Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ribuan Koperasi Merah Putih di Sumut Diklaim Mulai Berdampak

Ribuan Koperasi Merah Putih di Sumut Diklaim Mulai Berdampak
Ilustrasi koperasi merah putih (dok. IDN Times)

Medan, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengklaim Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai memberikan dampak perekonomian.

Program ini dinilai memiliki prospek besar dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Selain membuka berbagai unit usaha, koperasi juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi warga untuk membangun ekonomi lokal secara gotong royong.

1. Ribuan koperasi terbentuk, ratusan mulai bangun fasilitas usaha

IMG_20250923_122120.jpg
Ilustrasi Koperasi Merah Putih di Sulawesi Selatan. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Utara mencatat perkembangan signifikan dalam pembentukan Koperasi Merah Putih di berbagai desa dan kelurahan. Hingga kini sudah terbentuk sekitar 6.100 koperasi di seluruh wilayah Sumut.

Dari jumlah tersebut, sekitar 5.830 koperasi telah tercatat aktif dalam Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan (Simkopdes), sementara 1.021 koperasi sudah mengelola gerai kebutuhan pokok masyarakat. Bahkan ribuan titik lahan juga telah disiapkan untuk pembangunan fasilitas koperasi.

"Sekarang sudah terdapat 2.645 titik lahan untuk pembangunan fisik koperasi, 527 titik di antaranya sudah dalam proses pembangunan dan 34 sudah selesai pembangunannya 100 persen, " ujar Kabid Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Pratiwi Mulya Ningrum, dalam keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).

Menurut Pratiwi, koperasi ini dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang bisa mengelola berbagai usaha, mulai dari gerai sembako, klinik atau apotek, pergudangan, hingga layanan simpan pinjam dan distribusi pupuk.

"Koperasi Merah Putih Medan Krio ini bisa menjadi contoh baik bagaimana kita berupaya mewujudkan inovasi dan kreativitas dalam membangun bisnis koperasi. Koperasi ini berazaskan kemandirian dan gotong royong, sehingga diharapkan anggota bisa mandiri dalam pengelolaannya tanpa bergantung pada pihak luar," kata Pratiwi.

2. Anggota bertambah, omzet koperasi desa diklaim bisa jutaan per hari

Koperasi Merah Putih
Ilustrasi Koperasi Merah Putih di Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Perkembangan Koperasi Merah Putih juga terlihat di Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal. Koperasi yang berdiri sejak Mei 2025 itu kini menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat, baik dari jumlah anggota maupun bidang usaha yang dijalankan.

Awalnya koperasi hanya memiliki 20 anggota dengan usaha utama pangkalan gas bersubsidi. Namun, kini jumlah anggota telah meningkat menjadi 130 orang dengan berbagai layanan tambahan seperti penjualan sembako, pupuk bersubsidi, hingga layanan transaksi perbankan melalui BRI-Link.

“Koperasi ini masih mandiri, modal utama dari simpanan pokok anggota sebesar Rp300 ribu per orang dan simpanan wajib Rp25 ribu per orang, dan Alhamdulillah saat ini omzet kami sekitar Rp1-3 juta per hari,” kata Ketua KDKMP Desa Medan Krio, Ummi Nadra Nasution.

Meski demikian, pengurus koperasi masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan usaha, terutama terkait sistem laporan keuangan yang masih dilakukan secara manual.

“Laporan keuangan ini tentu sensitif berhubungan dengan SHU anggota. Kalau ada aplikasi digital, anggota bisa langsung mengetahui berapa SHU-nya. Harapan kami lagi SDM kita bisa diberikan pelatihan manajemen dan kalau bisa kita dibantu untuk menemukan distributor utama sehingga kita bisa mendapatkan barang yang murah dan bersaing,” kata Ummi.

3. Warga mulai merasakan manfaat koperasi desa

Ilustrasi koperasi merah putih (Foto: IDN Times)
Ilustrasi koperasi merah putih (Foto: IDN Times)

Pemerintah desa juga melihat koperasi ini sebagai peluang besar untuk menggerakkan ekonomi lokal. Dengan potensi lahan pertanian yang cukup luas di Desa Medan Krio, koperasi diyakini bisa berkembang melalui berbagai sektor usaha, termasuk distribusi pupuk bersubsidi.

Kepala Desa Medan Krio Raja Chairul Azmi mengatakan koperasi tersebut dibangun di atas lahan desa seluas sekitar 1.400 meter persegi. Saat ini pembangunan fisik koperasi masih terus berjalan dan ditargetkan selesai sebelum Idulfitri 2026.

“Lahan koperasi ini seluas 1.400 meter merupakan lahan desa dan pembangunannya sudah 80 persen ditargetkan sebelum Idulfitri 2026 sudah selesai,” kata Raja.

Manfaat koperasi juga mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah Sri Wahyuni yang mengaku sering berbelanja kebutuhan sehari-hari di koperasi karena harga yang lebih terjangkau dibandingkan di tempat lain.

“Segala kebutuhan biasanya saya beli di sini, karena perbedaan harganya jauh dari yang lain. Contoh seperti gas 3 kg kalau di luar Rp17-18 ribu, di sini Rp16 ribu; begitu juga beras SPHP di sini Rp60 ribu. Pelayanan koperasi juga sangat baik, kalau saya beli gas langsung diantar ke sepeda motor saya,” kata Sri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bagikan 4.000 Paket Ramadan untuk Warga Medan

12 Mar 2026, 06:00 WIBNews