit atlet muda yang ke depannya akan mewarnai kejuaraan tenis meja di Kota Medan. Selamat kepada para pemenang turnamen tahun 2026 ini. Semoga ini menjadi pemantik semangat baru untuk menjadi atlet kebanggaan Kota Medan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua PTMSI Kota Medan Hendra Irsan menyampaikan turnamen semester I ini berlangsung sejak 18 Juli 2026. Turnamen diikuti 30 PTM dengan jumlah peserta kategori tunggal pra-anak U-15 sebanyak 21 orang dan kategori ganda divisi 11 sebanyak 54 pasang.

"Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga diharapkan menjadi wadah evaluasi bagi para pelatih dan klub tenis meja di Kota Medan untuk melihat perkembangan performa atlet. PTMSI Kota Medan juga berharap sinergi antara lembaga pendidikan, klub, dan pengurus olahraga dapat terus ditingkatkan demi kemajuan tenis meja," jelasnya.

Acara ditutup dengan penyerahan hadiah dan piala oleh Wali Kota Medan Rico Waas kepada para pemenang. Rico Waas juga melakukan pertandingan eksibisi bersama Ketua PTMSI Kota Medan Hendra Irsan.

Editorial Team

Related Article