- Juara Dunia 4 Kali: Emas Taijiquan World Wushu Championships Toronto 2009, Ankara 2011, Jakarta 2015, dan Kazan 2017.
- Raja Se-Asia: Emas Asian Games Incheon 2014 dan emas di kandang sendiri, Jakarta-Palembang 2018.
- Penakluk Dunia: Emas World Games Cali 2013 dan World Combat Games Beijing 2010.
- Ratu SEA Games: Sapu bersih emas kombinasi dan individu dari 2011 sampai 2017.
Rekam Jejak Lindswell Kwok, Ratu Wushu Asal Medan Kini Jadi Pelatih Timnas

- Lindswell Kwok, mantan atlet wushu asal Binjai, resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Wushu Indonesia untuk Asian Games 2026 setelah enam tahun pensiun dari dunia kompetisi.
- Perjalanan kariernya dimulai sejak usia delapan tahun mengikuti jejak sang kakak, hingga berhasil meraih medali emas di berbagai kejuaraan dunia dan Asia sepanjang 2009–2018.
- Dijuluki 'Ratu Wushu', Lindswell menutup karier dengan emas Asian Games 2018 dan kini siap menyalurkan pengalaman serta mental juaranya kepada generasi penerus wushu Indonesia.
Medan, IDN Times – Namanya pernah menggetarkan arena Wushu dunia. Kini, Lindswell Kwok kembali untuk Indonesia, tapi dengan peran baru. Mantan atlet kebanggaan Sumatra Utara itu resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Wushu Indonesia di Asian Games 2026.
Perempuan kelahiran Binjai, Sumatra Utara, 24 September 1991 ini memang tak pernah jauh dari wushu. Dijuluki "Ratu Wushu", dengan perjalanan Lindswell adalah kisah Anak Medan yang tekun, jatuh bangun, lalu menaklukkan dunia.
Berikut IDN Times rangkum kisahnya.
1. Dimulai usia 8 tahun, ikuti jejak sang kakak

Karier Lindswell dimulai 1999, saat usianya baru 8 tahun. Saa itu, iya mengikuti latihan wushu karena sang kakak, Iwan. Dari dojo sederhana di Sumut, kemudian bakatnya cepat tercium.
Tahun 2006, umur 15 tahun, ia sudah mengibarkan Merah Putih di World Junior Wushu Championships Kuala Lumpur dengan meraih perunggu Taijijian.
Dua tahun berselang, 2008, ia ukir prestasi di kandang sendiri. Emas Taijiquan di World Junior Wushu Championships Bali berhasil dipersembahkan untuk Indonesia.
2. Dominasi di Level Senior sebanyak 4 kali juara dunia

Masa keemasan Lindswell terjadi 2009-2018. Di nomor spesialisasinya, Taijiquan dan Taijijian, ia nyaris tak terkalahkan.
Prestasi puncaknya, yakni:
Atas rentetan prestasi itu, Komite Olimpiade Indonesia menobatkannya sebagai Atlet Terbaik 2013 dan negara menganugerahinya Dharma Sports Medal, penghargaan olahraga tertinggi di Indonesia.
Namun, Lindswell memilih pensiun pada 2018, tepat setelah mempersembahkan emas Asian Games di Jakarta. Ia menutup karier dengan manis, di hadapan publik sendiri.
3. Kini babak baru dalam karier wushu Lindswell jadi pelatih Timnas

Setelah 6 tahun rehat dari panggung kompetisi, Lindswell kembali. Kali ini bukan sebagai atlet, tapi sebagai pelatih. Ia dipercaya menangani Timnas Wushu Indonesia untuk Asian Games 2026.
"Dari juara dunia ke pelatih timnas!" tulis akun @sumut.goal. Kalimat itu tepat menggambarkan transisi Lindswell. Ilmu, mental juara, dan pengalaman bertarung di level tertinggi kini akan ia transfer ke generasi penerus.
Dari anak Binjai sejak usia 8 tahun yang melatih dirinya karena mengikuti jejak sang kakak, kini menjadi legenda, lalu kembali mengabdi. Lindswell Kwok membuktikan, Medan bisa melahirkan juara dunia dan kini, Medan juga melahirkan pelatih juara.

















